Video Klip Karya Pelajar Indonesia Masuk Nominasi di Jepang
Barisan ajir (batang bambu untuk penopang bibit mangrove) dengan jarak tanam yang rapat terendam sepanjang puluhan kilometer di sepanjang garis pantai sebelah barat muara Kali Rambatan Baru, Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (8/6). Tidak tampak satu pun bibit mangrove yang tertanam menempel pada ajir. Lokasi tersebut sebenarnya bukan habitat mangrove karena bukan lahan pasang surut.
Artikel Terkait:
Selasa, 17/6/2008 | 23:17 WIB

TOKYO, SELASA - Video klip mengenai lingkungan berjudul Save The Mangroves (selamatkan hutan bakau) yang dibuat oleh pelajar Indonesia masuk nominasi untuk meraih penghargaan internasional yang digelar perusahaan elektronik Jepang, Panasonic, bersama finalis dari lima negara lainnya.
   
"Ada enam film pendek yang masuk final. Salah satunya dari pelajar Indonesia. Film-film itu terpilih masuk final dalam kegiatan "Kid Witness News". Mereka dinominasikan untuk meraih Pansonic Global Contest Award 2008," kata Satoko Kubo, staf Biro Informasi Panasonic di Tokyo, Selasa (17/6).
   
Panasonic setiap tahun menggelar kegiatan Kid Witness News (KWN) Global Contest Award, yaitu program pendidikan yang mendorong pelajar di seluruh dunia melakukan riset kepedulian terhadap masalah-masalah yang menarik di negaranya.
   
KWN Global Contest kali ini akan berlangsung pada 19 Juni 2008 di Panasonic Center Tokyo dan akan diikuti langsung oleh para pelajar dan guru-guru yang terlibat dalam pembuatan video klip tersebut.
   
Enam film pendek yang terpilih itu berasal dari pelajar Amerika Serikat (AS), Jepang, Polandia, Indonesia, Hong Kong dan Inggris. Film-film tersebut terpilih dari 24 negara yang ikut berpartisipasi secara aktif selama ini.
   
Film Indonesia dikirimkan oleh tiga pelajar dari Jubilee Scholl Jakarta, yakni Adelin, Sean dan Celine. Ketiganya mengusung tema pelestarian lingkungan hutan bakau, berjudul Save The Mangroves.
   
"Film yang dibuat pelajar Indonesia sungguh menarik, karena mengangkat tema pelestarian hutan yang kini memang menjadi perhatian dunia," kata Kubo.
   
Peserta lain yang juga mengusung tema lingkungan datang dari Jepang, yang mengangkat masalah air bersih, dan Polandia yang menayangkan "fashion show" dari sampah kertas dan plastik.
   
Sementara pelajar AS mengusung tema politik, yakni video klip mengenai pemilihan presiden AS, sedangkan pelajar Inggris mengangkat persoalan tingkat kebisingan yang mengancam kesehatan pendengaran manusia, dan pelajar Hong Kong menyodorkan film yang berkisah tentang kasih sayang orangtua kepada anaknya.(ANT)

WIP

Sumber : Ant
Nilai 5.6 A A A
komentar anda :
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Artikel Lainnya
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort