Krisna Mukti: Gue Benci Infotainment
PENYANYI Krisna Mukti meradang. Matanya melotot dan memerah. Sejurus kemudian ia mendadak diam seribu bahasa setelah mengatakan bahwa belakangan ini banyak job-nya yang hilang. Tidak ada lagi tawaran pekerjaan yang datang kepadanya setelah nomor handphone miliknya diganti dengan nomor baru.
"Banyak kerjaan gue yang hilang. Image di masyarakat juga jadi jelek," kata Krisna saat ditemui di kantor pengacaranya, Adnan Assegaf, di kawasan Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/7) pagi. Krisna menyatakan, dirinya terpaksa berganti nomor telepon setelah banyak teror yang masuk ke ponselnya.
Abang Jakarta 1993 ini terpaksa berganti nomor handphone lantaran nomor lamanya secara sengaja terekspos di beberapa tayangan infotainment saat kasus Krisna dengan mantan rekan kerjanya, Yoyon, terkuak ke publik. Menurut Krisna, di nomor lamanya itu banyak tersimpan kontak telepon rekan dan relasi kerja yang potensial dan menguntungkannya.
"Satu-satunya nomor artis yang ditayangkan ke televisi ya cuman gue doang. Gue benci infotainment! " kata Krisna yang saat itu terlihat emosi. Pesinetron yang kini lebih banyak tampil sebagai penyanyi dangdut ini menilai tayangan infotainment yang dituduhnya itu tidak memiliki etika. "Mestinya nomor handphone itu tidak diperlihatkan ke publik dong," ujar Krisna berapi-api.
Bagi Krisna, setelah nomor telepon pribadinya itu muncul di layar televisi, banyak orang yang kemudian menghubungi dirinya. Tak ayal, lulusan Sastra Belanda Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini merasa sangat terganggu dan akhirnya mengganti nomor telepon. "Gue merasa 'dibunuh' infotainment. Hidup gue tetap nyaman kok meski tanpa infotainment, " ujarnya.
Kini setelah kehilangan banyak pekerjaan, bahkan sekarang diakuinya lebih banyak nganggur, Krisna mengaku tidak tahu harus berbuat apa lagi. "Gue harus mulai lagi dari nol. Terserah nanti mau ngapain. Gue kecewa banget. Gue udah baik sama infotainment, eh dibantai juga," ujarnya. Krisna menyatakan, penayangan nomor pribadinya ke publik itu yang paling menyakitkan dirinya.
"Gue digosipin menikah dengan sesama jenis di Belanda nggak masalah. Tapi soal nomor handphone itu gue paling nggak terima," kata Krisna yang sekarang merasa paranoid setiap kali melihat kru infotainment yang datang mendekatinya. "Krisna sudah habis karena 'ditusuk' infotainment dari belakang," katanya lagi.