Nih... Buku yang Bikin "Baper" Penggemar "Winter in Tokyo"! - Kompas.com

Nih... Buku yang Bikin "Baper" Penggemar "Winter in Tokyo"!

Kompas.com - 27/08/2016, 11:14 WIB
Dok GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA Tidak hanya baca bukunya dan nonton filmnya, para penggemar Winter in Tokyo kini bisa menambah pengalaman mereka dengan buku When Another Winter Comes.

KOMPAS.com - Adaptasi novel ke layar lebar bukan barang baru dalam industri film. Bahkan, kedua industri hiburan tersebut seakan memiliki ikatan tak kasatmata dalam melahirkan film-film Box Office.

Sebutlah, dari industri film internasional seperti The Lord of the Rings, Harry Potter, Twilight, dan The Hunger Games. Semua franchise film itu menguasai bioskop selama bertahun-tahun.

Di Indonesia sendiri adaptasi buku ke dalam film bukanlah barang baru. Salah satu novel klasik Indonesia, Badai Pasti Berlalu bahkan sudah dua kali diangkat ke layar lebar. Pertama kali diangkat menjadi film dengan peran utama Christine Hakim dan Roy Marten pada tahun 1977 dan menjadi film terlaris pada masa itu.

Sejak saat itu, adaptasi novel menjadi sesuatu yang seksi bagi produser karena kemungkinan buku yang diangkat ke film memiliki potensi untuk menjadi Box Office. Lihat saja saat Lebaran 2016, dari lima film yang tayang, tiga film merupakan adaptasi novel. Bahkan, Koala Kumal yang diadaptasi dari novel Raditya Dika memperoleh penonton lebih dari satu juta.

Tidak mengherankan, kini novel menjadi pilihan bagi produser film Indonesia untuk menjadi sumber produksi mereka. Beberapa judul novel laris sudah dibeli hak ciptanya oleh perusahaan film tahun ini. Sebut saja Critical Eleven dan The Architecture of Love dari Ika Natassa. Bahkan, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye pun sudah dibeli hak ciptanya.

Tidak hanya novel. Buku memoar perjalanan karya Agustinus Wibowo, Titik Nol, juga sudah dibeli hak adaptasi filmnya.

Behind the scene

Tahun ini, salah satu film yang diangkat dari novel laris Ilana Tan sudah mengisi bioskop tanah air sejak 11 Agustus 2016 lalu. Perlu dicatat, Winter in Tokyo yang sudah cetak ulang 28 kali dan terjual lebih dari 140.000 eksemplar sejak terbit pada 2008 dan menjadi salah satu pilihan tontonan di Indonesia.

Syuting film Winter in Tokyo yang berlangsung hampir tiga minggu di Jepang diikuti dengan antusias oleh para penggemar novelnya sejak Januari lalu. Bahkan, jauh sebelum itu, sejak pemilihan para pemeran, para penggemar novel ini terlibat secara aktif dengan memberi usulan dan beragam keinginan mereka yang berharap bisa dipenuhi oleh produser film itu, yaitu Unlimited Production dan Maxima Pictures.

Sampai akhirnya, terpilihlah Pamela Bowie sebagai Keiko, Dion Wiyoko sebagai Kazuto, Morgan Oey sebagai Akira, dan Kimberly Ryder sebagai Yuri yang merupakan para pemeran dalam Winter in Tokyo.

Para penggemar novel itu mengikuti secara aktif akun media sosial para pemerannya, termasuk juga sutradaranya, Fajar Bustomi. Bahkan, sampai ke akun-akun para kru film yang terlibat di dalamnya! Apa yang dicari? Ternyata demi mendapat informasi tentang film yang diangkat dari novel kesayangan mereka.

Demi memuaskan penggemar juga, pihak produser bekerja sama dengan Gramedia Pustaka Utama, penerbit novel Winter in Tokyo, memutuskan untuk menerbitkan When Another Winter Comes, yaitu buku foto dan kisah di balik pembuatan film Winter in Tokyo.

Apa yang menarik? Tentu saja, hadirnya Ilana Tan ikut yang memberi bonus dalam buku behind the scene ini. Ada novela lanjutan dari kisah cinta Kazuto dan Keiko yang diharapkan membuat para penggemarnya makin terbawa perasaan.

Tidak hanya baca bukunya dan nonton filmnya, para penggemar kini bisa menambah pengalaman mereka dengan buku When Another Winter Comes. Baca bukunya, nonton filmnya, lalu dilanjutkan dengan melihat foto syuting dan foto-foto para pemeran, lalu ditutup dengan lanjutan kisah manis novel kesayangan mereka. Dijamin "baper" parah, seperti kata anak-anak zaman sekarang!

(HETIH RUSLI/GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Komentar

Close Ads X