Addie MS: Seni Budaya Beri Pendapatan Besar, tetapi Kurang Fasilitas - Kompas.com

Addie MS: Seni Budaya Beri Pendapatan Besar, tetapi Kurang Fasilitas

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 16/04/2017, 19:28 WIB
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Addie MS diabadikan usai acara Wajah Kota Tua yang Berubah di Gedung Seni Rupa & Keramik, Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (16/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Konduktor dan komponis Addie MS merasa aneh ketika mengetahui bahwa ternyata sebagian besar pendapatan asli daerah berasal dari seni dan budaya. Padahal fasilitas penunjangnya terutama di Jakarta masih sangat kurang.

Ini ia sampaikan usai acara Wajah Kota Tua yang Berubah di Gedung Seni Rupa & Keramik, Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (16/4/2017).

"Tadi diterangkan sama Dinas Pariwisata bahwa pendapatan kita (DKI Jakarta) banyak sekali dari budaya, 60 persenan. Tapi di Jakarta aja kurang fasilitas seni budaya," kata Addie.

"Saya sendiri surprised bahwa kegiatan dan kekayaan seni budaya Indonesia itu memberikan kontribusi pendapatan daerah yang banyak sekali. Tapi lucunya kita tidak punya concert hall. Itu aneh, kita tidak punya fasilitas yang dibutuhkan," tambahnya.

Menurut Addie, sebagai ibu kota negara, Jakarta merupakan etalase Indonesia. Itu bukan hanya soal gedung-gedung pencakar langit, Istana Kepresidenan, gedung parlemen, atapun fasilitas olahraga.

Namun juga, lanjut Addie, penyediaan sarana dan prasarana seni budaya yang sesuai standar internasional juga merupakan salah satu faktor penentu kemajuan sebuah negara.

"Tapi ternyata, surprisingly, negara segede ini, 250 juta jiwa, kalah sama Singapura yang lebih kecil dari Jakarta, kalah sama Malaysia dan Thailand," ucapnya.

Jika bukan concert hall yang khusus untuk musik simfonik, paling tidak Indonesia terutama Jakarta memiliki stadium musik.

Ia memberi contoh The National Stadiun di Singapura yang skala besar, tidak hanya untuk olahraga tetapi bisa pula digunakan sebagai tempat konser.

"Kayak kemarin Lady Gaga, baru-baru ini Coldplay main. Mereka punya dari yang bentuknya stadium gitu gede, sampai yang kapasitas seribuan untuk musik pop. Kita enggak punya," ujar Addie.

"Kita akhirnya selalu di JCC, tempat konferensi. Itu kan bukan untuk musik. Dari strukturnya aja enggak ada (penunjang) musiknya sama sekali. Tapi puluhan tahun kita harus puas dengan menampilkan diri di lokasi seperti itu," tambahnya.

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X