

|
/ Home
Calon Mertua jadi Saksi, Nabila Syakieb Bungkam
Rabu, 19/11/2008 | 14:26 WIB
JAKARTA, RABU-Nabila Syakieb enggan berkomentar soal pemanggilan calon mertuanya, Yusril Ihza Mahendra, sebagai saksi dalam kasus sistim administrasi badan hukum di Departemen Kehakiman dan HAM. Yusri dipanggil Kejaksaan Agung, karena korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 400 miliar ini, terjadi ketika dia menjabat sebagai menteri di departemen tersebut. Menurut pelakon sintetron Yasmin ini, soal pemanggilan orangtua Yuri Ihza Mahendra, kekasihnya, tidak ada sangkut pautnya dengan jalinan cintanya. "Saya tidak akan bicara soal apapun yang menyangkut kehidupan pribadi keluarga Yuri," kata Nabila Syakieb ketika ditemui di lokasi syuting sinetron Yasmin, Selasa (18/11) kemarin di Cibubur, Jakarta Timur. Hari itu Nabila memang tengah berulangtahun yang ke 23. Perempuan kelahiran Bogor 18 November 1985 ini, menjawab apa saja soal kesan yang diperolehnya di hari ulangtahunnya. Namun ketika para pewarta hiburan lagi-lagi mencoba bertanya soal pemanggilan mertuanya di Kejaksaan Agung, Nabila Syakieb bungkam, dia segera berlalu dari cecaran pertanyaan, dengan alasan harus segera syuting untuk adegan berikutnya. (YUG)
YUG komentar anda :
Yofansky @ Minggu, 27 Januari 2008 | 12:24 WIB perlu disadari penggunanaan e-commerse saat ini sangat marak. karena terbatasnya baang2 "up to date" di Indonesia. jadi orang-orang yg mengejar "prestice" selalu memanfaatkan sarana kartu kredit untuk melakukan transaksi online. Untuk tindakan berjaga-jaga, menurut saya, sebelum melakukan transaksi online, sebaiknya gunakan program anti-phising yang sekarang banyak diintegrasikan gengan program antivirus. sehingga kita bisa terhindar dari kegiatan phisng yang merugikan kita, bahkan bisa sampai ke tingkat makro. azwar @ Selasa, 22 Januari 2008 | 14:51 WIB jangan sampai terjadi kembali kejahatan di dunia perbankan.karena ini akan menggangu kenyamanan nasabah, dan bahkan nasabah tidak lagi percaya dengan bank untuk menitipkan uangnya.semoga pihak manajemen bank, meningkatkan security system. dan sebaiknya untuk transaksi kartu kredit agar menginputkan PIN, kalau dapat PIN yang diinputkan sampai 2 kali seperti kita menggunakan transaksi INTERNET BANKING.SEMOGA MENJADI PERHATIAN PIHAK MANAJEMEN DI SELURUH PERBANKAN DI INDONESIA Fanni J @ Selasa, 22 Januari 2008 | 13:14 WIB Ya, seharusnya digunakan password demi keamanan dan kenyamanan. SHERLY NATALIA @ Selasa, 22 Januari 2008 | 09:26 WIB Sebaiknya kartu kredit dibuat seperti kartu debit yang harus memasukkan pin dan mengecek semua batas kreditnya, dan untuk jumlah besar pihak bank penerbit sebaiknya melakukan konfirmasi baik melalui telp ataupun sms/email. Dan saya rasa pengguna kartu kredit cukup maklum walaupun prosedur agak panjang sedikit. Jon @ Sabtu, 19 Januari 2008 | 08:01 WIB Di Eropa Barat, transaksi kartu kredit sudah harus memasukkan no pin, kalau kartu kredit yang belum memiliki no pin (seperti yg dr Indonesia) diminta kartu identitas berupa paspor untuk dicocokkan data dan tanda tangannya dgn teliti Posting komentar anda
|
|
|
Rubrik:
Nasional
Regional
Internasional
Megapolitan
Bisnis & Keuangan
Kesehatan
Olahraga
Perempuan
Properti
Sains
Travel
Otomotif
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan |
|
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|