Jangkrik Menang, Dapat "Gendongan"

PAMEKASAN, KAMIS - Mengadu jangkrik menjadi permainan favorit anak di Kabupaten Pamekasan, Madura (Jawa Timur), untuk mengisi liburan sekolah.

"Hore... punyaku menang. Ayo punya siapa lagi yang mau bertarung dengan jangkrik punyaku?" teriak Andi Alfian saat jangkrik aduannya berhasil mengalahkan jangkrik milik temannya, di Pamekasan, Kamis (3/7).

Dalam liburan sekolah kali ini, mengadu jangkrik menjadi permainan populer di Pamekasan. Tak hanya di desa, tapi juga di kota. Selain permainan tersebut mengasyikkan, pada musim kemarau seperti sekarang ini jangkrik mudah diperoleh.

Umumnya anak mencari sendiri jangkrik di sawah atau ladang tembakau, sebelum mengadunya. Ada pula yang memilih membelinya di pasar, karena tidak bisa menemukannya di sawah atau ladang tembakau. "Kalau saya beli di pasar, wong enggak dapat tadi waktu cari di ladang", tutur Arief Mulyadi, warga Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

Di kota, harga jangkrik aduan lebih mahal. "Kalau di sini (kota), dua ribu rupiah per ekor. Tapi, kalau jangkrik yang bagus, yang warna hitam dan besar, tiga ribu," terang Lukman, seorang siswa salah satu SD swasta di Pamekasan.

Tidak sedikit siswa juga menggelar taruhan ketika mengadu jangkrik. Bayaran untuk bertaruh, permen dan "gendongan". Anak yang jangkriknya kalah bertarung harus menggendong temannya yang menang. (ANT)

POLLING
Apakah Sheila dan Roger jadi menikah?
Yakin
Tidak yakin