Konser Sehari Bersama Papua Hangatkan Malam Minggu di Bandung - Kompas.com

Konser Sehari Bersama Papua Hangatkan Malam Minggu di Bandung

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 13/08/2017, 15:20 WIB
Band legendaris asal Papua Black Brothers saat memeriahkan acara Sehari Bersama Papuadi Lapangan Pussenif, Jalan Supratman Bandung, Sabtu (12/8/2017) malam. KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Band legendaris asal Papua Black Brothers saat memeriahkan acara Sehari Bersama Papuadi Lapangan Pussenif, Jalan Supratman Bandung, Sabtu (12/8/2017) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kemeriahan Seni Budaya dan Pentas Musik Papua 2017 'Sehari Bersama Papua' yang digelar di Lapangan Pussenif, Bandung, menciptakan kehangatan pada Sabtu (12/8/2017) malam.

Keseruan acara sudah tampak dari sore hari. Lantai lapangan Pussenif yang berwarna hijau perlahan mulai dipenuhi penonton.

Bob Rasta dan Sentani Dancer membuka acara dengan tembang bergenre reggae.

Selepas matahari tenggelam di peraduannya, Steven Jam membuat malam kian meriah. Masih mengusung genre reggae, band asal Jakarta itu membuka malam dengan membawakan lagu "Tanah Airku".

Tembang "Bebas Merdeka" membuat penonton riuh. Setelah asyik berjingkrak, penonton dibuat santai dengan "Redemption Song" karya Bob Marley.

Di pengujung penampilannya, Steven Jam membawakan "Lagu Santai" dari album Good Atmosphere di tahun 2008.

Semakin larut, kemeriahan semakin memuncak. Penyanyi lawas, Edo Kondologit yang berkolaborasi dengan Frans Sisir membuat penonton takjub.

Dengan suara merdunya, Edo melantukan "Aku Papua". Para penonton yang sebagian dari masyarakat asal Papua larut dengan tiupan suara sisir dibalut plastik dari Frans.

Band legendaris dari tanah Papua, Black Brothers kian menyedot perhatian. Lagu "Derita Tiada Akhir" membuat warga asal Papua yang berada di Bandung merindukan kampung halaman.

"Kalau dengar Black Brothers suka ingat rumah, " ujar Kristi (27), salah seorang pengunjung asal Papua.

Kemeriahan akhir pekan itu ditutup dengan penampilan band Slank menutup acara. Kehadiran Kaka, Bimbim, Ridho, dan Ivanka disambut meriah oleh para slankers yang berada di antara ribuan penonton.

Panitia memang sengaja mengajak Slank dalam event tersebut lantaran Slank dianggap sebagai band spesial bagi masyarakat Papua.

"Slank itu selalu membawa pesan kebhinekaan. Dia juga banyak menciptakan beberapa lagu bertema Papua. Dia memang sering diundang ke Papua, " ungkap Rafli Alkatiri, seorang anggota panitia.

Dalam sesi konferensi pers sebelumnya, Kaka mengatakan bahwa Slank akan tampil spesial dengan membawakan 21 lagu. Termasuk lagu bertema Papua.

"Papua banyak menginspirasi untuk membuat lagu, karena daerah paling timur Indonesia ini terlalu lama dibiarkan," ujar Kaka.

Kemeriahan acara pun berlanjut hingga menjelang pergantian hari. Performa Slank sukses menghatkan akhir pekan di Kota Kembang.

PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorKistyarini
Komentar