

|
/ Home
Roy Suryo Menembak Dulu Sebelum Musuh Menembak
Artikel Terkait:
JAKARTA, JUMAT - Tak lama lagi mentalis Deddy Corbuzier berencana mengumumkan aksi terbarunya. Deddy akan menebak kejadian yang berkaitan erat dengan sebuah fenomena yang akan menjadi perhatian dunia pada 7 Juni 2008. Namun pengamat Telematika Roy Suryo yang pernah menerima tantangan Deddy Corbuzier untuk menebak apa yang akan dilakukan Deddy rupanya memilih untuk menjalani adagium yang berlaku di dunia militer: tembak dulu sebelum musuh menembak. Roy Suryo pun memilih untuk menembak duluan. Apa yang akan dilakukan Deddy, kata Roy, tak lain adalah menebak sebuah skor pertandingan sepak bola Euro 2008, yang akan segelar bergulir. "Kalau saya cermati kata-katanya, saya yakin Deddy akan menebak sebuah skor pertandingan Euro 2008. Sebelum dia beraksi, ya saya awali duluan," kata Roy di ruang kerjanya, di kawasan SCBD, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (6/6). "Benar apa enggaknya, silahkan ditanyakan sama Deddy," ujarnya. Jika tebakan anda salah? "Tapi saya melihat kemungkinan besar. Insya Allah benar. Kalaupun meleset ya itu wajar, toh saya bukan para normal ataupun mentalis," kilah Roy. Roy mengakui bahwa atraksi Deddy sebagai seorang ilusionis memang mumpuni. Roy juga menyampaikan apresiasinya atas kepiawaian Deddy dan para ilusionis lain sekaligus ingin membantu mereka memberikan analisisi secara ilmiah, agar jangan sampai masyarakat terjebak mereka itu punya kekuatan supranatural atau mejik. "Saya salut dan saya mengapresiasinya. Saya justru ingin membantu teman-teman ilusionis agar masyarakat mengapresiasi kepandaian mereka dengan benar. Seperti Deddy, Damian, dan para ilusionis lainnya, kemampuan sulapnya yang jago bukan sihirnya. Saya hanya ingin memberikan analisa secara ilmiah, jangan sampai masyarakat terjebak mereka itu punya kekuatan supranatural atau magic," ujar Roy. Menurut Roy, baik Deddy maupun Damian, mereka punya kemampuan dalam melakukan ilusi. "Semua itu adalah trik, dan itu sah dalam sebuah show. Jangan lalu masyarakat mengartikannya bahwa mereka punya magic," tekannya lagi. (EH) Eko Hendrawan Sofyan komentar anda :
hamid @ Senin, 30 Juni 2008 | 18:08 WIB berusahalah untuk mendidik bangsa ini..bangsa ini sudah terlalu banyak dimanjakan oleh hal-hal yang semakin membuat mereka menjadi bangsa yang tidak pintar.. budi @ Minggu, 8 Juni 2008 | 22:59 WIB Siapapun Anda pasti ingin pengakuan. Roy maupun Deddy masing masing punya keunggulan. Merekapun butuh pengakuan. Saya apresiatif thd Anda berdua. Tetapi marilah kit lebih rendah hati. iseng @ Minggu, 8 Juni 2008 | 12:28 WIB saya akan menebak, kalau benar berarti saya lebih hebat dari Dedy. "Kalaupun meleset ya itu wajar, toh saya bukan para normal ataupun mentalis." (di kutip dari Roy),(yang dikutip oleh kurniawan juga) nilla @ Minggu, 8 Juni 2008 | 01:51 WIB @ kurniawan :haha,, jadi inget kalimat "jangan kutip roy suryo, ..." huehehehe,, damai, om roy! lucas @ Sabtu, 7 Juni 2008 | 01:51 WIB dari dulu roy emang kurang kerjaan,,nyampurin urusan orang lain terus.... Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|