"Sumbangan Film dan Musik untuk PDB Nasional Masih Rendah" - Kompas.com

"Sumbangan Film dan Musik untuk PDB Nasional Masih Rendah"

Kompas.com - 14/02/2018, 19:10 WIB
Ketua Komite KAMI Glenn Fredly, Kepada Bekref Triawan Munaf, dan Direktur Utama TRI Helmy Yahya dalam jumpa pers di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Ketua Komite KAMI Glenn Fredly, Kepada Bekref Triawan Munaf, dan Direktur Utama TRI Helmy Yahya dalam jumpa pers di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan bahwa sumbangan produk domestik bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif makin meningkat sejak 2015 lalu.

"Kalau 2017 belum ada (rilis) dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tapi prediksi saya 2017 itu sekitar Rp 1.000 triliun," ujar Triawan kepada Kompas.com di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Pada 2015 PDB sektor ekonomi kreatif ada di angka Rp 852 triliun dan pada 2016 sebesar Rp 922 triliun. Menurut Triawan, peningkatan-peningkatan tersebut bisa jadi disebabkan oleh konsep digitalisasi yang diusung oleh Bekraf.

"Akselerasi dan digitalisasi. Dulu orang punya produk di Ternate dan Toraja tidak bisa dipasarkan. Dengan digitalisasi ini, dengan gerakan kami ini, mengangkat setiap perajin, setiap pelaku dari setiap daerah itu luar biasa. Gairah sektor film, musik, batik, fashion, dan makanan terjadi. Jadi enggak aneh," kata dia.

Baca juga : Belajar dari Kisah Yon Koeswoyo, Triawan Munaf Godog Sistem Royalti

Meski secara statistik meningkat, ayah dari penyanyi dan artis peran Sherina Munaf itu mengatakan bahwa sumbangan PDB yang diberikan dari industri film dan musik masih kecil.

"Film dan musik sama-sama masih kecil sumbangan untuk ini. Tapi, peningkatan film sangat luar biasa sekali," kata dia.

Menurut Triawan, peningkatan itu terjadi dari jumlah penonton yang meningkat setiap tahunnya. Apalagi beberapa film nasional banyak yang meraup penonton di atas satu juta.

Karena itu, untuk memperluas jumlah penonton lagi, Triawan mulai mengaet investor dan membangun layar bioskop di kota-kota kecil.

"Nah, itu sudah kami buka dengan investasi asing di kota-kota kecil. Di situ kantung-kantung film nasional. Sekarang mereka enggak bisa nonton enggak ada bioskopnya. Sekarang sudah dieksekusi," kata Triawan.

"Sekarang ini layarnya sudah 1.500-an. Target saya 3.000 layar, tapi enggak bisa cepat. Sampai lima tahun ke depan," sambung dia.

Baca juga : Triawan Munaf: Indonesia Bisa Belajar dari Perancis


Komentar
Close Ads X