

|
/ Home
Roy Suryo Ladeni Tantangan Deddy Corbuzier
Artikel Terkait:
JAKARTA, JUMAT - Pengamat Multimedia sekaligus pemerhati Telematika, Roy Suryo, melayani tantangan mentalis Deddy Corbuzier yang dilontarkan dua hari lalu. Dua hari yang lalu Deddy menantang Roy menebak apa yang akan dilakukan "sang mentalis" pada Jumat, 6 Juni 2008 terkait fenomedia dunia yang melibatkan banyak negara. Berdasarkan kajian ilmiah atas pernyataan Dedi tersebut, Roy mengatakan, "Saya memprediksi pada Jumat, 6 Juni 2008, Deddy akan menebak hasil pertandingan olahraga melibatkan 16 negara yang finalnya akan berlangsung 29 Juni." Sebagaimana ramai diberitakan Deddy Corbuzier yang lebih senang disebut mentalis akan kembali beraksi sesuai bidangnya. Dia akan memprediksi hal yang akan terjadi pada masa mendatang, tepatnya kejadian yang akan berlangsung pada 6 Juni 2008. Atraksinya itu sekaligus dijadikan protes atas komentar Roy Suryo. Sebab saat Deddy menebak headline Harian Kompas, pada 2003, Roy Suryo mencoba menepisnya. "Ia mengatakan bahwa aksi yang saya lakukan hanya sekadar trik, menukar kaset rekaman dengan kaset baru, atau hanya trik setting tape. Ini mengecewakan karena dia tidak hadir dalam atraksi saya tersebut. Selain itu bukan wewenang dia karena apa yang saya lakukan bukan bidangnya dia," ungkapnya. Bagi Deddy, bidang yang digelutinya berbeda dengan bidang yang digeluti Roy. Sulap, katanya, tak bisa ditbrakkan dengan kemajuan tekhnologi.Namun jika Roy masih ingin turut campur, maka Deddy meminta agar Roy Suryo tidak hanya berasumsi atau main perkiraan belaka yang tidak didasari bidangnya sendiri. Deddy menyatakan akan memprediksikan hal yang terjadi pada 6 Juni mendatang, yang memiliki skala jauh lebih luas dibandingkan dengan headline koran. " Kalau sekarang skalanya lebih luas yakni kejadian yang diperbincangkan dunia dan merupakan peristiwa dunia yang pasti terjadi," ungkapnya seraya memberikan jaminan bahwa 90 persen tebakannya akan benar.
WIP Sumber : ANTkomentar anda :
Cenil @ Senin, 7 Juli 2008 | 04:12 WIB Roy Suryo....ehhhmmmmm...hanya mencari pamoritas saja,,,tong kosong nyaring bunyinya....kalau pengamat atau pemerhati telematika...bisalah...tapi kalau jadi pakar...ehmmm..saya rasa masih jauh dari standart....kalau dimasukkan dalam tingkatan sekolah....paling2 tingkat SD atau bahkan playgroup...???? Saya tantang kamu bidang Telematika...???? berani kagak..??? luky piring @ Jumat, 13 Juni 2008 | 12:01 WIB Bung2 semuanya harap tahu, MALAIKAT aja ngak tahu besok apa yg akan terjadi Insaf-insaf!...... Bonnie @ Jumat, 6 Juni 2008 | 22:26 WIB Orang2 ini keliatannya pinter Ray Surya @ Selasa, 3 Juni 2008 | 17:05 WIB "Saya sendiri menyadari bahwa profesi saya adalah pengamat Multimedia atau pemerhati Telematika, sehingga tebakannya bisa benar, bisa juga salah," kata Roy. ("DP" alasan dulu sebelum kalah tebakan)... arons @ Selasa, 3 Juni 2008 | 16:40 WIB dua-duanya sama2 pingin disebut ahli yang bukan bidangnya masing2, deddy so jago catur. roy suryo yah seperti yang sering didenger Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|