"Stuck in My Heart," kata Djenar
Djenar Maesa Ayu
Senin, 23/6/2008 | 17:55 WIB

Dalam film yang berjudul, "Cinta Setaman" besutan Harry Dagoe, Djenar Maesa Ayu (35) kebagian peran jadi pekerja seks komersial (PSK) kelas menengah ke bawah. Karena ingin serius melakoni perannya, novelis nan seksi ini, mengumpulkan banyak data dan informasi tentang sosok PSK.

Meniru bahasa tubuh PSK, jadi tantangan Djenar. Maklum, ibu beranak dua ini biasa tampil tomboy. "Ya iyalah, sehari-hari biasa tomboy, suruh bergenit-genit ria. Berpuluh kali berdiri di depan kaca, aku masih merasa gagal memerankan seorang PSK. Awalnya risih, gitu loch," ucapnya ketika dihubungi, Minggu (22/6) pukul 23.00.

Ia pun mempelajari perilaku PSK sejak ketemu "mangsa" nya, berbujuk rayu, sampai celetukan-celetukan yang biasanya dilontarkan para PSK untuk memacu gairah kaum hidung belang.

Kebetulan, yang menjadi contoh adalah PSK-PSK asal Banyuwangi yang beroperasi di tempat-tempat hiburan malam, di Bali. Menurut Djenar, ketika para PSK ini di ranjang bersama "mangsa" nya, mereka bersuara dan bertegur sapa meniru film-film porno bajakan.

Maklum, di Bali, para pelanggan mereka lebih banyak bule.Mereka pun harus menguasai bahasa dan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris, meski patah-patah dengan logat Jawa Timuran yang masih kental.

Djenar pun menonton video-video porno bajakan yang ditonton para PSK. "Dari ah-ih-uh, sampai puja-puji alat vital teruuuus...stuck in my heart. Hahahahaha..." Djenar tertawa lepas. "Ungkapan bujuk rayunya itu lho. Heboh banget. Stuck in my heart," tambahnya.

Nah, yang membuat Djenar kaget, para PSK ini tidak lagi menjual cerita sedih atau meratapi nasib buruknya dihadapan para pelanggannya. "Padahal di Jakarta, para pramuria klab-klab malam plus-plus itu, masih seperti dulu, jual kesedihan sama tamu-tamunya. Para PSK Banyuwangi sudah tidak. Hidup mereka mengalir dengan peran yang dilakoninya," tutur perempuan kelahiran Jakarta 14 Januari 1973 itu.

Selain sibuk dengan film yang ia bintangi, Djenar juga sedang menyiapkan biografi Grup Band Slank, menyambut Ultah Slank ke-25. "Buku tersebut terdiri dari tiga bagian. Aku kebagian nulis seks, drug dan Rock'n Roll-nya Slank, sedang dua bagian lainnya ditulis wartawan musik Rustam dan Denny.MR," paparnya.

Kesibukan lainnya? "Juli nanti ke India. Film karyaku, 'Mereka bilang saya monyet', masuk nominasi lagi," ucap penulis novel "Naila" itu senang.

C Windoro AT

Nilai 4.5 A A A
komentar anda :
ian @ Senin, 23 Juni 2008 | 19:24 WIB
mbak Djenar ini kalo buat novel kok gak ada yang mendidik ya..??? aneh bgt.. novelis amerika aja yang notabene penganut paham liberal, novelnya itu bermakna, canggih gitu..masuk logika
1 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort