|
Sulitnya Lukman Perankan Karakter Kocak Selasa, 18/11/2008 JAKARTA, SELASA - Dari seabreg peran yang telah dijajalnya, aktor Lukman Sardi mengaku memerankan sosok dengan karakter yang lucu ternyata jauh lebih sulit dan menantang. Peran inilah yang kembali harus dijajal Lukman dalam film terbarunya Kawin Kontrak Lagi. Dalam film sekuel tersebut, Lukman kembali didaulat memerankan tokoh Kang Sono, yang dikenal dengan gayanya yang kocak dan norak. Menurut putra dari komposer dan maestro biola Idris Sardi itu, memerankan tokoh tersebut tidaklah mudah. "Gua sadar dan terima kasih, sebenarnya main komedi itu enggak gampang dan butuh keseriusan dan gua harus mainkan imajinasi liar gua apapun itu. Di film ini gua harus melakukannya," ujarnya saat ditemui di pemutaran perdana film tersebut di kawasan FX Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (17/11) malam. Beragam peran telah dimainkannya, dari mulai menjadi supir bajaj di film Naga Bonar Jadi 2, hingga belum lama ini menjadi pendaki gunung di film Pencarian Terakhir. Lukman mengaku bersyukur selalu mendapatkan peran yang beda-beda. "Gue cukup beruntung karena dapat peran yang beragam dan bisa beda dari yang lainnya. Sejauh ini gue nggak terpaku sama image dalam sebuah film," ujarnya. Sejak menentukan pilihannya di dunia akting, aktor yang berhasrat mendapatakan peran menjadi seorang perempuan asli ini, mengaku tak pernah memilah-milah peran yang diberikan kepadannya. Selama karakternya menantang, ia dengan senang hati menerimanya. "Gue nggak pernah milih dalam berperan tapi gue lihat kemampuan, karena mengerjakan sesuatu harus sesuai dengan kemampuan yang gue suka," katanya. Belakangan, semenjak produksi film kian banyak diproduksi, sejumlah tawaran diberikan kepadanya. Lukman pun mengaku senang, meski dirinya membantah penampilannya di sejumlah film lebih karena sebatas mengejar materi semata. "Gue nggak pernah kejar setoran, gue juga kasihan sama badan gue dan nggak mau sampai harus masuk rumah sakit. Gue orangnya nggak mau ngoyo," tegasnya. (FIAN/EH)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
Jakarta Tonite
Dibaca 381 kali | 0 Komentar
|