

|
Dhani Tolak Berdamai dengan Maia
Selasa, 15/7/2008 | 14:07 WIB
Laporan wartawan Kompas.com Eko Hendrawan Sofyan JAKARTA, SELASA - Usai menjalani sidang perceraiannya dengan Maia pada Selasa ini (15/7) di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel), Ahmad Dhani menegaskan bahwa ia menolak untuk berdamai dengan Maia. Untuk sidang kali ini, Dhani, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Umar Husein SH, menghadirkan dua lagi saksi, yaitu matan supir keluarganya, Yayat, dan Dian, adik sekaligus personel dalam Republik Cinta Management, manajemen artis yang didirikan oleh Dhani. Diterangkan oleh Umar usai sidang tersebut, intinya para saksi tersebut mendukung agar hak asuh atas tiga putra Maia-Dhani, yaitu Al, El, dan Dul, dipegang oleh Dhani. Umar juga menerangkan bahwa para saksi itu mengungkapkan kebiasaan-kebiasaan yang tak patut dilakukan oleh Maia. Namun, Umar tidak bersedia membeberkannya, karena menyangkut nama baik seseorang. Lanjut Umar, pihak pengadilan mengatakan bahwa sebaiknya hak asuh atas tiga anak tersebut berada di tangan Dhani dan Maia. Dhani menyetujui hal itu asalkan tiga putra itu tetap tinggal bersamanya. "Enggak mudah mengurus tiga anak laki-laki. yang tahu itu bapaknya. Saya tahu apa yg dimaui anak laki-laki," tutur Dhani kepada media setelah sidang selesai. "Sulit bagi Maia, dengan segala kesibukannya, untuk menangani ketiganya bila sudah beranjak dewasa," lanjutnya. Maia mengutarakan pula, sebagai orangtua ia ingin berdamai dengan Dhani, ingin menyelesaikan semuanya secara baik-baik. "Itu sudah saya lakukan dari dulu. Tapi, itu selalu ditolak Dhani," ucapnya. "Saya akan terus perjuangkan apa yang saya mau tanpa harus dengan jalan berantem," tekannya. Di lain pihak, Dhani mengatakan bahwa ia tak akan berdamai dengan Maia. "Mana mungkin bisa berdamai. Dia saja tidak membuktikan keinginan untuk berdamai. Saya sudah meminta dia mencabut laporannya ke polisi (tentang kekerasan dalam rumah tangga, Red). Tapi, sampai saat ini, dia masih ingin memenjarakan saya. Enggaklah, kalau diminta berdamai," katanya. Untuk sidang selanjutnya, 29 Juli mendatang, Dhani akan menghadirkan saksi ahli Seto Mulyadi dari Komnas Perlindungan Anak. "Buat kami, ini merupakan dessert (hidangan pencuci mulut), sebuah penutup yang manis," tukas Dhani. EH,ATI komentar anda :
erie @ Sabtu, 26 Juli 2008 | 21:48 WIB Mas Dhani mau dapat gelar Kanjeng ? Apa ya pantes ya. Menurut saya, apayang selama ini ditampilkan kokterkesan tidak menghargai perempuan, sombong, tidak pemaaf. Akan lebih tepat kalau mas Dhani bisa lebih "perwira" dalam menyelesaikan masalah keluarganya, bisa mengakui kesalahan, mampu memaafkan, mau melangkah maju dengan lebih arif demi ke tiga anak yang Tuhan percayakan. pico @ Sabtu, 26 Juli 2008 | 18:34 WIB dani sebagai orang tua kamu seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak2mu bukan cuman angkuh dan mau menang sendiri gitu. emang benar km seperti orang gak berpendidikan kalau bertindak. kelihatan banget dari perlakuan km maunya menang sendiri dan dengan menjaga reputasi pico @ Sabtu, 26 Juli 2008 | 18:34 WIB dani sebagai orang tua kamu seharusnya memberikan contoh yang baik pada anak2mu bukan cuman angkuh dan mau menang sendiri gitu. emang benar km seperti orang gak berpendidikan kalau bertindak. kelihatan banget dari perlakuan km maunya menang sendiri dan dengan menjaga reputasi adit @ Rabu, 23 Juli 2008 | 23:16 WIB buat bunda Dewi,koreksi lagi tuh..Bukan ALLAH SAW tapi ALLAH SWT..haduhh........SAW tu buat nabi..sementara ALLAH bukan nabi....ni hari nyebutin asma Allah sampai lupa?? raey @ Sabtu, 19 Juli 2008 | 09:04 WIB apa yang ingin kau lakukan ...lakukan lah tapi ingat segala sesuatu pasti ada balasannya..tidak disini tapi mungkin di akhirat nanti.... So....uwis toh peace aja deh.... Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|