

|
/ Home
Step Up 2: The Streets, Dunia Goyang yang Menghibur
Artikel Terkait:
JAKARTA, SABTU - Lupakan soal cerita. Cukup duduk manis dan nikmati aksi goyang para pemainnya yang bisa membuat anda berdecak kagum. Ya, inilah film yang menyajikan tontonan penuh dengan atraksi tari para pemainnya. Lincah, energik, dan, tentu saja, sedap dipandang mata. Tiga koreografer kondang, Jamal Sims, Hi-Hat--yang sebelumnya turut terlibat dalam penggarapan Bring It On--dan Dave Scott (Stomp the Yard) didapuk untuk memperkuat penataan pola tari yang hendak disodorkan kepada penikmatnya. Jon M Chu, sang sutradara, lantas dipercaya untuk mengeksekusinya menjadi sebuah tontonan yang sarat adegan tari dari awal hingga akhir kisah. Step Up 2: The Streets merupakan film sekuel dari film sebelumnya, Step Up!, yang disutradari Anne Fletcher serta skenarionya ditulis Duane Adler dan Melissa Rosenberg. Meski sekuel, tak ada kaitannya dengan cerita yang diangkat ke film sebelumnya. Andie mengawali kariernya sebagai penari jalanan. Ia bergabung dengan kelompok tari 410. Beragam ajang tari jalanan dijajakinya. Gerakannya penuh semangat dan punya daya pikat. Itulah yang dirasakan Tyler Gage (Channing Tatum), yang kemudian mendaftarkan Andie ke sekolah tari Maryland School of Arts (MSA). Andie menyambutnya dengan penuh suka cita. Baginya, inilah kesempatan langka untuk mendapat ilmu dari para pakar. Namun, butuh usaha keras untuk meraihnya. Berbekal kemampuan otodidak, rupanya tak cukup bagi Andie untuk bisa masuk di MSA. Ia nyaris gagal di audisi awal. Namun, berkat kerja keras dan bantuan seorang teman, Andie akhirnya lolos juga. Di MSA, Andie diajari pakem menari yang benar dan itu ternyata bukan perkara gampang buatnya. Dua pilihan kini dihadapinya. Di satu sisi, ia ingin sekali bisa mengeyam pendidikan tari di MSA. Di lain sisi, ia harus meninggalkan teman-temannya di 410. Sebuah pilihan yang sulit. Ia dihadapkan pada konflik batin. Bersama 410, bagi Andie, ia bisa merasakan sebuah kemerdekaan. Itulah yang membuatnya tak rela melepaskan diri dari keanggotaan kelompok tari tersebut. Secara sembunyi-sembunyi Andie tetap memilih menari jalanan. Keinginannya untuk merajai panggung The Street-- ajang para penari jalanan unjuk kebolehan--begitu kuat. Tapi sayang, bukan sambutan gegap-gempita yang didapat, melainkan cibiran dan cemooh. Hal inilah yang membuat Andie kian frustrasi. Konflik berkembang ketika Andie kedapatan kerap menjajal tari jalanan. Pihak sekolah memintanya untuk menghentikannya. Ancamannya, ia akan dikeluarkan dari MSA. Sebuah pilihan yang sulit. Jalan cerita yang gampang ditebak, menjadi kelemahan dari film ini. Tapi, seperti pesan ditulis di atas, lupakan soal itu. Toh sutradara Jon M Chu memang lebih banyak memberi porsi kepada atraksi tari para pemainnya. EH komentar anda :
adi @ Minggu, 24 Agustus 2008 | 07:20 WIB salah satu film yang kayak gini yang aku suka, aku suka sekali film stom the yard. aku suka yang mengandalkan tarian jalanan Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|