

|
/ Home
Mestinya Bukan Hanya Hantu-hantuan dan Komedi Seks
Artikel Terkait:
JAKARTA, MINGGU - Aktor-sutradara film, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa film-film Indonesia seharusnya tampil dengan tema yang lebih beragam karena Indonesia memiliki akar budaya yang beragam sebagai inspirasi dalam membuat film. Bintang film Nagabonar juga mengatakan, keragaman tema film Indonesia menjadi penting dan mendesak kehadirannya karena ia merupakan bagian dari demokratisasi di dunia perfilman Indonesia. Film yang memiliki unsur demokratis dapat mengajarkan masyarakat tentang semangat demokrasi sekaligus belajar menghargai hasil karya orang lain. Alex Komang mengatakan, diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mencari wajah atau ciri khas Indonesia dalam film Indonesia. Tema ini diangkat karena maraknya film-film Indonesia dengan judul bahasa asing, film yang temanya seperti film India, dan film bercorak kebarat-baratan. WIP komentar anda :
Richard @ Rabu, 25 Juni 2008 | 22:11 WIB Kalo gak suka film hantu/komedi sex, gampang! Jgn tonton! Kok, gitu aja repot sih......... alam rizki @ Rabu, 7 Mei 2008 | 12:03 WIB buat film" hantu dan yg berbau sex jangan gila dong!!ini indonesia bung,jangan kotori nilai budaya yang telah tertanam sejak lama.buatlah negri ini tersenyum dalam kebangkitan film yang bercirikhas kita sendiri.bukan terpuruk dalam trend yang ga penting dan merusak moral anak-anak bangsa.karya terbaik ialah karya yang bisa(mampu) mengangkat suatu unsur budaya sendiri menjadi sebuah karya terbaik serta signifikan terhadap kemajuan moral anak-anak bangsa.semoga saja para sineas yang belum taubat segera taubat.maju terus perfilman indonesia. alam rizki @ Rabu, 7 Mei 2008 | 12:03 WIB buat film" hantu dan yg berbau sex jangan gila dong!!ini indonesia bung,jangan kotori nilai budaya yang telah tertanam sejak lama.buatlah negri ini tersenyum dalam kebangkitan film yang bercirikhas kita sendiri.bukan terpuruk dalam trend yang ga penting dan merusak moral anak-anak bangsa.karya terbaik ialah karya yang bisa(mampu) mengangkat suatu unsur budaya sendiri menjadi sebuah karya terbaik serta signifikan terhadap kemajuan moral anak-anak bangsa.semoga saja para sineas yang belum taubat segera taubat.maju terus perfilman indonesia. jarwo @ Senin, 5 Mei 2008 | 21:45 WIB Eh jgn lupa ada banyu biru, denias senandung di atas awan, film2 nya garin nugroho dll. Trs kemarin filmnya artika sari devi, apa itu yg garapannya garin jg. Itu film keren2...Kebetulan aja yg sekarang byk diputar yg gitu2, komedi seks dan hantu2an. Ini kan cm trend sesaat aja, lama2 jg ilang. Biasalah industrialisasi jarwo @ Senin, 5 Mei 2008 | 14:40 WIB Lihattlah film : ML, Namaku Dick, Tali Pocong Perawan. Film2 tsb dihasilkan oleh Sutradara Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Images Mobile Cetak KompasTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|