Calon Pengantin Keraton Menjalani Tantingan
Jumat, 9/5/2008 | 00:04 WIB

YOGYAKARTA, KAMIS - Calon pengantin puteri dari Keraton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Maduretno (30), Kamis (8/5) malam menjalani acara tantingan di Bangsal Proboyekso Keraton Yogyakarta sebagai bagian dari prosesi pernikahannya dengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat (32).

Acara tantingan merupakan pernyataan kesediaan dan kesiapan calon pengantin wanita untuk dipersunting oleh calon pengantin pria. Bagian dari upacara pernikahan tersebut dilaksanakan sendiri secara langsung oleh ayahanda Maduretno, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Pada acara ini calon pengantin wanita mengenakan busana kebaya warna kuning gading dan kain batik corak khusus motif Yogya. Sedangkan Sultan HB X mengenakan busana atasan tradisional Jawa berupa surjan (baju berlengan panjang) warna biru bermotif bunga, bawahan kain batik corak khusus motif Yogya dan tutup kepala berupa blangkon warna coklat-hitam.

Jalannya acara tersebut disaksikan oleh permaisuri Sultan, GKR Hemas serta dua puteri mereka, GKR Pembayun dan GKR Condrokirono (kakak calon pengantin puteri). GKR Hemas mengenakan busana kebaya warna ungu dengan motif bordir kecil.

Sultan kemudian menanyai langsung putrinya ihwal ketetapan hatinya untuk dipersunting KPH Purbodiningrat. Maduretno, yang sebelumnya bernama Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi, menyatakan kesediaan dan kesiapannya.

Pernyataan calon pengantin wanita dari keraton itu kemudian dicatat oleh petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta yang didampingi abdi dalem (pegawai keraton) penghulu. Proses ini sebagai kelengkapan administrasi untuk pernikahan.

Selanjutnya calon pengantin melakukan acara  sungkem (sembah sujud) kepada sang ayah. Setelah itu, Sultan HB X diikuti permaisuri GKR Hemas, GKR Pembayun dan GKR Condrokirono meninggalkan Bangsal Proboyekso.

Dijadwalkan pada Jumat (9/5) pagi berlangsung akad nikah di Masjid Panepen, Keraton Yogyakarta. Prosesi akad nikah dimulai pukul 06.00 WIB. Sultan HB X sendiri yang akan menikahkan puterinya. Mas kawinnya berupa seperangkat alat salat dan cincin.

Seusai akad nikah, Jumat mulai pukul 08.00 WIB dilakukan upacara panggih (mempertemukan kedua mempelai) di Tratag Bangsal Proboyekso. Pada sekitar pukul 10.30 WIB dilangsungkan upacara tampa kaya di Bangsal Kasatriyan.

Kemudian mulai pukul 18.00 WIB berlangsung resepsi di Bangsal Proboyeksa. Sebanyak 2.500 undangan akan hadir pada resepsi ini. (ANT)

WIP

Sumber : ANT
A A A
komentar anda :
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort