Dewi Lestari-Reza Nikah Tanpa Mas Kawin
Dewi Lestari dan Reza Gunawan
Artikel Terkait:
Rabu, 19/11/2008 | 08:23 WIB

JAKARTA, RABU - Penyanyi dan penulis novel Dewi Lestari akhirnya mengakhiri masa jandanya. Ia dipersunting seorang terapis holistik, Reza Gunawan, yang dikenalnya sejak lama. Pernikahannya dilangsungkan di Sydney, Australia, pada 11 November lalu.

Diakui keduanya, pernikahan tersebut dilangsungkan sangat sederhana. Bahkan, hanya dihadiri beberapa orang saja. "Yang hadir hanya sekitar dua belas orang saja. Jangankan Marcell (Siahaan), keluarga saya saja enggak ikut karena biayanya mahal," terang Dewi saat ditanya soal kehadiran mantan suaminya di acara pernikahannya tersebut.

Ditemui di Blitzmegaplex, Jakarta Pusat, Selasa (18/11) malam, Dewi menceritakan bahwa pernikahannya digelar sangat sederhana, malah nyaris tak ada kemeriahan." "Kita enggak pakai mas kawin, enggak ada adat, dan kebudayaan. Namanya pernikahan sipil," sambut Reza.   

Pernikahan Dewi dan Reza bisa dibilang unik. Pasalnya, pernikahan keduanya dilangsungkan serba angka 11. Pernikahan yang dilangsungkan tanggal 11-11, pukul 11.11. 

Mengenai pemilihan itu, Dee dan Reza punya alasan sendiri.  "Kami menganggap angka itu punya makna sendiri. Maknanya sakral, di mana dunia spirit dan dunia materi bertemu. Jadi, bagi kami angka ini sangat sakral," terang perempuan yang kerap disapa Dee ini.

Setelah resmi menjadi pasangan suami istri, Dewi berharap perkawinannya kali ini menjadi yang terakhir baginya. "Semua orang berharap seperti itu sama seperti saya sebagai manusia biasa, tapi kita tidak tahu ada rencana yang besar di balik semua itu. Kita jalanin saja dulu yang sekarang," harapnya.

Hmm... Jadi bagaimana dengan bulan madunya? "Kalau bulan madu belum ada rencana, karena jadwal kita juga padat. Kalau kita sedapatnya saja," ujarnya sambil berlalu. (FIAN/EH)

EH,FIAN

A A A
komentar anda :
latief @ Jumat, 1 Februari 2008 | 14:17 WIB
Belum ada perusahaan Indonesia yang mampu untuk membuat PLT Angin ya? Kenapa harus perusahaan asing? Terus kalo ada kerusakan harus impor onderdilnya ga?
chairil sanie djailany @ Kamis, 31 Januari 2008 | 09:43 WIB
Ada baiknya bila Pengembang Perumahan atau Kawasan Perkantoran apabila kondisi aliran udara dikawasan yang dibangun memungkinkan, diharuskan juga untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin tersebut dan dikelola untuk mensuplai sebagian kebutuhan listrik kawasan yang dibangunnya.
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Artikel Lainnya
 
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort