Mestinya Bukan Hanya Hantu-hantuan dan Komedi Seks
Senin, 5/5/2008 | 03:17 WIB

JAKARTA, MINGGU - Aktor-sutradara film, Deddy Mizwar, mengatakan bahwa film-film Indonesia seharusnya tampil dengan tema yang lebih beragam karena Indonesia memiliki akar budaya yang beragam sebagai inspirasi dalam membuat film.
   
"Kita bangsa yang majemuk dan sangat dinamis. Jadi seharusnya (tema) film Indonesia memang beragam. Tidak seperti sekarang yang menonjol hanya tentang hantu-hantuan dan komedi seks," katanya dalam diskusi bertema "Mencari Wajah Film Indonesia", yang berlangsung di Sanggar Teater Populer Jalan Kebon Pala, Tanahabang, Jakarta Pusat, Minggu (4/5).

Bintang film Nagabonar juga mengatakan, keragaman tema film Indonesia menjadi penting dan mendesak kehadirannya karena ia merupakan bagian dari demokratisasi di dunia perfilman Indonesia. Film yang memiliki unsur demokratis dapat mengajarkan masyarakat tentang semangat demokrasi sekaligus belajar menghargai hasil karya orang lain.
   
Diskusi tentang perfilman ini merupakan gagasan aktor Alex Komang dan Slamet Raharjo dari Teater Populer. Selain Deddy Mizwar, pembicara lainnya ialah Mira Lesmana, Arswendo Atmowiloto, dan  Tommy F Awuy.

Alex Komang mengatakan, diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mencari wajah atau ciri khas Indonesia dalam film Indonesia. Tema ini diangkat karena maraknya film-film Indonesia dengan judul bahasa asing, film yang temanya seperti film India, dan film bercorak kebarat-baratan.
   
"Wajah film Indonesia yang dimaksud adalah nilai-nilai seperti apa yang ada dalam film Indonesia, apakah sudah menunjukkan identitasnya sebagai film yang mengangkat budaya sendiri atau yang merupakan hasil akulturasi budaya dengan bangsa lain," katanya.
   
Sementara itu Mira Lesmana mengatakan, diperlukan keberanian untuk bicara "jujur" dalam menggarap sebuah film. Artinya, seorang kreator harus berani mengangkat nilai-nilai kedaerahan yang dimilikinya sehingga dapat mewarnai wajah perfilman Indonesia.
   
"Selama 10 tahun saya berproses dalam film dan hingga kini masih berupaya menemukan wajah film Indonesia. Saya rasa keragaman adalah kuncinya. Kita tidak harus seragam kok dalam menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan dalam film. Jangan takut untuk bicara jujur dalam film," katanya.
   
Mira mencontohkan kesuksesan film Petualangan Sherina merupakan salah satu film yang menggunakan kejujurannya. Film ini dibuat dengan menggali unsur yang dekat dengan masyarakat Indonesia sehingga akan mudah diterima penonton.
   
Diskusi yang berlangsung di Sanggar Teater Populer ini, menurut Alex, akan digelar setiap bulan dengan mengangkat tema-tema yang berbeda. Diskusi tidak hanya berbicara seputar dunia perfilaman, melainkan juga kesenian dan kebudayaan pada umumnya. (ANT)

WIP

A A A
komentar anda :
Richard @ Rabu, 25 Juni 2008 | 22:11 WIB
Kalo gak suka film hantu/komedi sex, gampang! Jgn tonton! Kok, gitu aja repot sih.........
alam rizki @ Rabu, 7 Mei 2008 | 12:03 WIB
buat film" hantu dan yg berbau sex jangan gila dong!!ini indonesia bung,jangan kotori nilai budaya yang telah tertanam sejak lama.buatlah negri ini tersenyum dalam kebangkitan film yang bercirikhas kita sendiri.bukan terpuruk dalam trend yang ga penting dan merusak moral anak-anak bangsa.karya terbaik ialah karya yang bisa(mampu) mengangkat suatu unsur budaya sendiri menjadi sebuah karya terbaik serta signifikan terhadap kemajuan moral anak-anak bangsa.semoga saja para sineas yang belum taubat segera taubat.maju terus perfilman indonesia.
alam rizki @ Rabu, 7 Mei 2008 | 12:03 WIB
buat film" hantu dan yg berbau sex jangan gila dong!!ini indonesia bung,jangan kotori nilai budaya yang telah tertanam sejak lama.buatlah negri ini tersenyum dalam kebangkitan film yang bercirikhas kita sendiri.bukan terpuruk dalam trend yang ga penting dan merusak moral anak-anak bangsa.karya terbaik ialah karya yang bisa(mampu) mengangkat suatu unsur budaya sendiri menjadi sebuah karya terbaik serta signifikan terhadap kemajuan moral anak-anak bangsa.semoga saja para sineas yang belum taubat segera taubat.maju terus perfilman indonesia.
jarwo @ Senin, 5 Mei 2008 | 21:45 WIB
Eh jgn lupa ada banyu biru, denias senandung di atas awan, film2 nya garin nugroho dll. Trs kemarin filmnya artika sari devi, apa itu yg garapannya garin jg. Itu film keren2...Kebetulan aja yg sekarang byk diputar yg gitu2, komedi seks dan hantu2an. Ini kan cm trend sesaat aja, lama2 jg ilang. Biasalah industrialisasi
jarwo @ Senin, 5 Mei 2008 | 14:40 WIB
Lihattlah film : ML, Namaku Dick, Tali Pocong Perawan. Film2 tsb dihasilkan oleh Sutradara
7 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Artikel Lainnya
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort