Paramitha Rusady Jadi Putri Ketoprak

JAKARTA, JUMAT--Aktris dan penyanyi Paramitha Rusady merambah lahan baru di dunia kesenian. Pada Jumat (4/7), Mitha, demikian adik Ully Sigar Rusady ini akrab dipanggil, tampak enjoy mengikuti latihan Ketoprak Guyonan Campur Tokoh Puspo Budoyo pimpinan H. Luluk Sumiarso, di The Hall Senayan City Jakarta.

Lakon yang diangkat oleh Puspo Budoyo kali ini berjudul Perkawinan Raja Hayam Wuruk. Hayam Wuruk dilahirkan tahun 1334. Peristiwa kelahirannya diawali dengan gempa bumi di Pabanyu Pindah dan meletusnya Gunung Kelud. Pada tahun itu pula Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.

Di lakon ini, Mitha didaulat memerankan Putri Dyah Iswari. Apa kata Mitha tentang keterlibatannya di kesenian teater Jawa ini? "Ini bagian dari tanggungjawab saya sebagai seorang aktris. Bagaimana pun saya harus mau banyak belajar. Apakah itu seni musik, seni tarik suara. Itu akan memperkaya kita sebagai aktris, buat saya ini pembalajaran baru. Karena dulu saya memang belum sempat melakukannya."

Menurutnya, ada alasan ideal yang melandasi keterlibatan dirinya di lakon. Katanya,  ia ingin ikut melestarikan kesenian tradisional. "Saya tidak  mau terkotak-kotakan, Saya memang orang Jawa Barat, tapi tidak berarti saya menutup diri untuk pertunjukan budaya lain," ujar Mitha.

Di lakon ketoprak ini, menurut aktris yang baru memiliki seorang anak hasil perkawinannya dengan pria asal Kroasia bernama Nenad Bago ini, ia rela untuk tidak dibayar.  "Jujur, kita sama sekali tidak dibayar, satu sen pun tidak dibayar. Malah pertunjukan ini, adalah bagian dari penggalangan dana untuk disumbangkan kepada para seniman tradisional di Jawa Timur yang hidupnya memprihatinkan. Kita tahu sendiri, menjadi seniman itu tidak ada jaminan hidup yang pasti," ucapnya.

Saat disinggung perihal anaknya, Mitha mengaku lagi seneng-senengnya mengurus sang anak yang bernama Adrian Tegar Maharaja Bago (1). "Saya ikut terlibat  dalam kegiatan semacam ini, mudah-mudahan bisa memberikan energi-energi positif kepada anak saya. Saya yakin betul, seorang anak bisa menangkap energi, baik itu positif maupun negatif dari orang tuanya," tutup Mitha.

Kelak, Mitha berharap dirinya tetap bisa memperkenalkan dunia kesenian kepada anaknya. "Saya tidak ingion anak saya terjebak dengan budaya urban, tinggal bagaimana orang tuanya memperkenalkan budaya tradisi yang sangat banyak kita miliki kepada anak-anak kita. Saya tidak muluk-muluk, mudah-mudahan anak saya tidak cengeng dan gampang putus asa, tapi jadi anak yang tangguh, seperti namanya."

POLLING
Apakah Sheila dan Roger jadi menikah?
Yakin
Tidak yakin