JAKARTA, KAMIS -- Banyak cara untuk mendongkrak sebuah penjualan album, selain tentunya kualitas vokal yang berkarakter, pemilihan materi lagu yang cocok dengan selera pasar juga menjadi kunci keberhasilan sebuah album.
Belajar dari kegagalan album pertamanya, Aku Butuh Waktu, yang kurang memuaskan, membuat Yanne menjajal formula baru di album keduanya. "Album kedua ini bisa dibilang lebih genit. harapannya sih biar bisa dilirik," kata pemilik nama Yanne Panca Wardhani ini usai peluncuran albumnya Kamu Lucu di Jakarta, Rabu.
Formula inilah yang sebelumnya diusung Duo Ratu atau Ika Putri di album barunya, Mr Judge, yang baru dirilis belum lama ini.
Meski mengusung ramuan tersebut, toh, penyanyi yang pernah menjuarai Festival Pop Singer Pelajar 2004 itu, mengklaim punya ciri khas sendiri terlebih saat melantunkan lagu andalannya.
Dewiq, penyanyi yang namanya justru mencorong sebagai hits maker, menjadi amunisi andalan di album keduanya itu. Kamu Lucu, lagu yang diciptakan Dewiq, menjadi lagu jagoan di albumnya tersebut.
Tak hanya itu saja, kegenitan dara kelahiran Jakarta, 24 Januari 1988 itu juga terasa di dua album lainnya, yakni Plis Deh (Baliyanto) dan Hey (Herman Leumani).
Selain Dewiq, Herman Leumani dan Baliyanto, penggarapan album Kamu Lucu juga dibantu musisi Ari Bias dan solis Ressa Herlambang.
Jika boleh jujur, selepas tiga lagu di atas, tak banyak kejutan-kejutan yang disodorkan. Lagu-lagu terasa datar tanpa kejutan yang berarti. Yanne pun sepertinya mencoba bernyanyi dalam format yang cenderung aman-aman saja. Terkesan enggan mengeksplor kemampuan vokalnya.