The Shaman Dirilis Setelah Terganjal Sensor
Senin, 17/11/2008
Video
The Shaman/ SelebTv

JAKARTA, SENIN - Setelah sempat terganjal masalah sensor, lantaran menghadirkan adegan sadistik yang tak layak tonton, film the Shaman akhirnya bisa dinikmati pecinta film di Tanah Air.  Film dengan langgam horor arahan sutradara Raditya Sidharta itu,  kini mulai menyapa penggemarnya.


The Shaman dalam bahasa Indonesia berarti dukun atau cenayang. Tak heran, jika alur cerita yang disuguhkan pun begitu kental dengan aroma berbau mistis yang penuh teka-teki. Penonton kemudian dibuat penasaran untuk menebak ending cerita  yang disajikan selama 90 menit ini.

Ayu Anggreni,  marketing dan production manager The Shaman mengatakan penundaan penayangan dari jadwal yang telah ditentukan lantaran terganjar proses editing setelah banyaknya adegan yang tak lolos sensor dari LSF (Lembaga Sensor Film).

"Banyak adegan utama yang disensor mencapai 3 sampai 4 menit. Salah satunya adalah adegan organ tubuh orang yang diambil dari perutnya. Adegan itu enggak bisa lulus sensor. Padahal  sebenarnya ingin menghadirkan education, hiburan dan entertain," ujarnya.

Dikatakan Ayu, film ini mengangkat cerita tentang kegiatan malpraktek  yang dilakukan mantan dokter. Pesan moral yang hendak disampaikan bahwa para dokter yang mempunyai keahlian, hendaknya mempergunakan keahliannya secara profesional.  

Berawal dari seorang dokter bernama Ryan  (Oka Antara) yang harus  bertugas di pedalaman Kalimantan. Hari-hari Ryan tak pernah lepas dari teror. Sesosok perempuan misterius kerap membuatnya tak nyaman. Di Kalimantan Ryan tinggal di sebuah rumah di tengah hutan belantara.   Masyarakat di sana begitu kaut dengan kehidupan mistis dan takhayul,  Namun sebagai dokter, Ryan tidak percaya akan hal mistis dan takhayul tersebut.

Kehadiran Ryan ke desa pedalaman tempatnya bertugas, ternyata tak disukai Aziz (Piet Pagau), seorang pria yang dianggap sebagai seorang dukun. Sebagai dokter Ryan terpancing amarahnya ketika mendapati orang-orang yang berobat kepada Aziz selalu mengalami luka sobekan. Suatu hari ia pernah menegur Aziz, namun hal itu ditanggapi dingin olehnya.  

Siapa duga di balik sosok Aziz ternyata menyimpan sebuah rahasia yang tak pernah terungkap. Aziz adalah mantan seorang dokter yang menggunakan keahliannya untuk mengambil organ tubuh manusia dan diperjual-belikan.  

"Secara gambar kita buat agak spooky (menyeramkan),  lebih gelap dari film yang biasanya. Kita ingin lebih kreatif dari sisi cerita," ujar Ayu.

Selain dibintangi Oka Antara, film produksi Pendulum Filmworks dan  Indika Entertainment ini  juga dibintangi Vicky Nitinegoro, Kamidia Radisti, Farah Debby dan Kemal V. Mochtar dan Julia Perez.  (Fian)

Share on Facebook  
Nilai 5 AAA
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

good buat novelnya. seru banget and ceritanya horor banget. beda deh dari yang lain. good...good...

Posted by: adi | Jumat, 28 November 2008 | 00:09 WIB

saya sudah baca novelnya. dan ternyata saya suka sekali jalan ceritanya. horor tapi beda, dan ini membuat saya yakin bahwa horor indonesia ini pasti lebih seru daripada film horor lainnya. Saya belum nonton filmnya, tapi semoga film dengan novel jalan ceritanya sama. tapi good buat novelnya.

Posted by: Rahmat Setiyadi | Kamis, 27 November 2008 | 23:41 WIB

wuahahahahaha asyik tuch.......... tapi hantux kok g kelihatan iah

Posted by: power girls | Selasa, 25 November 2008 | 19:46 WIB

waaaaah......... pasti yang jadi hantunya gue lagi niiiiiiiih............ emang gue mirip kali ya kayak hantu??? iya kali ya. heheheheh

Posted by: Julia perez | Kamis, 20 November 2008 | 12:53 WIB

Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.