Buku Cerpen Kompas Pilihan 2007 Diluncurkan
Selasa, 24/6/2008

JAKARTA, KOMPAS - Dua orang sastrawan, Ayu Utami dan Sapardi Djoko Damono, telah memilih dan menetapkan 15 cerpen dari puluhan cerpen yang diterbitkan Kompas edisi Minggu sepanjang tahun 2007, sebagai yang layak diangkat ke dalam buku Cerpen Kompas Pilihan 2007.

Ayu, yang kini anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, mengatakan bahwa ada hal-hal yang menjadi usang dan tidak boleh diulang sebagai ciptaan, termasuk dalam menulis cerpen. Sementara itu, Sapardi, pensiunan guru besar Universitas Indonesia, menghubungkan antara sifat koran yang semakin terbatas ruangnya dengan kemampuan cerpenis menyusun cerpen koran yang meyakinkan.

Cerpen pilihan itu adalah Lampu Ibu karya Adek Alwi,  Tukang Jahit (Agus Noor), Kisah Pilot Bejo (Budi Darma), Bigau (Damhuri Muhammad), Gerhana Mata (Djenar Maesa Ayu), Gerimis yang Sederhana (Eka Kurniawan), Sinai (Fransisca Dewi Ria Utari), Candik Ala (GM Sudharta), Lak-uk Kam (Gustaf Sakai), Koh Su (Puthut EA), Cinta di Atas Perahu Cadik (Seno Gumira Ajidarma),  Hari Terakhir Mei Lan (Soeprijadi Tomodihardjo), Belenggu Salju (Triyanto Wonokromo), Sepatu Tuhan (Ugoran Prasad), dan  Serdadu Tua dan Jipnya (Wilson Nadeak). Satu dari 15 cerpen tersebut akan muncul sebagai cerpen terbaik, yang diumumkan saat peluncuran buku, Kamis (26/6), pukul 18.00 WIB di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Pamerah Selatan, Jakarta Pusat. Peluncuran buku sastra itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kompas (yang sejatinya jatuh pada 28 Juni) dan sekaligus juga menandai pembukaan Pameran Ilustrasi Cerpen 2007. (Kompas)

Share on Facebook  
AAA
Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
POLLING
Ancaman perceraian lagi-lagi harus dijalani penyanyi Dewi Sandra. Setelah bercerai dengan suaminya terdahulu, aktor dan penyanyi Surya Saputra, kini ia justru terancam ditalak suami keduanya, Glenn Fredly. Tudingan adanya pihak ketiga pun menyeruak. Benarkah kabar tersebut? Bagaimana menurut Anda?