JAKARTA, SELASA - Setelah beberapa kali mencicipi renyahnya panggung sinetron, kini kesempatan untuk terlibat dalam sebuah produksi film layar lebar akhirnya bisa dirasakan Alia Rosa.
Dara asal Semarang, yang mengaku sempat beberapa kali memperkuat film televisi (FTV) dan iklan sejumlah produk itu, menjadikan film perdananya, Asoy Geboy, sebagai batu loncatan untuk mencari peruntungan di layar lebar. Karenanya, di film pertamanya ini, Ocha, begitu Alia disapa, mencoba mengoptimalkan kemampuan dirinya.
"Alhamdulillah setelah film ini, aku juga diajak main film horor. Sejauh ini sih judulnya masih Pocong versus Kuntilanak," ujar dara kelahiran Semarang, 14 September 1985 ini, saat ditemui di kantor MD Entertainment, Senin (25/8).
Di film arahan sutradara Arie Aziz itu, peran yang dijalani tergolong lumayan menantang. Ia memerankan tokoh bernama Memey, seorang penari striptease yang dihadapkan pada sebuah masalah, yakni hamil tanpa status pria yang jelas.
Meski digambarkan sebagai penari striptease, Ocha meminta publik untuk tidak keburu-buru memvonisnya negatif. "Nggak sampai buka-bukan kok. Masih pakai baju. Gila kale kalau sampai seperti itu. Kalau dancenya sedikit seksi, itu iya," ujarnya.
Diakuinya, saat melakukan adegan striptease bersama dua rekannya, Indah Kalalo dan Uli Auliani, ia sempat didera rasa tak percaya diri hingga meminta sutradara untuk mengurangi jumlah kru film. "Agak risih juga sih kalau krunya banyak, Makanya, aku minta agar sedikit dikurangi dan untungnya itu dikabulkan. Aku bisa menari lebih maksimal. Penasaran banget jadi pengen lihat hasilnya," terang cewek yang mengaku pemalu ini.
Apa karena ada adegan buka-bukaannya? "Enggak lah. Kalau sampai ada adegan buka-bukaannya, mendingan enggak deh. Aku enggak mau kalau dikenal publik karena tampil buka-bukaan. Maunya cari yang aman-aman aja. Jualannya kan aktris bukan jualan badan," kilah Ocha memberi alasan.
Ia sendiri tak merasa khawatir dibilang tak profesional lantaran menolak adegan yang dituntut dalam sebuah skenario. "Biar enggak dibilang enggak profesional, makanya sebelum terima tawaran ya harus tanya-tanya dulu ceritanya bagus, skenarionya seperti apa. Itu jauh lebih profesional, bukan?" ujarnya lagi.
Jadi, jika memang tawaran macam itu datang kepadanya, mahasiswi yang tengah menyelesaikan skripsi di London School ini, tak segan-segan untuk menampiknya.
"Jujur aku enggak terlalu berani. Lagian, aku enggak cukup percaya diri lah. Semuanya tepos, he...he...he...,"seloroh putri bungsu tiga bersaudara pasangan Ali Moerni dan Erna Handayani ini. (EH/C05)