"Hingga Detik Ini", Nostalgia Melankolia dari The Rain - Kompas.com

"Hingga Detik Ini", Nostalgia Melankolia dari The Rain

Kompas.com - 05/06/2017, 11:23 WIB
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Band The Rain meluncurkan album keenam bertajuk Jabat Erat, di Loop Station, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band The Rain akan merilis singel pada 7 Juni 2017 mendatang berjudul "Hingga Detik Ini".

Singel tersebut menjadi yang keenam dari album Jabat Erat, album studio pertama The Rain yang dirilis secara independen.

Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan Tanda (gitar, vokal), Ipul Bahri (bass, vokal), dan Aang Anggoro (drum, vokal), lewat single terbaru mereka, ingin mengajak penikmat musik Tanah Air bernostalgia.

Menikmati lagi warna musik awal yang mereka usung dalam album-album yang lahir ketika The Rain lebih dikenal dengan lagu-lagu melankolis.

"Lagu ini bercerita tentang betapapun dunia berubah, usia bertambah, kisah baru tertulis, ingatan terkikis. ada hal-hal yang tak akan tergantikan oleh apapun," demikian yang tercantun dalam keterangan tertulis dari Heavy Rain Records, Senin (5/6/2017).

Sejak single "Terlatih Patah Hati" dirilis secara independen pada tahun 2013, musik The Rain seakan berganti haluan dari lagu-lagu berlirik tragis dan mengiris, menjadi bernuansa jenaka dan apa adanya.

Contohnya, lagu "Penawar Letih" sebagai penyemangat untuk para pencari nafkah yang berjuang demi penawar letih.

Atau singel "Getir Menjadi Tawa Bila Kubersamanya", tentang kenangan perjuangan memilih kata ketika pertama kali berusaha menyapa gebetan.

Namun Indra Prasta menegaskan bukan berarti The Rain menjadi anti-mellow. Karena itu, menghadirkan singel "Hingga Detik Ini".

"Sebenarnya ada unsur melankolia di setiap lagu di album Jabat Erat, tapi penyampaiannya aja yang sok gagah," ujarnya yang menulis seluruh lirik di album ini.


EditorKistyarini

Komentar
Close Ads X