KPU Kecewakan Eko Patrio
Kamis, 20/11/2008
KOMPAS ENTERTAINMENT/ADITYA OKTAVIRMANA

JAKARTA RABU - Komedian Eko Hendro Purnomo, atau yang lebih tenar dengan nama  Eko "Patrio", mengaku kecewa dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Gara-garanya, dalam daftar calon anggota (caleg) legeslatif, nama yang dipasang bukanlah nama tenarnya, Eko Patrio. 

Padahal, menurut suami bintang sinetron Viona Rosalina itu, nama tenar justru menjadi magnet  untuk menarik masa pendukungnya. "Gua punya kekecewaan kepada KPU karena tidak mencantumkan nama alias, padahal tugas KPU mensosialisasikan calegnya. gua berharap di surat suaranya nanti ada nama Eko Patrio, karena itu modal untuk menang," ungkapnya.

Menurut Eko, dengan modal nama itulah, ia berharap bisa meraih banyak suara demi melangkah di kursi dewan. Dengan begitu, impiannya untuk turut menyumbangkan gagasan dan pemikiran demi kemajuan masyarakat bisa tercapai. "Gua ingat kata orang tua gua, sehebat-hebatnya kita kalau enggak berguna dan bermanfaat bagi orang lain buat apa, sebagai anggota DPR harus bisa merancang UUD. Alhamdulillah Dapil sana bantu gua, jadi Eko juga bisa membantu mereka," ujarnya saat ditemui di acara silurahmi Artis Caleg Semua Parpol di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (19/11).

Viona,  istri Eko, mendukung sepenuhnya keinginan suaminya untuk terjun di dunia politik. "Alhamdulillah istri gua mendukung karena dia tahu banget kerjaan gua yang sekarang buat bantu orang banyak, dia juga sering ikut kampanye ke Nganjuk," ujarnya.

Jika memang "berjodoh" menjadi anggota dewan, Eko berharap ia bisa duduk di Komisi X,  yakni komisi Seni dan Budaya.  "Enggak mungkin kan kalau aku duduk di Komisi  Pertahanan dan Keamanan," candanya.

Dengan demikian, lanjut Eko, ia tak perlu meninggalkan dunia seni yang kini tengah digelutinya. "Kreatif gua harus dikembangkan lagi, karena ini untuk rakyat nusantara. Gua enggak pernah jaim tetap seperti ini dan gua enggak akan meninggalkan basic gua sebagai pelawak dan itu enggak bisa dihilangkan," ujarnya.

"Gua melakukan semua ini bukan semata-mata karena duit. Kalau cari duit itu, ya, di show.  Jujur, itu lebih menggiurkan. Sekarang (terjun di politik) bawa amanat rakyat," tuturnya. (FIAN)

Share on Facebook  
Nilai 2.4 AAA
Ada 46 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
1 dari 10 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Eko,enak anda yah?? orang ikut di pilitik itu perlu belajar bkn cm menang tenar doang.. ntar DPR makin pd becanda aja..

Posted by: jimbonk | Kamis, 21 Mei 2009 | 08:18 WIB

Ya wajar dong mas Eko, ini kan untuk jabatan resmi bukan untuk tenar-tenaran. kalo sekolah aja atau pesen tiket pesawat deh, sampean harus pake nama sesuai KTP dan sampean ga keberatan kan? jadi Jangan main sesuai kepentingan dong, gimana mau jadi caleg nanti ....

Posted by: xhansa | Jumat, 21 November 2008 | 14:54 WIB

Woy, Ko, kalau memang anda berkualitas dan memang rakyat ingin memilih anda karena dianggap dikenal oleh rakyat dan akan mewakili suara mereka, pakai nama apapun juga anda pasti akan kepilih! cemen banget sih alasannya! mau enaknya aja jadi anggota DPR hanya dengan modal selebritis!

Posted by: artis kampungan | Jumat, 21 November 2008 | 03:19 WIB

ancur deh tu kota kalo dia emang 'jadi'.....bisa apaan ? meragukan....

Posted by: justpassingby | Kamis, 20 November 2008 | 18:20 WIB

Wah.... Mas Eko mau jadi Caleg, apa rakyat mau diajak ketawa semua Mas... Sudahlah kami sudah cukup untuk ketawanya , Sudah banyak badut-badut disenayan jangan ditambah lagi ya.... please deh !

Posted by: erviant | Kamis, 20 November 2008 | 17:44 WIB

Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
POLLING
Ancaman perceraian lagi-lagi harus dijalani penyanyi Dewi Sandra. Setelah bercerai dengan suaminya terdahulu, aktor dan penyanyi Surya Saputra, kini ia justru terancam ditalak suami keduanya, Glenn Fredly. Tudingan adanya pihak ketiga pun menyeruak. Benarkah kabar tersebut? Bagaimana menurut Anda?