Ananda Sukarlan Rilis "Love & Variations" - Kompas.com

Ananda Sukarlan Rilis "Love & Variations"

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 20/03/2017, 08:04 WIB
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Ananda Sukarlan (48) pada peluncuran CD berjudul Love & Variations di The Grand Signature, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pianis dan komposer Ananda Sukarlan (48) merilis sebuah kompilasi lagu ke dalam format CD (compact disc) yang berjudul "Love & Variations" di The Grand Signature, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017).

Ananda menjelaskan ia memilih judul "Love & Variations" karena lagu-lagu dalam CD tersebut berbicara tentang cinta.

"Semua karya 'Love & Variations' berhubungan dengan love, cinta. Cinta dari sisi paling mulia dan menyenangkan sampai di sisi yang paling gelap dan menyedihkan. Spektrum cinta," kata Ananda dalam konferensi pers.

CD tersebut berisi 19 lagu, yang terdiri dari instrumentalia piano solo dan nyanyian yang dilantunkan oleh soprano Mariska Setiawan dan tenor Widhawan Aryo Pradhita.

Lagu-lagu tersebut dimainkan Ananda dengan grand piano Bluthner keluaran tahun 1983.

Dua lagu instrumentalia piano solo adalah "Ibu Pertiwi" dan "Desember, 2016".

Ananda menuturkan ia mendapat inspirasi untuk lagu "Desember, 2016" itu ketika melihat persidangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama.

"Cinta dua agama, cinta mempersatukan, bukan memecah," kata pianis yang menetap di Spanyol tersebut.

Ananda membuat lagu-lagunya dari beberapa puisi. Di antaranya pada lagu "Prabahita" dan "Iras",

Kedua lagu itu merupakan interpretasi Ananda dari puisi karya Adimas Immanuel dalam bukunya yang bertajuk Di Hadapan Rahasia.

Sementara itu puisi Hasan Asphani dituangkan dalam lagu berjudul "Sejarah Sajadah" dan "Chrysanthemum".

Ananda juga menuangkan karya penyair Barat ke dalam lagu-lagunya. Misalnya puisi karya Emily Dickinson yang menjadi lagu "If I Can Stop My Heart".

Selain itu ada lagu dari puisi berbahasa Spanyol, yakni "Oda a Salvador Dali" dan "Las Seis Cuerdas", karya Federico Garcia Lorca. Serta puisi karya Miguel de Cervantes yang berjudul "En el Silencio de la Noche" dan "Galatea".

Adapun untuk nomor lagu yang menjadi tema kuat dalam kompilasi itu adalah "An Ode to the Nation".

Menurut Ananda, ia menciptakan lagu itu setelah ada permintaan dari Presiden Ke-3 RI BJ Habibie.

Ketika itu Habibie memintanya membuatkan lagu untuk mengenang perayaan ulang tahun ke-80 Hasri Ainun Besari, mendiang istri Habibie.

Lagu yang dipadu dengan unsur musik etnik itu dinyanyikan oleh Widhawan dan paduan suara anak-anak.

Ananda menuturkan, lirik lagu tersebut berasal dari pidato-pidato dan doa-doa yang dipanjatkan oleh Habibie kepada mendiang istrinya.

"Waktu Pak Habibie meminta, dia meminta didedikasikan untuk dua ibu. Pertama untuk Ibu Pertiwi dan ibu untuk anak-anak beliau. Pak Habibie kasih bahan-bahan ke saya, saya lalu membuat," ujarnya.

Pianis kelahiran Jakarta, 10 Juni 1968, itu memerlukan waktu sekitar 12 bulan untuk meramu lagu-lagu itu menjadi sebuah kompilasi yang indah.

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM