Presiden Napak Tilas Buddha di Borobudur

BOROBUDUR, RABU--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan ke Candi Borobudur dalam rangkaian pelaksanaan kerja sama sejumlah negara terutama di ASEAN tentang penelusuran jejak-jejak peradaban Buddha.

"Presiden akan ke Borobudur, Sabtu (26/7), untuk even napak tilas Buddha atau jejak-jejak peradaban Budha, supaya Borobudur bisa dikenang, dan dilestarikan," kata Direktur Utama Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Wagiman Subiarso, di Magelang, Rabu.

Para duta besar dari negara-negara ASEAN yang menjadi deklarator Trails of Civilization (TOC) dan pejabat tinggi lainnya dari India, Cina, dan Jepang, katanya, akan hadir dalam acara yang dipusatkan di Taman Lumbini, kawasan kaki timur Candi Borobudur, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu.

Mereka, katanya didampingi Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Retno Hardiasiwi, mendapat suguhan berbagai tarian tradisional terutama yang menggambarkan perjalanan peradaban Budha dari enam negara.

Ia mengatakan, even budaya bertajuk jejak-jejak peradaban Buddha itu telah diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) sejak tahun 2006 untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata baik mancanegara maupun nusantara ke Candi Borobudur yang menjadi salah satu peninggalan peradaban dunia itu.

"Di bidang pariwisata, even ini juga dalam rangkaian suksesnya Tahun Kunjungan Indonesia 2008," katanya.

Peristiwa budaya yang dikemas secara baik, katanya, tentu akan meningkatkan kunjungan wisata. Selama Presiden SBY berada di Candi Borobudur, katanya, kunjungan wisata ke tempat di antara Kali Elo dengan Progo itu akan tetap buka dengan menggunakan sistem "buka tutup".

"Kunjungan wisata ke Borobudur tetap buka, justru even jejak-jejak peradaban Buddha di Borobudur itu untuk menambah daya tarik wisata," katanya.

Kerja sama antarnegara terutama di ASEAN untuk TOC selama ini, katanya, telah dirasakan manfaatnya untuk menarik wisatawan ke Borobudur. (ANT)

POLLING
Apakah Sheila dan Roger jadi menikah?
Yakin
Tidak yakin