Peninggalan Islam Dominasi Cagar Budaya - Kompas.com

Peninggalan Islam Dominasi Cagar Budaya

Jodhi Yudono
Kompas.com - 22/04/2017, 00:21 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Rumah Gadang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

PADANG, KOMPAS.com--Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar, Nurmatias mengatakan berdasarkan periodesasinya, peninggalan Islam mendominasi peninggalan cagar budaya di Sumatera Barat.

"Berdasarkan periodesasi peninggalan Islam mendominasi daripada peninggalan lainnya, seperti prasejarah dan peninggalan kolonial," katanya di Padang, Rabu.

Ia menambahkan dari total 635 cagar budaya yang sudah terdaftar secara nasional, peninggalan tersebut didominasi oleh peninggalan Islam.

Menurutnya peninggalan tersebut ada dalam beberapa bentuk seperti bangunan berupa masjid dan surau serta peninggalan lain berupa naskah-naskah kuno.

Ia mengemukakan terdapat lebih dari 40 bangunan masjid dan surau yang tersebar di seluruh Sumbar, belum lagi peninggalan naskah kuno yang berisi tentang ajaran agama Islam.

"Setelah peninggalan zaman Islam selanjutnya baru disusul oleh peninggalan zaman prasejarah dan zaman Hindu-Budha," kata dia.

Selanjutnya, Nurmatias menjelaskan apabila peninggalan-peninggalan tersebut dilihat berdasarkan penyebarannya, maka Tanah Datar merupakan daerah yang paling banyak memiliki cagar budaya.

"Setelah Tanah Datar baru disusul oleh Padang dan Bukittinggi, karena dua wilayah ini termasuk daerah penting pada zaman kolonial," katanya.

Sementara itu peneliti naskah Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Ahmad Taufik menyebutkan naskah-naskah kuno merupakan salah satu peninggalan Islam yang masih dapat disaksikan saat ini.

Menurutnya hingga saat ini jumlah naskah yang ditemukan secara keseluruhan lebih dari 500 buah berdasarkan temuan dari para peneliti maupun yang telah ada di Leiden, museum maupun BPCB.

"Naskah-naskah Minangkabau itu umumnya merupakan naskah Islam, seperti Al Quran, kitab fiqh, serta kitab-kitab yang berkaitan dengan aliran tarekat," katanya.

PenulisJodhi Yudono
EditorJodhi Yudono
SumberANTARA,
Komentar
Close Ads X