Erna Libby Pasrah Menghadapi Ajal
Selasa, 19/8/2008 | 15:39 WIB

JAKARTA, SELASA - Kepergian Erna Libby untuk selamanya rupanya telah disambut Erna dengan tangan terbuka. Setelah divonis menderita kanker sejak 2005, Erna memilih "jalan" Illahi. Ia pelan-pelan meninggalkan dunia glamor yang membuat namanya mencorong di jagat hiburan. Vonis kanker yang diketahuinya sejak 2005 telah membuatnya banyak merenung memaknai hidup.

Diakui pemilik album Yang Pertama itu, ia tak mau menyerah saat menghadapi cobaan yang bertubi-tubi. Buat Erna, seperti pernah dituturkannya kepada sejumlah media, cobaan yang datang merupakan wujud ujian dari Allah SWT untuk menjadikan dirinya lebih istikomah dan ikhlas menjalani cobaan.

Meski begitu, bukan berarti bintang sinetron kelahiran 29 April 1974 itu menyerah menghadapi kenyataan. Keinginan untuk sembuh dari penyakit mematikan itu terus diupayakannya. Bahkan, ia sempat bolak-balik Jakarta-Singapura untuk menjalani pengobatan, walaupun upaya itu kini harus terhenti. Sang Khalik memanggilnya di usia yang tergolong masih muda, 34 tahun. Erna mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/5).

Menurut adik kandung Erna Libby, Irma Prianti atau Imo, kanker yang diderita sang kakak sudah stadium 4 (empat). "Kami benar-benar kehilangan,"  ujarnya sambil menahan tangis saat dihubungi Kompas Entertainment, Selasa.

Setelah menerima cobaan hidup, Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia ini justru merasa makin memahami arti hidup dan belajar dari cobaan yang harus dijalaninya.

Tahun 2006, ia mencoba mencari jawaban-jawaban itu dengan mempelajari Al Quran. Dari sanalah Erna mengaku mendapatkan semua jawabannya. "Saya hanya ingin berhijrah," katanya kala itu saat menanggapi penampilannya mengenakan kerudung.

Inilah yang kemudian membuat mantan istri pengacara Henry Yosodiningrat itu lebih ikhlas menjalani segala cobaan dan menyerahkan semua usahanya kepada Allah SWT.

Dengan  sikap itulah ia mengaku merasa sehat lahir dan batin. Kematian yang dulu sempat ditakutinya itu kini justru sebaliknya. "Kalau  Allah memanggil saya kapan pun saya sudah siap. Dengan kematian, justru kita bisa dipertemukan dengan sosok yang kita cintai, Allah," ucapnya kala itu. Selamat jalan Erna....

Biodata Erna Libby
Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 29 April 1974
Pendidikan: Sarjana FISIP UI
Sinetron: Bukan Cinta Sesaat, Mahligai di Atas Pasir, Menjemput Impian, Jangan Bilang Siapa-siapa
Presenter: Berita Otomotif dan Love and Life
Album: Yang Pertama

EH

Nilai 2.67 A A A
komentar anda :
VIe @ Jumat, 22 Agustus 2008 | 13:17 WIB
saya doakan selamat jalan semoga diterima disinya...(amin)!!!saya sangat kagum sekali kepada Mba erna yg tabah menghadapi cobaan>>>
deni @ Kamis, 21 Agustus 2008 | 19:53 WIB
semoga amal ibadahnya diterima disisinya.selamat jalan
suci @ Rabu, 20 Agustus 2008 | 09:08 WIB
innalillahi wa innailaihi rojiun saya kepengen seperti mbak erna.slamat jalan mbak erna.ALLAH akan slalu menyayangimu
jj @ Selasa, 19 Agustus 2008 | 23:58 WIB
Ya smoga keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Yesus memberkati kita semua
rhiez_cute @ Selasa, 19 Agustus 2008 | 21:57 WIB
semoga ditrima allah SWT.amin...
15 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort