Cover Lagu Bandnya Sendiri, Bassist Grup Mosca Kena Blokir Facebook - Kompas.com

Cover Lagu Bandnya Sendiri, Bassist Grup Mosca Kena Blokir Facebook

Irfan Maullana
Kompas.com - 14/09/2017, 12:01 WIB
Band Mosca: (dari kiri ke kanan) Raymon, Haney, Virda, dan KekenKOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Band Mosca: (dari kiri ke kanan) Raymon, Haney, Virda, dan Keken

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain bas grup band Mosca, Raymon Matt, tak menyangka bakal terkena blokir oleh sosial media Facebook hanya karena melakukan cover lagu bandnya sendiri yang berjudul "Cinta Terakhir".

Sebelum diblokir, Raymon tampak menggunakan fitur Facebook Live untuk melakukan kegiatan cover lagu "Cinta Terakhir" milik Mosca dengan permainan basnya. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (10/9/2017), selama beberapa menit.

Aksi Raymon bermain bas terpaksa dihentikan Facebook karena ia dianggap membajak lagu "Cinta Terakhir".

Karena pemblokiran itu, Raymon untuk sementara waktu tak bisa mengunggah video ataupun menggunakan fitur Facebook Live. Selebihnya, ia tetap bisa menulis status pada laman akun Facebook miliknya.

[Baca: Mosca Bawa Rock Berisik yang Seksi]

Berkait hal ini, Raymon menyampaikan keluhannya. Namun, ia juga sadar bahwa lagu yang ia bawakan bersama Haney, Virda, dan Keken di Mosca itu telah dilindungi dengan hak cipta.

"Lagi kena block sama fesbuk gabisa posting video atau live di fesbuk dulu karna yg waktu kemaren gw live di fesbuk bawain lagu Cinta Terakhir - Mosca, karna lagu itu udah ada copyright nya jadi gabisa di cover sembarangan...," tulis Raymon pada laman akun Facebook miliknya, Senin (11/9/2017).

"Tapi pan eta band aing! Aing teh bassist band eta sia teh, mark!
Maeunya aing teu meunang mawakeun lagu band sorangan! (Tapi itu kan band saya! Saya pemain bas band itu loh, Mark! Masa saya enggak boleh membawakan lagu band sendiri)," lanjutnya menyampaikan keluhan.

Di satu sisi, Raymon mengaku sedikit kecewa karena algoritma yang bisa mengenali musik dan video dilindungi hak cipta itu terlalu ketat sehingga artis yang memiliki lagu bersangkutan tak bisa membawakannya sendiri di Facebook.

Dalam berita yang telah dimuat KompasTekno dijelaskan bahwa algoritma yang dimaksud mirip dengan Content ID milik YouTube, yang bisa mengenali keaslian musik dalam sebuah video.

Dalam kasus Raymon, kendati ia adalah pemain bas Mosca, algoritma Facebook tetap menganggap permainan bas yang ditampilkan dalam Facebook Live adalah kegiatan membajak.

[Baca: Facebook Bakal Blokir Video yang Diiringi Lagu Bajakan]

Algoritma baru Facebook itu bekerja mencari video dengan backsound musik yang tidak memiliki izin. Facebook juga akan memblokir video itu secara otomatis agar tidak bisa dilihat orang lain.

Saat Facebook selesai mengembangkan algoritma anti- pembajakan itu, perusahaan kemudian berencana mengadakan kerja sama lisensi dengan label-label rekaman. Harapannya, lisensi tersebut bakal meliputi seluruh musik yang ada di Facebook.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Engadget, Senin (2/1/2017), perundingan terkait lisensi tersebut sedang berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Setidaknya, Facebook dan para label kemungkinan baru akan bersepakat akhir paruh pertama 2017.

Untuk diketahui, CEO National Music Publisher Association Amerika Serikat, David Israelite mengatakan bahwa saat ini marak pelanggaran hak cipta berupa pemakaian musik milik penyanyi tertentu dalam video.

"NPMA berhasil mengidentifikasi 887 video yang memakai lagu-lagu dari Top 33 tanpa seizin penciptanya. Keseluruhan video tersebut berhasil memanen total 619 juta views, atau rata-rata sekitar 700.000 views per video," ujar Israelite.

"Namun di dunia nyata, masalah ini bisa jadi lebih besar, karena Facebook sendiri memiliki sistem privasi (mengatur sebuah post apa pun, termasuk video, agar hanya bisa dilihat orang tertentu). Hampir mustahil untuk mengukur angka sebenarnya," imbuhnya.

PenulisIrfan Maullana
EditorIrfan Maullana
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM