Mantan Gadis Bond Terancam Pincang
Selasa, 18/11/2008
Getty Images/Ralph Orlowski

LOS ANGELES, SENIN - Ursula Andress, mantan gadis Bond yang legendaris, terancam pincang lantaran penyakit rapuh tulang yang dideritanya. Untunglah, ia segera sadar dan mengikuti saran dokter agar mengkonsumsi banyak kalsium untuk memperkuat tulangnya yang kian rapuh.   

Sejak tahun 2000, bintang Bond di film Dr No itu, didiagnosa menderita  penyakit osteoporosis. Sayangnya, kala itu ia tak terlalu serius menanggapi hal itu. 
 
Andress mengakui menjadi sangat lalai dengan kondisi kesehatannya. Namun, ia mulai sadar ketika ia mengetahui dirinya hampir tak bisa berjalan jika kondisinya kian memburuk. 

"Dokter menyarankan agar saya meminum obat secara rutin setiap hari untuk mencegah tulang saya menjadi makin rapuh. Dengan kalsium  bisa membantunya tetap kuat... Awalnya, saya merasa ini penyakit yang alami.  Anda merasa normal  dan tak menyadari bahwa tulang-tulang Anda menjadi seperti gelas." 

"Setahun lalu, saya pikir akan menggunakannya nanti. Saya akan mendapatkannya nanti dan nanti. Hari-hari kemudian saya menjalaninya tanpa usaha pengobatan," ujarnya.

Namun, kesadaran itu pun mulai muncul dari aktris pemeran  gadis Bond  di tahun 1962 itu.  "Saya tak ingin menjadi perempuan tua yang pincang, dan bungkuk," ujarnya. (imdb/EH)

Share on Facebook  
AAA
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

makanya jangan menyepelekan dokter?

Posted by: eswedewe | Rabu, 19 November 2008 | 14:53 WIB

Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
 
POLLING
Ancaman perceraian lagi-lagi harus dijalani penyanyi Dewi Sandra. Setelah bercerai dengan suaminya terdahulu, aktor dan penyanyi Surya Saputra, kini ia justru terancam ditalak suami keduanya, Glenn Fredly. Tudingan adanya pihak ketiga pun menyeruak. Benarkah kabar tersebut? Bagaimana menurut Anda?