Twilight Kehilangan Pesonanya
Senin, 1/12/2008
dok. summit entertainment

LOS ANGELES, SENIN -- Twiligth, film yang berkisah tentang gadis remaja yanga jatuh cinta pada seorang vampire, tak mampu menebar pesonanya lagi di puncak tangga film box office. Pekan ini,  film
garapan sutradara Catherine Hardwicke ini, tergeser oleh pesonanya  film  drama komedi Four Christmases, yang dibintangi  Reese Witherspoon dan Vince Vaughn. 

Twilight, film yang  diangkat berdasarkan adaptasi cerita novel  Stephenie Meyer hanya mampu meraih pendapatan sebesar  39,5  juta dolar saja, pada pekan Thanksgiving ini. Hingga pemutarannya di pekan kedua, film yang telah diputar selama sepuluh hari di 3,425 bioskop di kawasan Amerika Itu,  telah meraup total pendapatan sebesar 119,7  juta dolar.

Four Christmases, garapan sutradara Seth Gordon ini, langsung menebar pesona pada pemutaran pekan pertamanya, dengan meraih pendapatan sebesar 46,7 juta dolar AS. Film tersebut kembali menghantarkan Reese Witherspoon menjadi perhatian setelah hampir tiga tahun, filmnya tak begitu mencolok di tangga box office. Terakhir, penampilannya menjadi sorotan ketika ia tampil dalam film Walk the Line di tahun 2005.

Di posisi tiga besar ditempati film Bolt. Film arahan sutradara Chris Williams dan Byron Howard, meraup pendapatan sebesar 36 Juta Dolar AS. Selama dua pekan diputar, film yang pengisi suaranya melibatkan aktor John Travolta, tak begitu mulus mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan hanya mengumpulkan 66,9 juta dolar saja.

Sementara film Bond ke-22, Quantum of Solace, terus melorot posisinya. Pekan ini berada di urutan  keempat dengan perolehan pendapatan sebesar 28,1 juta dolar AS. 

Film drama epik, Australia, yang dibintangi Nicole Kidman dan Hugh Jackman harus puas berada di urutan keempat pada pemutaran pekan pertamanya. Australia hanya memperoleh pendapatan sebesar 20 juta dolar AS. Posisi Australia, masih cukup baik ketimbang film Milk milik sutradara Gus Van Sant, yang berada di posisi bontot sepuluh besar dengan meraih 1,87 juta dolar AS saja. 

Milk merupakan film yang mengisahkan jejak kehidupan Harvey Milk, seorang gay yang terpilih menjadi anggota dewan pengawas di San Francisco untuk pertamakalinya di tahun 1977. (imdb/aceshowbiz/EH)  

Share on Facebook  
Nilai 4.5 AAA
Ada 16 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
1 dari 4 Halaman Komentar | First Prev Next Last

i lup twiligth.. filmna keren abiz... pengen nonton lagi euy,,,

Posted by: duWiE | Kamis, 1 Januari 2009 | 21:18 WIB

sP bLg twiLiGhT KeHiLaNgAn pEsOnA Na .. mNuRuT W , tWiLiGhT TeTeP FiLm tErrRrRrRR rOmAnTiS TaHuN InI .. Dn SmPe kPn pUn gA BkL KeHiLaNgAn pEsOnA nA SnDiRi .. sO , twiLiGhT I LUP UuUuUuUuUuUu ..

Posted by: diTa | Minggu, 28 Desember 2008 | 19:41 WIB

ih,lumayan bagus ko!walaupun aku belum baca versi novelnya,aku si suka ceritanya karena love story abis bikin yakin kalau didunia ini maci ada true love,walaupun kurang menegangkan kaya film harpot yang sedihnya dapet,romantisnya dapet,serunya dapet,seremnya,persahabatannya,dan perfect abizz...

Posted by: nisa | Minggu, 28 Desember 2008 | 15:57 WIB

Komentator disini basi semua. Mungkin ini bukan film serius yang bisa buat ikut Academy Awards. Tapi jelas2 novelnya jadi bestseller dimana-mana. Filmnya justru hampir mirip novelnya. Ga mungkin persis film dibuat kayak bukunya tapi paling enggak udah bisa mewakili kisah-kisah yang mengharukan yang ada di buku. Si jangan bilang film ABG karena ini emang bukan film untuk orang tua juga. Kalo kritik pake akal sehat jangan asal jeplak aja, kalo ga bagus orang juga males nonton. Buktinya liat aja di bioskop2 di jakarta, selalu laris manis dan sold out di setiap sesi.

Posted by: Twilight Fans | Rabu, 24 Desember 2008 | 14:16 WIB

hmm.. kalo menurut aku film ini bagus banget.. emank sich critanya gt2 aja.. tapi coba perhatiin percakapan nya ( jangan liat text ).. keliatan banget kalo edward tuch romantis banget;... Knp koq penerjemahnya motong banyak percakapan yang kita tunggu2.. tapi bener duech.. baca novel lebih seru.. film kurang seru.. hehe

Posted by: Inge | Rabu, 24 Desember 2008 | 14:15 WIB

Posting Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.