Melihat Indonesia dalam Pameran "50 Tahun Kesaksian Oom Pasikom" - Kompas.com

Melihat Indonesia dalam Pameran "50 Tahun Kesaksian Oom Pasikom"

Andi Muttya Keteng Pangerang
Kompas.com - 09/05/2017, 23:09 WIB
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Pameran Kartun GM Sudarta: 50 Tahun Kesaksian Oom Pasikom di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setidaknya ada 120 karikatur Oom Pasikom terpajang berjejer di gedung Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017).

Gambar-gambar karakter kartun khas Harian Kompas bertema kritik jenaka itu merupakan karya pilihan dari karikaturis GM Sudarta yang selama 50 tahun, 1967 hingga 2017, setia menemani pembaca.

Oom Pasikom memiliki ciri khas berjas tambalan dan mengenakan baret. Ia dikenal dengan respons dagelannya terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi Tanah Air.

GM Sudarta yang hadir dalam pembukaan pameran bertajuk "50 Tahun Kesaksian Om Pasikom" itu bercerita sedikit soal karyanya.

"Kartun itu lebih ke menyampaikan bahwa ada sesuatu, mari kita perbaiki. Mungkin kurang tajam, tapi apakah kita perlu kartun yang tajam? Saya lebih ke membuat orang senyum, senyum kritik," ucap GM Sudarta.

Selain menghiasi media cetak, karya-karyanya juga diabadikan dalam bentuk buku Kumpulan Kartun (1980), Humor Reformasi (1995), dan, 40 tahun Oom Pasikom (2007).

Selama kariernya, GM Sudarta juga pernah meraih Penghargaan Adinegoro pada tahun 1983 dan 1984.

"Bagi mereka yang tidak mengikuti perkembangan politik ekonomi Indonesia lewat tulisan, cukup dengan membuka semua karikatur mas GM, itu udah jelas semua. Sejarah tercatat di situ," timpal mantan jurnalis Harian Kompas dan mantan Dubes Indonesia untuk Italia, August Parengkuan.

Pameran ini berlangsung dari 9 hingga 15 Mei 2017 pukul 10.00 - 18.00 WIB.

Selain pameran, juga bakal ada sesi diskusi tentang makna 50 tahun kehadiran Oom Pasikom pada 15 Mei 2017 pukul 15.00 WIB.

Hadir sebagai pembicara, sastrawan senior Seno Gumira Ajidarma, budayawan Mudji Sutrisno, dan wartawan Harian Kompas Trias Kuncahyono.

PenulisAndi Muttya Keteng Pangerang
EditorIrfan Maullana
Komentar
Close Ads X