

|
/ Home
Menentukan Arah: So7 Kembali ke Akar
Senin, 17/11/2008 | 12:06 WIB
Sheila On 7 (So7) mencoba lagi peruntungan mereka dalam industri musik Indonesia. Dalam album baru mereka ini, Menentukan Arah, Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum) berusaha kembali ke akar mereka dengan memakai pola musik yang serupa dengan album-album laris mereka terdahulu. Sampai Kapan, di penutup, menjadi lagu terkeras dalam album ini. Tapi, asal tahu saja, tak sekeras Sahabat Sejati, Karena Aku Setia atau Pejantan Tangguh, yang ada dalam album-album terdaulu mereka. Kompas TV/Adhika Prasetya komentar anda :
farida @ Jumat, 18 Januari 2008 | 10:46 WIB wah..bener bangeet tuch...zaman sekarang klo ga kritis yang ada malah kebablasan...kaya filim teletubies yang salah satu perannya make lambang kaum homo..padahal di malaysia dah ditentang keras supaya ga diedarin, eh malah di indonesia booming...n banyak banget kasus anak2 kecil yang punya tindakan asusila abis nonton acara2 di TV fachrial @ Kamis, 17 Januari 2008 | 14:21 WIB mending dihentikan aja penayangannya, saat saya menonton NARUTO emang sarat dengan kekerasan dan kasar dialog2nya yang akan mempengaruhi anak2 kita .. saya setuju untuk dihentikan penanyanganya unyil @ Kamis, 17 Januari 2008 | 13:25 WIB saya telah menonton dvd naruto dari episode 1 hingga 115 an (hampir tamat), dan memang banyak adegan yang membutuhkan bimbingan orang tua pada saat anaknya menonton film tersebut. orang tua harus menjelaskan adegan - adegan yang penuh dengan budaya jepang yang mental baja, kemauan keras, dan juga (benar) kekerasan. kekerasan di sini yang saya artikan adalah adegan di mana manusia dibunuh, dengan senjata tajam dan/atau tenaga yang tidak kelihatan. ada juga adegan dan dialog yang eksplisit unsur seks nya.saya pribadi dapat mengambil beberapa intisari dari film naruto yang sangat menyentuh hati (terlepas dari adegan kekerasan yang sekali lagi memang banyak di dalam film tersebut) dan nilai - nilai positif lain seperti pantang menyerah, kebersamaan, kesetiaan, kejantanan, dan memegang teguh nilai kebenaran. saya pribadi sangat menikmati dan suka dengan film seperti naruto. tapi pasti film naruto tidak cocok utk semua orang, terlebih anak - anak yang hampir pasti tidak bisa mengartikan semua adegan dalam film naruto (dan film2 lainnya!) dengan jelas dan gamblang. yang paling saya khawatirkan adalah interpretasi anak2 terbatas kepada adegan fisik film naruto (dan film2 lainnya juga!), tidak kepada nilai normatif yang tersirat. sehingga jika naruto diteruskan penayangannya, ada baiknya diberikan tanda BO (bimbingan orang tua), jangan SU (semua umur).terima kasih Ridho @ Kamis, 17 Januari 2008 | 12:47 WIB mending ngurusi kedelai aja dah pak anggota DPR! sukanya kok ngurusi yang ga perlu di urus! loik @ Kamis, 17 Januari 2008 | 12:23 WIB kalau semua acara kartun seperti INI saja pun di hentikan mending nonton "unyil" aje, kan acara unyil bagus juga dan mendidik... sekarang juga, kalo mau ngomong kekerasan, lihat lah dulu cara organisasi tertentu dalam "menegakkan keadilan". selalu mengutamakan kekerasan... perbaiki itu dahulu, kemudian barulah mengurus masalah seperti ini!! this is bullshit.. Posting komentar anda
|
Artikel Lainnya
A PHP Error was encounteredSeverity: Warning Message: simplexml_load_file() [function.simplexml-load-file]: I/O warning : failed to load external entity "/www/mp-ws-02/public_html/data/xml/sec_10_14.xml" Filename: libraries/allfunc.php Line Number: 393 |
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|