Waduh..., Ayah Corby Ternyata Juga Penyelundup Narkoba
Dirjen Pemasyarakatan Untung Sugiyono (kanan) tengah menanyakan kabar Schapelle Leigh Corby (29), terpidana 20 tahun kasus mariyuana. Perempuan Australia ini mengaku pernah keluar dari LP Kerobokan Denpasar untuk cabut gigi selama 30 menit. Ia membantah pemberitaan Channel 9 soal gambar makan siang bersama saudaranya.
Sabtu, 5/7/2008 | 14:33 WIB

BRISBANE, SABTU--Ayah ratu narkoba asal Australia yang tertangkap di Bali  Schapelle Corby, Michael Corby senior, ternyata juga sudah terlibat dalam perdagangan mariyuana selama lebih dari 30 tahun, termasuk menyelundupkan barang haram itu ke Bali.

Informasi tentang sepak-terjang ayah perempuan asal Gold Coast, Queensland, yang kini menjalani hukuman 20 tahun penjara di Bali dalam kasus penyelundupan 4,2 kilogram mariyuana tahun 2004 itu diungkapkan surat kabar The Age Australia, Sabtu.

Mengutip pengakuan sepupu ayah Corby, Alan Trembath, dalam program "Lateline ABC" Kamis malam (6/7), The Age menyebutkan, Michael Corby senior pernah sekali menawarkannya 80 ribu dolar Australia untuk menyelundupkan mariyuana ke Bali dengan kapal pesiar.

Trembath mengatakan, Michael Corby senior yang meninggal dunia di Rumah Sakit Brisbane karena penyakit kanker Januari 2008 lalu sudah terlibat dalam perdagangan narkoba di tahun 1980-an. Dia pun berkeyakinan tentang keterlibatan Schapelle Corby dalam kasus penyelundupan mariyuana ke Bali empat tahun lalu karena sepanjang kehidupannya, dia sudah akrab dengan barang haram ini.

Bahkan tiga minggu sebelum penangkapan Schapelle Corby, terungkap dalam acara Lateline ABC  bahwa seorang informan polisi Australia telah menyebut keterlibatan seseorang bernama "Michael" dalam penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ke Bali.

Sepak-terjang Corby dan keluarganya pun telah diungkapkan secara gamblang oleh film dokumenter Schapelle Corby: The Hidden Truth (Schapelle Corby: Kebenaran yang Tersembunyi) yang ditayangkan Stasiun TV Channel Nine pada 22 Juni dan 24 Juni lalu. (ANT)

JY

Nilai 4.17 A A A
komentar anda :
Manusia Biasa @ Sabtu, 5 Juli 2008 | 19:55 WIB
Tantangannya sekarang adalah berani tidak pengadilan memutuskan hukuman mati bagi Corby ? Bukankah kerjaan dia sama dengan dua orang Nigeria yg sudah dieksekusi mati ? Jika tidak berani, berarti hukum di negeri ini masih memandang siapa orang yg akan dihukum, bukan berdasarkan efek kerusakan dari perbuatannya.
Ahmad Faidilham Djafar @ Sabtu, 5 Juli 2008 | 16:54 WIB
Kenapa gak dihukum mati aja......cantik kali yeeee
rian @ Sabtu, 5 Juli 2008 | 15:34 WIB
huuuhhh...makanya sebelum nuduh Indonesia menjebak Corby, mbok ya dicek dulu gitu...gimana sih sentimen terus ini Aussie.
koito @ Sabtu, 5 Juli 2008 | 15:06 WIB
seperti pepatah mengatakan buah jatuh gak jauh dari pohonnya lah
4 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort