Jupe, Sinarnya Hingga Akhir Hayat - Kompas.com

Jupe, Sinarnya Hingga Akhir Hayat

Karim Raslan
Kompas.com - 20/06/2017, 18:40 WIB
KOMPAS/RADITYA HELABUMI Julia Perez


JIKA seorang diva lebih besar dari kehidupan, maka pop diva adalah sosok yang lebih besar. Katy Perry memiliki lebih dari 100 juta followers di Twitter (tiga kali lebih banyak dari followers Donald Trump) dan Selena Gomez menempati posisi teratas di Instagram lantaran followers-nya lebih dari 122 juta.

Indonesia, negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, dan merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, industri hiburannya berkembang sangat pesat sejak berakhirnya masa pemerintahan Suharto.

Program-program hiburan di televisi, menciptakan peluang-peluang yang tidak pernah ada sebelumnya bagi mereka yang berbakat, dan tidak berbakat sekalipun untuk maju. Setiap pagi dari jam 06.30, hampir sebagian besar stasiun TV nasional sudah diramaikan program infotainment.

Ini adalah salah satu acara industri TV nasional yang paling menguntungkan dengan mengangkat kisah-kisah skandal, sensasi, kisah sukses dan kisah patah hati sebagai berita utamanya

Dan di antara para bintang hiburan yang bersinar, hanya beberapa yang mencapai puncak, atau dicintai seperti mendiang Julia Perez. Yuli Rachmawati, itu nama aslinya, baru saja meninggal di usia yang masih sangat muda, 36 tahun, setelah bertahun–tahun melawan kanker serviks.

Dengan followers lebih dari 5 juta di Twitter dan 13,6 juta di Instagram, “ Jupe” (begitu panggilan akrabnya) telah berhasil mengubah pesonanya yang memang tidak diragukan lagi menjadi sebuah industri mini.

Jupe adalah sosok yang langka. Dia seorang artis, penyanyi dangdut, pembawa acara TV, dan bintang acara reality show. Singkat kata, eksistensinya ada dimana-mana, baik di media mainstream maupun media sosial.

Meski imej seksinya yang terang benderang, dan sikapnya yang kadang cenderung “genit dan nakal”, kekuatan utama dan daya tarik Jupe bagi masyarakat Indonesia adalah justru pada keterbukaan dan kejujurannya sebagai seorang perempuan yang tidak beruntung dalam hal percintaan.

Padahal dia begitu mati-matian ingin mempertahankan cintanya, mempunyai sebuah keluarga dan menikmati jerih payah dari semua kerja kerasnya.

Dalam hal ini, tidak banyak yang bisa dipisahkan dari seorang Jupe. Dia artis muda yang menginspirasi ribuan wanita yang kesana-kemari mencari pekerjaan.

KOMPAS/ANGGER PUTRANTO Artis Julia Perez berfoto sesaat setelah menghadiri Malam Puncak Festival Film Indonesia 2013 di Semarang, Sabtu (7/12/2013).

Namun, hanya berujung pada kehidupan yang pahit, rumah tangga yang porak poranda, dan suami yang tidak setia.

Jupe lahir pada 15 Juni 1980 dari pernikahan seorang pemain bola profesional, Angkasa Jaya, dan ibu rumah tangga, Sri Wulansih, yang tidak bertahan lama. Dari banyak cerita, dia tumbuh dewasa dengan cepat, menghasilkan uang sendiri dari mengantarkan koran dan berbagai pekerjaan tidak tetap lainnya.

Berkat kecemerlangan dan ketekunannya, ditambah parasnya yang cantik, membuat Jupe dengan cepat mendapatkan pekerjaan sebagai seorang sekretaris.

Dia pasti telah membuat para atasannya terkesan hingga dia diberi kesempatan untuk jalan–jalan ke Eropa, dan kemudian menetap di sana selama beberapa tahun.

Tampil di berbagai majalah pria dewasa, seperti FHM dan Maxim, Jupe kembali ke Jakarta dengan penampilan barunya, bersama suaminya yang kewarganegaraan Prancis, Damien Perez, dan reputasi yang “menghebohkan” jagat hiburan Tanah Air.

Masuk ke dalam industri film dan acara TV nasional, Jupe dengan segera menjadi bagian penting dalam film horor dan sinetron drama. Namun sejujurnya dia tak lebih dari sekadar salah satu dari banyak artis pemula yang bersinar

Pada 2008 album perdananya “Kamasutra” yang merubah jalan hidupnya, dirilis. Genre musiknya, dangdut, dan cukup lama dia menuai kritik dari masyarakat. Toh, Jupe berhasil membawanya ke tingkat yang lain.

Dengan album “Kamasutra” dan kontroversi yang dibuatnya, dia berhasil mendongkrak dirinya menjadi sesuatu yang lebih menonjol. Dia pun sukses membentuk dirinya sebagai seorang “wanita independen”, sesuatu yang Beyonce pun akan menyetujui.

Julia Perez memang tidak memiliki suara yang bagus. Namun, postur tubuhnya yang ramping dan seksi membuat dia eksis.

Sebagai perempuan yang suka berolahraga, Jupe juga memiliki keberanian dan kemampuan menembak layaknya seorang penembak jitu.

Namun, terlepas dari gaya hidupnya yang glamor dan sikapnya yang terbuka dan terang terangan, dia juga merupakan sosok yang rentan dan sensitif, sebuah kombinasi yang sangat kuat, yang pada satu waktu justru menjadi “komoditas” yang bernilai.

Dua pernikahannya, dengan Damien dan seorang pesepakbola Argentina, Cristian Gaston Castano, berujung dengan perceraian.

Kepedihannya itu tersirat dalam lagunya yang berjudul “Gak Jaman” yang bercerita tentang mencintai seorang perayu gombal. Tengok salah satu liriknya, “Sakit sungguh sakit hatiku”.

Tapi bukan Jupe jika terus bergelut dengan “kemalangannya”. Lagu ini pun dinyanyikannya secara jenaka dengan beat yang riang.

Jupe juga harus menghadapi penolakan dari sebagian masyarakat, sehingga menyebabkan kontroversi yang tak berkesudahan pada musiknya.

Dia sempat tampil suka cita dalam acara talk show komedi berjudul “Cecepy Bikin Happy" bersama kedua bintang dangdut, Zaskia Gotik dan Ayu Ting Ting.

Dia mampu tampil alami dan percaya diri sebagai seorang komedian yang harus mengundang tawa penonton dengan menertawakan lelucon dirinya sendiri.

Salah satu yang paling mengesankan dari unggahannya di media sosial adalah foto ketika dirinya mengenakan gamis (abaya), seusai menunaikan ibadah Umrah. Saya melihat lewat foto-fotonya itu tatapan matanya yang tajam, sangatlah menarik, seolah dia ingin menunjukkan bahwa dia tetap seorang muslimah.


Dia pun menghadapi penyakitnya dengan berani. Tanpa malu-malu dia memamerkan foto-foto dirinya yang sudah tidak memiliki rambut lagi ke media sosial.

Tempat tidurnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah menjadi magnet berkumpulnya orang-orang Indonesia yang terkenal, mulai dari selebritas, politikus, hingga pejabat publik yang berbondong-bondong mengunjunginya.

Setelah dia meninggal dunia, saya mengunjungi makamnya di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

Tidaklah mengejutkan, kuburannya tertutup rata oleh bunga-bunga, sebagai bukti bahwa dirinya sangat berarti bagi para penggemarnya.

Talenta dan penampilan Jupe telah mengangkatnya ke jajaran atas selebritas. Namun, perjuangan, kesenangan maupun kepedihannya adalah sesuatu hal yang dapat kita rasakan juga sebagai seorang manusia biasa.

Dok Karim Raslan Karim Raslan saat berada di kuburan Julia Perez.
Dia menolak untuk menyerah ataupun mundur. Dia tidak pernah menjadi seorang munafik. Dia mau menghadapi para penentangnya.

Dia tidak ragu untuk mengungkapkan kepada penggemarnya bahwa dia hanyalah seorang manusia biasa dan mereka pun mencintai dia apa adanya.

Dia pun dapat menjaga nilai-nilai kesopanan. Panggung dunia hiburan Indonesia yang selalu gemerlap sepertinya akan terlihat kurang berkilau tanpa kehadiran dirinya.
Jupe adalah perempuan luar biasa.

EditorAmir Sodikin
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM