|
Letto Pilih Rasa Bali dan Minang Selasa, 6/1/2009 JAKARTA, SELASA - Pembelajaran musik yang telah dilalui Letto sejak memulai karier di dunia musik, membawa nuansa baru ke album ketiga mereka, yang berjudul Letho Logica. Unsur-unsur musik etnik dimasukkan Letto ke dalam beberapa lagu terbaru mereka. "Jika pendengar lebih teliti, pasti akan menemukan musik etnik Bali dan Minang di beberapa lagu dalam album ketiga Letto," kata Noe, vokalis Letto, saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (6/1). Kendati begitu, benang merah yang mengidentikkan lagu-lagu terbaru dengan lagu-lagu Letto yang telah menjadi hit, dikatakan Noe, akan tetap lekat. "Karena yang bikin lagu orangnya itu-itu juga, dengan sendirinya akan muncul benang merah dalam setiap lagu Letto. Yang bertambah hanya referensi kami dalam bermusik," sambungnya. Bali dan Minang dipilih Letto bukan karena mereka menilai keduanya lebih menarik dibandingkan dengan suku-suku bangsa lainnya di Indonesia. "Tapi, karena musik Bali dan Minang kami rasa cocok dimasukkan ke lagu Letto," ujarnya. Judul Letho Logica pun dipilih sebagai perwakilan dari lagu Letto yang mengungkapkan sebuah perasaan yang sulit diungkapkan lewat kata-kata. "Letho Logica itu sebuah penyakit disorder. Lupa keyword dari kalimat yang ingin kita katakan. Album ini juga enggak ada hubungannya dengan cinta. Tapi, bisa diterjemahkan sebagai suatu bentuk cinta," terang Noe. Rabu (6/1), album Letho Logica akan mulai dilempar ke pasar. (IFA)
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|
|