

|
/ Home
Ratna Riantiarno Minta Art Center ke Pak Harto
A PHP Error was encounteredSeverity: Warning Message: Invalid argument supplied for foreach() Filename: views/read_view.php Line Number: 103
Artikel Terkait:
JAKARTA, KOMPAS.COM--Sebagai mantan penari Istana tahun 1970-1977, Ratna Riantiarno tentu tak asing dengan istana dan Pak Harto. Kendati tak pernah bercakap-cakap secara pribadi, tapi Ratna mengaku beberapa kali pernah bersalaman dengan Pak Harto. Ratna masih ingat, ia pernah menari Bali saat ada kunjungan Presiden Amerika Richard Nixon dan Perdana Menteri India Indira Gandhi. Kemudian pada tahun 1998, Ratna juga bertemu kembali dengan Pak Harto lantaran kala itu Ratna menjadi pimpinan produksi Opera Anoman garapan suami tercinta, Nano Riantiarno. Tapi yang paling berkesan adalah saat Ratna bersama Salim Said sebagai pengurus Dewan Kesenian Jakarta periode 1994-2000 menghadap Pak Harto. "Waktu itu kami minta kepada beliau untuk membuat art center di semua ibukota provinsi. Tak lama aberselang, Pak Harto mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang diturunkan kepada Menteri Dalam Negeri yang saat itu dijabat oleh Pak Rudini. Isinya, presiden menyetujui setiap gubernur membangun pusat-pusat kesenian di daerahnya," kenang Ratna. Meski SK sudah diturunkan, tapi hingga kini belum semua ibukopta provinsi memiliki art center. "Yang saya tahu baru beberapa daerah yang punya. Misalnya, Pekanbaru, Medan. Maklum, tak lama setelah SK itu keluar, Mendagrinya sudah ganti, jadi ganti pula kebijakannya," ungkap Ratna. JY komentar anda :
Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|