Winda Viska Bicara tentang Bahaya Preeklamsia yang Dialaminya - Kompas.com

Winda Viska Bicara tentang Bahaya Preeklamsia yang Dialaminya

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 12/10/2017, 18:58 WIB
Winda Viska memberi keterangan pers tentang kelahiran anak keduanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang Medical Care, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN Winda Viska memberi keterangan pers tentang kelahiran anak keduanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang Medical Care, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Penyanyi Winda Viska Ria (33), yang baru melahirkan anak keduanya, mengalami preeklamsia ketika mengandung.

Winda menyampaikan informasi mengenai bahaya preeklamsia bagi para ibu hamil.

Winda mengatakan bahwa preeklamsia, yaitu komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ tubuh, biasanya menyerang ibu hamil dengan usia kandungan di atas tujuh bulan.

"Kala di atas tujuh bulan ada gejala darah tinggi tiba-tiba. Wah! Hati-hati nih, preeklamsia. Itu kayak indikasi," ujar Winda dalam jumpa pers tentang kelahiran anak keduanya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang Medical Care, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Baca juga: Terserang Preeklamsia, Winda Viska Lahirkan Anaknya Lebih Cepat 1 Bulan

Terkait preeklamsia, tekanan darah Winda Viska meningkat hingga 180. Atas permintaan dokternya, Winda segera melahirkan, meski usia bayi dalam kandungannya baru delapan bulan.

"Gejala preeklamsia berhenti kalau bayi dikeluarkan. Kalau enggak, itu lanjut terus," ucap Winda.

Menurut dokter kandungan yang menangani kelahiran bayi Winda Viska, dr Ridwan, SPOG, penderita preeklamsia akan mengalami tekanan darah tinggi yang terus meningkat, lalu menjalar ke ginjal, hati, otak, dan yang lebih parah bisa koma, jika bayi dalam kandungannya tidak segera dilahirkan.

"Penyebab salah satunya akan ada urine berwarna merah. Memang penyebab terparahnya bisa membuat kejang-kejang sang pasien," tutur Ridwan.

Baca juga: Melahirkan Normal, Acha Septriasa Sempat Ingin Menyerah

Menurut Ridwan, preeklamsia biasa terjadi pada para ibu yang sedang mengandung anak pertama.

Untuk mencegah hal itu, Ridwan menyarankan agar mereka memeriksakan kondisi kehamilan mereka secara rutin.

"Memang preeklamsia sulit terdeteksi, memang harus cek rutin," ucapnya.

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorAti Kamil
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM