Lucky Kuswandi: Jangan Muluk-muluk dalam Membuat Film - Kompas.com

Lucky Kuswandi: Jangan Muluk-muluk dalam Membuat Film

Sintia Astarina
Kompas.com - 08/08/2017, 20:52 WIB
Lucky Luswandi dijumpai di Kaffeine, The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).KOMPAS.com/SINTIA ASTARINA Lucky Luswandi dijumpai di Kaffeine, The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perfilman bukanlah hal yang baru lagi bagi sutradara Lucky Kuswandi. Kepada generasi milenial yang ingin terjun di dunia film, Lucky pun memberikan beberapa tips supaya bisa menghasilkan karya berkualitas.

"Sebenarnya konten pasti yang deket dengan keseharian. Jujur, yang memang mereka secara personal ingin komunikasikan," ucap Lucky saat ditemui di Kaffeine, The Foundry No. 8, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).

"Milenial udah expert dalam berkomunikasi dengan berbagai tools. Kita pengin encourage. Look around you and find interesting stories. Yang terdekat aja. Jangan yang muluk-muluk. Karena aku yakin mereka punya a lot of stories to tell," sambungnya.

Di sisi lain, seorang filmmaker pun perlu memiliki rasa ingin tahu tinggi dalam menggali sebuah informasi.

"Satu, dari diri mereka sendiri gitu. Mereka harus curious, harus punya curiousity yang tinggi dan commited. Jadi kalau mereka udah punya curiousity dengan satu subjek, mereka bakal commit ke situ," kata Lucky.

[Baca juga: Lucky Kuswandi Tertarik dengan Film Buatan Generasi Milenial]

 

Karenanya, ketika dipilih menjadi juri sebuah kompetisi film pendek yang pesertanya para milenial, Lucky ingin sekali mengetahui bagaimana kemampuan para pembuat film dalam menggali cerita dan mengomunikasikannya secara visual.

"Kami sih ingin terkejut ya, karena mungkin saya punya judgement akan generasi ini. We wanna be surprised. Dari cara milenial berpikir, dari concern yang mereka milikin, dan dengan tutur yang bersahabat. Dan mungkin bahasa film yang baru," kata sutradara Galih & Ratna ini.

"It's challenging. Tapi aku yakin mereka bisa, bikin konten udah bisa. Kefasihan akan filmmaking, semua orang udah bisa. Kebiasaan orang kan bikin vlog. Jadi aku rasa it's a challenge," tutupnya.

[Baca juga: Nia Dinata dan Lucky Kuswandi Cari Bibit-bibit Penulis Skenario]

PenulisSintia Astarina
EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM