The Rain Bernostalgia dengan Melankolia - Kompas.com

The Rain Bernostalgia dengan Melankolia

Kompas.com - 08/06/2017, 20:02 WIB
DOK.PRIBADI The Rain


JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak single "Terlatih Patah Hati" dirilis secara independen pada 2013 lalu, The Rain seperti berganti haluan. Dari band yang sarat dengan lagu-lagu melankolis berlirik tragis-mengiris, menjadi band yang justru lebih banyak menertawakan kegetiran yang dialami, lewat barisan lirik jenaka dan apa-adanya.

Seperti pada single "Gagal Bersembunyi" yang mengingatkan bahwa terkadang kita hanya berpura-pura tangguh atau lewat single "Penawar Letih" yang menyemangati para pencari nafkah yang berjuang demi penawar letih mereka meski sang penawar letih tersebut terkadang menyebalkan.

Begitu juga dengan lagu-lagu lainnya dari album Jabat Erat yang merupakan album studio ke-6 The Rain sekaligus menjadi album studio pertama mereka yang dirilis secara independen.

Dengan semua perubahan itu, bukan berarti The Rain menjadi anti-mellow.

"Sebenarnya ada unsur melankolia di setiap lagu di album Jabat Erat, tapi penyampaiannya aja yang sok gagah he-he-he," ujar Indra Prasta yang menulis seluruh lirik di album ini dalam siaran pers Kamis (8/6/2017).

Kini, lewat single terbaru mereka, "Hingga Detik Ini", The Rain seperti berkunjung kembali ke era album-album awal saat mereka lebih dikenal dengan lagu-lagu melankolis. Lagu ini bercerita tentang betapapun dunia berubah, usia bertambah, kisah baru tertulis, ingatan terkikis --ada hal-hal yang tak akan tergantikan, oleh apapun.

Sebuah video lirik dengan konsep sederhana namun unik untuk single ini dirilis di kanal YouTube The Rain tepat pada 7 Juni 2017.


EditorIrfan Maullana

Komentar
Close Ads X