HBO Makin Naksir Indonesia
Chief Executive Officer HBO Asia Jonathan Spink di Kantor HBO di Singapura.
Artikel Terkait:
Jumat, 22/8/2008 | 14:09 WIB

SINGAPURA, JUMAT - Saluran layar kaca berbayar HBO (Home Box Office) Asia mengklaim, pertumbuhan pasarnya di Indonesia berhasil mencapai 30 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Mereka yakin, tahun ke depan angka tersebut akan terus naik seiring pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya kebutuhan akan tontonan yang berkelas. 

Upaya terus dilakukan oleh pihak pengelola HBO Asia untuk mencapai kondisi itu. Chief Executive Officer HBO Asia, Jonathan Spink, mengatakan bahwa sejumlah strategi telah dipasang untuk menyajikan beragam tontonan, termasuk yang bersubtitel bahasa Indonesia. 

Dengan demikian, katanya lagi, penetrasi untuk melebarkan pasar akan lebih terbuka. "Di kawasan Asia, Indonesia merupakan  kawasan yang sangat potensial," ujarnya ketika diwawancara oleh Kompas Entertainment di "markas" HBO Asia, di Lorong Chuan, New Tech Park, Singapura, Rabu (21/8). Tapi, ia tak merinci seberapa besar target yang dipasangnya.

Seperti diketahui, sajian film-film yang disodorkan HBO merupakan  film-film laris Hollywood. Kerja sama yang dilakukan dengan studio-studio Hollywood, contohnya Warner Bros, NBC Universal, Columbia/TriStar, dan Paramount/DreamWorks, menjadi amunisi untuk menghadirkan film-film laris.

Tak heran, 70 persen dari tontonan yang dihadirkan kepada para pelanggannya merupakan film-film teratas Hollywood.  HBO juga  memiliki hak penayangan perdana film-film itu di layar kaca.
 
Senior Vice President Programming & Presentation HBO Asia,  Robert Lyons, mengatakan hal yang sama mengenai penetrasi untuk melebarkan pasar dan strateginya, termasuk penggunaan subtitel bahasa Indonesia. Denny Wauran, yang pernah bergabung dengan RCTI, mendapat tugas untuk itu. Ia menjadi satu-satunya warga Indonesia, yang bekerja di HBO Asia.   

Selain itu, terang Lyons, untuk waktu dekat ini sejumlah tayangan unggulan telah disiapkan bagi 31 juta pelangganan di 22 negara di kawasan Asia, melalui  lima saluran film yang dimiliki, yakni HBO Signature, HBO Family, HBO Hits, dan Cinemax. 

Sejumlah program unggulan film blockbuster akan disajikan kepada pemirsa. Materi cukup beragam, dari drama, aksi laga hingga film musikal. Pada Agustus 2008 ini saja, pelanggan HBO Asia akan disuguhi film-film seperti Superman Return (Minggu (24/8), Blood Diamond (29/8), Last Holiday (25/8), A Scanner Darkly (27/8), Dreamgirls (31/8), dan Something To Talk About (25/8), yang dibintangi oleh Julia Roberts.

The Prestige, film arahan sutradara Christopher Nolan, juga meramaikan bulan ini. Film tersebut berkisah tentang dua sahabat yang kemudian menjadi musuh bebuyutan demi menunjukkan diri siapa yang layak menjadi pesulap tangguh.

Produksi sendiri
Di HBO Signature, The Sopranos musim keenam dan As You Like It akan hadir pada Oktober mendatang. Sementara itu, film yang dibintangi oleh Jonathan Rhys Meyers, Natalie Dormer, dan Sam Neil akan hadir pada September.  

Film-film yang dihadirkan HBO Signature merupakan film-film berkelas yang diproduksi sendiri (original production) oleh HBO sehingga berhasil menyapu penghargaan. Setidaknya, 140 film original production telah dibuat HBO. Sebut saja, mini seri Band Of Brothers, yang melibatkan Steven Spielberg dan Tom Hanks menjadi duo produser eksekutifnya. Di samping itu, The Sopranos, Rome, Angels in America, dan Sex and the City, yang belum lama ini diangkat ke layar lebar, menjadi kekuatan yang pernah dimiliki HBO. 

Berdasarkan catatan, film-film tersebut telah mengantarkan HBO meraih  seabreg penghargaan.Sebanyak 297 penghargaan Emmy  dan 70 penghargaan Golden Globe telah diraih HBO. Prestasi fenomenal dibuat ketika HBO menyabet 26 penghargaan Emmy pada The 58th Annual Primetime Emmys, 2006.

Racikan program yang apik dan tontonan yang menghibur itu, kata Lyons, pada akhirnya akan mencipta sikap loyal para pelanggan. "Faktanya, ini adalah bisnis, jadi kami ingin mereka (pelanggan) tetap setia. Sejauh ini, di Indonesia, kami memang belum punya data akurat. Tapi, ke depan, pertumbuhan pelanggan setia akan terus meningkat," katanya lagi.

Nilai-nilai lokal
Isu hangat dan sensitif pada masyarakat yang diangkat oleh film-film Hollywood yang diputar di layar kaca bisa mendatangakan kegelisahan masyarakat lokal yang memirsa film-film itu. Untuk mencegah benturan tersebut, pengelola HBO Asia secara tegas melakukan upaya self censor atas film-film yang berpotensi menimbulkan benturan itu. 

Menurut Spink, self censor menjadi bagian penting, tak bisa dianggap sepele. Pihaknya melakukan proses self censor yang berkait dengan hal-hal yang sangat sensitif di setiap negara. "Kami mengikuti regulasi yang berlaku di setiap negara. Ada guide line untuk melakukan upaya (sensor) itu. Kami sangat hati-hati dengan penggunaan bahasa, dalam pengunaan kata-kata yang kemungikinan akan berpengaruh buruk," ujarnya. 
   
Berdasarkan pemantauan Kompas Entertainment, di "markas" HBO Asia di Singapura, segala proses itu dilakukan. Contohnya, proses kreatif, dari mengedit naskah, mengolah materi promo, memaksimalkan kualitas gambar dan audio hingga memberi subtitel dalam sejumlah bahasa, seperti Malaysia, China, Cyrillic, Thai, dan Vietnam.
 
Film-film yang telah melewati proses editing kemudian akan melalui proses akhir yang dilakukan oleh bagian technical quality control (TQC). Jika sudah dinyatakan layak, barulah film-film tersebut akan disajikan kepada pemirsa. (EH)

 

 

A A A
komentar anda :
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Artikel Lainnya
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort