Kesepakatan Damai Maia-Dhani Terancam Gagal

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 103

Artikel Terkait:
Selasa, 29/1/2008 | 17:40 WIB

JAKARTA, SELASA - Kesepakatan damai antara Maia dan Dhani ditengarai kuat akan menemui jalan buntu. Dalam sidang mediasi lanjutan terkait  pembahasan draf perdamaian, di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, Selasa (29/1), tak berhasil dapat sebuah kekepakatan.

"Sidang berjalan alot. Yang ada nyaris apa yang sudah dicoba dikomunikasikan terlupakan," kata Kuasa hukum Kapitra Ampera, kepada pers seusai sidang.

Menurut Kapitra, dalam sidang kali ini, pihak majelis hakim menyampaikan enam poin yang menjadi dasar perdamaian antara pihak Dhani dan Maia.

Sayangnya, dari enam poin itu, dua poin yang menjadi tuntutan Maia justru tak masuk dalam draf yang disampaikan pihak majelis hakim."Ada hal yang tak terakomodir. Dua item itu lah yang  justru yang sangat prinsif buat Maia," kata Kapitra.

Dua item yang menjadi syarat perdamaian tersebut ialah keinginan Maia agar Dhani meminta maaf secara terbuka terhadap orang tua Maia dan ditiadakannya lebih dulu keberadaan para perempuan atau penyanyi wanita yang ada dalam lingkungan Manajemen Republik Cinta.

Tak disebutkan siapa perempuan yang dimaksud. Namun, semua sudah mafhum, bahwa Mulan Kwok yang kini bernama Mulan Jameelahlah dan grup Dewi-Dewi bentukan Ahmad Dhani berada dalam manajemen yang dikomandoi Dhani itu.

"Maia menginginkan untuk sementara waktu ditiadakan, sampai kepercayaannya tumbuh kembali. Ini yang membuat alot persidangan tadi sehingga sidang tak memutuskan apapun," katanya.

Sidang lanjutan mediasi di PA Jaksel, siang tadi, dihadiri kedua belah pihak yang berseteru. Dalam sidang yang berlangsung mulai pukul 14.10 WIB itu, sejumlah anggota tim kuasa keduanya sempat diminta meninggalkan ruangan sidang. 

Pihak Dhani sendiri belum mau memberikan komentarnya tentang sidang kali ini. Namun, menurut orang dekat Dhani, Samsul Huda, jika Maia keukeuh dengan syarat-syaratnya itu, kesepakatan yang diharapkan akan sangat sulit terjadi.

"Dhani sepenuhnya akan menyerahkan kepada Maia. Apapun keputusannya nanti," ujarnya kepada Kompas.com.

Lantaran tak terjadi kesepakatan dalam persidangan kali ini, majelis hakim memberikan kesempatan selama dua minggu agar masing-masing pihak melakukan mediasi di luar persidangan. "Apapun hasilnya, kita akan sampaikan pada majelis hakim pada sidang nanti," pungkas Kapitra. (EH)

EH

A A A
komentar anda :
Usher @ Sabtu, 16 Februari 2008 | 12:56 WIB
Susahnya jadi manusia yg masih punya hasrat....makanya nyesel didepan jangan dibelakang, inget masa tua ....anak itu titipan Allah....lama2 ditinggalkan anak....., masa tua merana anak ga ada yang kenal.....
Joki @ Rabu, 6 Februari 2008 | 13:02 WIB
Untuk jalan damai seharusnya tidak usah menghitung untung rugi dan siapa yang salah, dosa siapa yang banyak...... tapi semuanya demi anak-anak, beranikah anda berdua menjadi lilin yang hancur untuk menerangi orang lain? yang berani berkorban untuk anak-anak?
Titik @ Rabu, 6 Februari 2008 | 12:59 WIB
Dhani-Maia ayo dong.... damai kasihan anak-anak. Tanggalkan ego masing-masing, janganlah karir menghancurkan rumahtanggamu, tapi karir untuk menunjang kehidupan rumahtangga.
Anast @ Rabu, 6 Februari 2008 | 12:56 WIB
Saya mohon anda berdua memandang anak-anak saat tidur...... nanti akan muncul rasa haru betapa anugerh dan rahmat Tuhan telah dicurahkan dlam keluarga anda dengan anak yang akep-cakep, lucu, pinter.
Dian @ Rabu, 6 Februari 2008 | 12:53 WIB
Kalau saya boleh urun rembug, dalam keluarga yang sdg dilandai badai percekcokan, ya dicari ujung pangkal permasalahannya, kalau memang penyebab kisruh adalah wanita yang dimaksud dan kalau memang Dhani masih ingin membina RT utuh lagi yang apa yang menjadi penyebab itu dihindari. Hati wanita siapa tak sakit diperlakukan begitu.....? Masyarakat beharap kalian rukun lagi, pandang anak-anak yang lucu-lucu akan bisa meredakan amarahmu. Peuk anak-anak berdua.
5 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort