JEO - Entertainment

Music Scoring,
Elemen Penting Film
yang Sering Terabaikan

Rabu, 30 Oktober 2019 | 20:39 WIB

"Music touches us emotionally, where words alone can't"

~Johnny Depp, aktor~

ADA banyak variabel bagi sebuah film untuk melekat lama dalam ingatan penontonnya. Selain cerita dan aktor, musik tak dapat dimungkiri sebagai salah satu variabel itu.

Musik merupakan salah satu aspek penting dalam peradaban manusia, dengan peran dan fungsi yang kompleks di setiap lini kehidupan. Film, bukan perkecualian.

Hampir setiap sinema kini punya ketergantungan terhadap musik, yaitu sebagai pengiring sekaligus pemberi nyawa. 

Kehadiran musik dalam film acap kali terabaikan.

Perpaduan elemen visual dan audio merupakan penemuan hebat untuk dinikmati sampai saat ini. 

Meski begitu, kehadiran musik dalam film acap kali terabaikan.

Padahal, dalam proses pembuatan film ada departemen yang khusus mengurus musik pengiring jalannya cerita.

Departemen ini jamak disebut sebagai music scoring. Ada juga penyebutan film scoring. Belakangan, scoring saja. 

Scoring merupakan bagian penting dalam film. Ketika musik bergabung dengan visual bergerak, atmosfer cerita semakin kuat dan membentuk banyak pengalaman bagi penontonnya. 

Bukan barang baru

Praktik scoring sudah bermula sejak 1940-an. Bentuk awalnya, live orkestra yang mengiringi pemutaran film bisu.

Penggabungan visual dan audio merupakan penemuan hebat pada masa itu. Tidak ada pemisahan antara apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar.

Dengan paduan visual dan audiao, imajinasi pemirsa terseret lebih dalam saat menikmati dan meresapi film. 

Ilustrasi pengeditan film, termasuk elemen music scoring di dalamnya.
SHUTTERSTOCK/PRINCE OF LOVE
Ilustrasi pengeditan film, termasuk elemen music scoring di dalamnya.

Music scoring atau film scoring bahkan bisa menjadi identitas dari film-nya. Sebut saja, film The Godfather yang melegenda.

Campuran sifat bijak dan bengis Don Corleone dan Michael Corleone mungkin tak akan terekspresikan dengan baik tanpa sentuhan komposer musik Nino Rota di belakangnya.

Saking ikoniknya, gitaris Slash sering memainkan salah satu theme song film ini, Speak Softly, Love.

Slash membawakan lagu itu dalam berbagai penampilan solo gitar di banyak negara, termasuk saat tampil di Indonesia pada November 2018. 

JEO ini mengurai lengkap seluk beluk dunia scoring, termasuk paparan para pelakunya baik dari sisi film maupun musik.

Jangan terlewat pula menonton cuplikan video di balik layar pembuatan scoring untuk film-film besutan sutradara papan atas di sini.

Selamat menyimak....

 

==============
  N A V I G A S I   
==============

Anda dapat melompat ke bagian yang dikehendaki, dengan mengklik bagian dalam menu di bawah ini. 

Pada setiap akhir bagian akan tersedia pula menu navigasi serupa menuju ke bagian lain.

Tentu saja, Anda tetap dapat menyusuri setiap bagian dengan menggulirkan kursor atau layar tanpa menggunakan bantuan menu navigasi ini.


=========
  M E N U   
=========

Apa itu scoring?
Dari salah kaprah soundtrack sampai detail tentang scoring

Apa pentingnya scoring?
Para sutradara dan komposer bicara

Cara kerja scoring
Buat yang mau tahu teknis produksi

Agar scoring sesuai rencana...
Tips dan trik dari para sutradara dan komposer

Resonansi music scoring 
Bagian paling seru yang para pecinta film kudu tahu, mengupas scoring dari film Pengabdi Setan sampai Joker.

APA ITU SCORING?

ADA banyak klasifikasi untuk scoring. Sayangnya, itu juga beriringan dengan salah kaprah, terutama terkait penyebutan dan fungsinya. 

Terlebih lagi, kebanyakan orang sudah lebih dulu mengenal istilah soundtrack. Itu pun, belum tentu tepat pemahamannya.

Sebelum lebih jauh mengupas soal scoring, pemahaman mengenai soundtrack juga perlu diluruskan. Pada akhirnya, kedua hal itu akan saling berkaitan.

Komposer musik Aghi Narottama bertutur, istilah soundtrack merujuk pada kata track suara dari era film masih menggunakan pita seluloid.

"Di samping pita film itu, ada pita khusus untuk suara yang mendampingi track gambar," urai Aghi saat dijumpai di kantornya, Rooftopsound Records di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Salah kaprah soal soundtrack

Menurut Aghi, banyak pula yang keliru mendefinisikan soundtrack. Kebanyakan orang, kata dia, mengartikan soundtrack hanya deretan lagu yang menghiasi sebuah film. Padahal bukan sekadar itu.

Dalam track suara itu, lanjut lelaki kelahiran 12 April 1976 ini, ada tiga elemen. Yaitu, sebut dia, elemen dialog, sound effects, dan elemen musik.

"(Elemen) musik ini terbagi menjadi dua kategori, yakni original song dan original score,” ujar dia.

Soundtrack, ungkap Aghi, adalah istilah umum untuk menyebutkan seluruh unsur musik dan bebunyian dalam film.

Itu mulai dari suara langkah, bunyi bergesek dedaunan tertiup angin, alunan musik, hingga lagu.

"Soundtrack adalah musik orisinal yang ditulis khusus untuk mengiringi sebuah film," tegas dia.

Scoring, lanjut Aghi, merupakan bagian dari track suara alias soundtrack itu. Cakupannya, mulai dari dialog hingga efek suara.

Efek suara ini bisa terdiri dari potongan orkestra, instrumental, dan paduan suara yang disebut tanda musik.

Semua suara tersebut mengisi film dari awal sampai akhir. Tujuannya, meningkatkan narasi dan memunculkan dampak emosional dari adegan yang diiringi.

Rangkaian alunan musik instrumen lepas yang tak berbentuk lagu sebagai pengiring film inilah yang disebut score atau scoring.

Beda lagi dengan original song yang kerap disalahartikan sebagai soundtrack

Original song ini biasanya bentuk dan style-nya lebih kepada musik, artis, atau band yang sudah dibuat. Baik itu musik yang sudah pernah dibuat sebelumnya atau juga musik yang dibuat khusus untuk film itu,” ucap Aghi.

Beda fungsi

Aghi menjelaskan original song memiliki fungsi berbeda dengan original score meskipun sama-sama mengantarkan cerita.

Biasanya, ungkap Aghi, wujud original song adalah musik yang ada lirik, lagu.

Fungsi original song, bisa menjadi tema film, lagu yang keluar dari lingkungan gambar film yang biasa kita kenal dengan backsound, background music, atau bisa juga menjadi sebuah score juga.

"Ya, (original song) benar-benar mengantar adegan," ujar Aghi. 

Adapun original score, lanjut Aghi, lebih merupakan musik instrumental yang mengikuti timing sangat spesifik dalam adegan film. 

Fungsi score ini hanya untuk mengantarkan cerita film. 

“Apa pun yang tidak bisa dijelaskan dalam dialog atau ekspresi si aktor, itu kita bantu dengan music scoring,” ujar Aghi menyederhanakan peran scoring dalam film.

(Dari kiri) Komposer musik Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle ditemui di Rooftoosound di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
(Dari kiri) Komposer musik Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle ditemui di Rooftoosound di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Aghi Narottama merupakan salah satu komposer musik film ternama di Indonesia. Ia Bersama rekannya, Bemby Gusti yang juga pemain drum grup band SORE, mendirikan rumah produksi di bidang musik bernama Rooftopsound pada 2004.

Film pertama yang mereka tangani adalah Janji Joni karya Joko Anwar. Dari situ, mereka mendapat kepercayaan menangani scoring film Berbagi Suami karya Nia Dinata.

Setelah berjalan beberapa tahun, Tony Setiaji atau dikenal sebagai Tony Merle yang juga gitaris grup band The Brandals bergabung ke Rooftopsound pada 2007. 

Scoring yang dikawal trio ini tak sedikit yang masuk daftar nominasi Piala Citra dan membawa pulang piala.

Beberapa di di antaranya, Sang Kiai, Laura & Marsha, A Copy of My Mind, Pengabdi Setan, Kafir: Bersekutu dengan Setan, dan yang teranyar adalah Perempuan Tanah Jahanam.

 

=========
  M E N U   
=========
Kembali ke awal 
Pengantar cerita tentang scoring
Apa pentingnya scoring?
Para sutradara dan komposer bicara
Cara kerja scoring
Buat yang mau tahu teknis produksi
Agar scoring sesuai rencana...
Tips dan trik dari para sutradara dan komposer
Resonansi music scoring 
Bagian paling seru yang para pecinta film kudu tahu, mengupas scoring dari film Pengabdi Setan sampai Joker.

APA PENTINGNYA SCORING

CERITA, aktor, dan teknologi visualisasi boleh saja disebut sebagai penentu penilaian kualitas film.

Namun, tanpa ada sentuhan scoring dalam film, berbagai upaya menarasikan cerita dalam visual bisa ambyar.

Apa kata para pelaku di balik layar tentang pentingnya scoring?

Scoring music dalam film merupakan salah satu esensi terpenting, karena di situ adalah perwakilan rasa dan emosi film di mana bisa di-enhance atau diwakili oleh musik," ujar personel Rooftopsound, Bemby Gusti, di kantornya, Rabu (9/10/2019).

Adapun bagi Aghi Narottama, juga personel Rooftopsound, scoring tanpa disadari turut membangun cerita beriringan dengan film yang diiringi. .

Film scoring bisa dijelaskan sebagai musik yang bercerita,” ujar Aghi. 

Sementara itu, musisi Anto Hoed berpendapat scoring adalah sebuah dedikasi untuk menyertai film sebagai sebuah karya utuh, demi memberikan yang terbaik kepada penikmatnya.

Musisi Anto Hoed ditemui di studio musik di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Musisi Anto Hoed ditemui di studio musik di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

“Kita enggak cuma bicara musik atau film, music scoring adalah dedikasi penuh pada sebuah film. Kita harus menyertakan semuanya,” ucap suami Melly Goeslaw ini kepada Kompas.com saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Anto Hoed cukup banyak terlibat dalam proses scoring di Indonesia. Sebut saja, Ada Apa Dengan Cinta?, Tentang Dia, Heart, dan Ada Apa Dengan Cinta? 2. 

Adapun komika dan sutradara Ernest Prakasa, scoring merupakan hal yang sangat krusial tetapi tak boleh menjadi hal yang lebih menonjol dari suguhan gambar.

Keduanya harus dipadukan secara pas guna memberikan pengalaman yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

“Pengalaman audionya juga krusial banget, apalagi musiknya. Jadi tanpa sadar (scoring) membawa tujuan yang ingin dicapai oleh gambar itu, dimaksimalkan lagi oleh musiknya. Apakah pengin kasih rasa sedih, romantis, atau apa pun itu,” kata Ernest saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/10/2019).

Ernest Prakasa berpose di sela-sela media visit promo film Milly dan Mamet, di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Senin (17/12/2018). Ernest Prakasa menjadi sutradara dalam film drama komedi Milly dan Mamet ini.
KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Ernest Prakasa berpose di sela-sela media visit promo film Milly dan Mamet, di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Senin (17/12/2018). Ernest Prakasa menjadi sutradara dalam film drama komedi Milly dan Mamet ini.

Akan tetapi, Ernest memberi catatan bahwa scoring yang baik harus bersinergi dengan tujuan utama film, yakni menyampaikan sebuah pesan atau cerita dengan baik. 

Scoring yang baik itu bukan yang ketika (penonton) keluar ingat, 'Wah, scoring-nya bagus.' Jadi (scoring) kayak menonjol sendiri sebenarnya enggak bagus juga," tegas Ernest.

Menurut Ernest, scoring dan film harus benar-benar berpadu. Dia menyebut, ada beberapa film yang scoring-nya justru melampaui film yang didampingi saking bagusnya.

Garin menyebut bahwa scoring punya jasa besar dalam perkembangan dramaturgi merujuk pada teori Erving Goffman.

Pentingnya scoring dalam film juga diamini oleh sutradara Garin Nugroho.

Bahkan, Garin menyebut bahwa scoring punya jasa besar dalam perkembangan dramaturgi merujuk pada teori Erving Goffman.

Teori ini menyatakan, teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia. Dicetuskan pada 1959, Goffman menuliskannya dalam Presentation of Self in Everyday Life.

Dramaturgi merupakan pendalaman dari konsep interaksi sosial, yang menandai ide-ide individu yang kemudian memicu perubahan sosial masyarakat menuju era kontemporer.

Seiring waktu, dramaturgi disederhanakan sebagai sebuah keahlian atau teknik penyusunan karya dramatik.

Scoring kan punya banyak fungsi di dalam film ya. Tentu saja dia memberikan dan membangun apa yang disebut dramaturgi. Di luar dramaturgi ini, scoring juga membangun tempo dan rythm,” ucap Garin kepada Kompas.com via telepon, Senin (14/10/2019).

Dari situ, lanjut Garin, scoring membangun karakterisasi dalam film, relaksasi ke penonton, juga karakterisasi cara bertutur. 

Bagi Garin, scoring adalah cerminan peran seni musik yang melengkapi unsur-unsur lain dalam kesenian itu sendiri.

Karenanya, kata Garin, scoring dalam proses kreasi film tak perlu lagi diragukan peran dan fungsinya.

“Ya sebenarnya dalam hidup tuh ada dua yang penting, yakni bahasa tubuh dan dialog, serta musik. Nah, bahasa tubuh dan dialog pada seni akting, (sementara) musik memberikan unsur-unsur (dalam film) tadi. Jadi sangat penting sekali," ungkap dia. 

 

=========
  M E N U   
=========
Kembali ke awal 
Pengantar cerita tentang scoring
Apa itu scoring?
Dari salah kaprah soundtrack sampai detail tentang scoring
Cara kerja scoring
Buat yang mau tahu teknis produksi
Agar scoring sesuai rencana...
Tips dan trik dari para sutradara dan komposer
Resonansi music scoring 
Bagian paling seru yang para pecinta film kudu tahu, mengupas scoring dari film Pengabdi Setan sampai Joker.

CARA KERJA SCORING

DENGAN peran sebegitu penting, scoring tentu punya proses yang tak gampang. Tantangannya, membuat film benar-benar menjadi karya utuh untuk dinikmati.

Proses ini mulai dari praproduksi sampai upaya memastikan efektivitas resonansi scoring bagi para penonton film.

Scoring sangat berbeda dengan karya musik lain. Sama-sama musik, scoring tak bisa tampil dengan "ego"-nya.

Sajian scoring harus pula berkesinambungan dengan visual bergerak agar tujuan film dan resonansinya tepat sasaran dan sesuai konsep awal para sineas.

Oleh sebab itu, kepiawaian komposer musik bukan lagi personal, melainkan menyangga kebutuhan karya kolektif yang lebih besar. 

Tim scoring

Pada umumnya, tim scoring terdiri dari beberapa bagian. Berikut ini tim yang kerap menggubah scoring

Produser

Dia bertugas mempresentasikan ide awal scoring kepada anggota lain dalam tim. Selain itu, dia juga mengatur hal-hal di luar teknis dan musik, seperti penjadwalan dan kontrak kerja.

Produser harus pula menjaga timeline pekerjaan, antara deadline dan ritme proses pengerjaan sebuah scoring.

Music Director

Perannya adalah menjadi pengarah utama scoring dalam film. Gagasan-gagasan utama dan pengaplikasian scoring dalam film disampaikan oleh music director.

Music Composer

Inilah yang menyusun dan membuat scoring. Biasanya, komposer musik adalah gabungan beberapa pemusik yang mengisi instrumen atau unsur suara yang diperlukan dalam film.

Biasanya juga, posisi ini diisi musisi ansambel. Paling sering terdiri dari orkestra atau band, solois instrumental, dan paduan suara atau vokalis. 

Sound Engineer

Tugasnya merekam dan mendapatkan hasil suara terbaik untuk keperluan scoring.

Biasanya garapan sound engineer mencakup musik yang sudah ada, dialog, dan efek suara, serta sejumlah potongan orkestra, instrumental, atau karya musik lain.

Score Editor

Editor yang ini bertugas menyesuaikan atau menyunting scoring pada titik-titik tertentu kepada setiap adegan dalam film.

Target garapannya adalah meningkatkan narasi dramatis dan dampak emosional dari setiap adegan. Terkadang, Score Editor merangkap juga sebagai Sound Engineer.

Proses Pembuatan Scoring

Spotting atau Penempatan

Ketika hasil syuting telah selesai dirapikan, komposer akan ditunjukkan "potongan kasar" dari film tanpa harus menunggu pengeditan rampung.

Komposer  berdiskusi dengan sutradara atau produser tentang jenis musik apa yang diperlukan untuk film dalam hal gaya dan nada.

Sutradara dan komposer akan menonton seluruh film, mencatat adegan mana yang membutuhkan musik asli.

Selama proses ini, komposer akan membuat catatan waktu yang tepat sehingga ia tahu berapa lama setiap musik isyarat perlu bertahan, di mana itu dimulai, dan di mana harus berakhir.

Sinkronisasi

Saat menulis music scoring untuk film, salah satu tujuannya adalah untuk menyinkronkan peristiwa dramatis yang terjadi di layar dengan musik dalam scoring.

Ada banyak metode berbeda untuk menyinkronkan musik ke gambar. Ini termasuk menggunakan perangkat lunak untuk pengurutan dan juga untuk menghitung kesesuaian durasi musik dan gambar.

Written Track atau Penulisan Frasa Musik

Ini adalah metode penulisan bar musik dalam ketukan yang konsisten untuk menetapkan tempo yang konstan sebagai pengganti irama.

Seorang komposer akan menggunakan ini jika mereka berencana mengadakan pertunjukan secara live untuk keperluan scoring-nya. 

Setelah komposer mengidentifikasi titik-titik dalam film yang ingin disinkronkan dengan musik, mereka harus menentukan irama musikal sesuai dengan alur dan adegan dalam film.

Penulisan

Setelah sesi spotting selesai dan ketepatan waktu masing-masing musik isyarat sudah diisi, komposer kemudian akan mengerjakan penulisan score atau lembar musik yang berisi partitur.

Lamanya waktu komposer score bervariatif, tergantung pada jadwal pasca-produksi. Di Indonesia, seorang komposer biasanya memiliki waktu sekitar dua minggu hingga tiga bulan untuk menulis score. 

Konten musik dari scoring itu sepenuhnya tergantung pada jenis film yang digarap, dan emosi yang diinginkan sutradara untuk disampaikan melalui musik. 

Orkestrasi

Setelah score atau lembar musik selesai ditulis, komposer akan mengolahnya sedemikian rupa agar ansambel dapat memainkannya lewat instrumen masing-masing.

Bentuk dan tingkat orkestrasi tiap komposer dan film berbeda, bergantung kebutuhan masing-masing proyek.

Setelah proses orkestrasi selesai, lembaran musik secara fisik dicetak ke atas kertas oleh satu atau lebih penyalin musik dan siap untuk pertunjukan.

Rekaman

Ketika musik telah dikomposisi dan diatur, orkestra atau ansambel akan melakukan rekaman.

Sering kali juga, perekaman ini dilakukan seiring atau bersamaan dengan proses komposer score.

Tak jarang, sutradara akan berdiskusi dengan komposer sebelum syuting dimulai, sehingga memberikan lebih banyak waktu kepada komposer mengerjakan tugasnya atau bisa juga karena sutradara perlu untuk memotret adegan agar sesuai dengan scoring akhir. 

Komposer Tony Merle ditemui di Rooftopsound di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
Komposer Tony Merle ditemui di Rooftopsound di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Dalam praktiknya, scoring tak hanya dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar murni komposer musik.

Banyak pula pelaku scoring adalah musisi yang berangkat dari grup band. Ini hal yang biasa ditemukan baik di sini maupun di luar negeri. 

Di Indonesia, komposer yang juga membuat scoring antara lain Aghi Narottama, Tya Subiakto, Idris Sardi, dan Embie C Noer.

Adapun komposer score yang berangkat dari panggung musik praktis seperti band anta lain Tony Merle, Bemby Gusti, Anto Hoed, dan Aksan Sjuman. 

Di luar negeri, komposer musik yang menggarap scoring adalah Hans Zimmer, Alexandre Desplat, dan John Williams.

Adapun pemain band yang juga terlibat scoring antara lain Thom Yorke dan Jonny Greenwood dari band Radiohead serta Damon Albarn dari Blur.

 

=========
  M E N U   
=========
Kembali ke awal 
Pengantar cerita tentang scoring
Apa itu scoring?
Dari salah kaprah soundtrack sampai detail tentang scoring
Apa pentingnya scoring?
Para sutradara dan komposer bicara
Agar scoring sesuai rencana...
Tips dan trik dari para sutradara dan komposer
Resonansi music scoring 
Bagian paling seru yang para pecinta film kudu tahu, mengupas scoring dari film Pengabdi Setan sampai Joker.

AGAR SCORING SESUAI RENCANA...

SADAR bahwa pengerjaan scoring melalui proses yang rumit dan panjang, para komposer musik dan sutradara akan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tujuannya pasti agar scoring bisa selesai dengan maksimal. Berikut ini penuturan para pelaku scoring, dari sisi pembuat film dan komposer musiknya.

Penuturan pembuat film dan komposer akan menjadi sub-bagian tulisan tersendiri.

Kata para pembuat film

Ernest Prakasa yang kini diketahui sedang menggarap film berjudul Imperfect, mengatakan bahwa scoring pada film kelimanya tersebut sudah dimulai bahkan sejak sebelum skenario rampung.

Pria yang melejit ketika menjadi runner up musim pertama Stand Up Comedy Indonesia ini mengangkat Imperfect dari novel sang istri, Meira Anastasia, dengan judul yang sama.

Ernest dikenal sebagai sutradara yang kuat dalam penulisan skenario. Dia pernah menyabet beberapa piala penghargaan sebagai penulis skenario terbaik.

Untuk film yang yang dibintangi Jessica Mila dan Reza Rahadian ini, Ernest menggandeng musisi Ifa Fachir sebagai penata musik. Dia mengaku jatuh cinta dengan garapan Ifa dalam film Keluarga Cemara.

“Ini film pertama yang untuk scoringnya benar-benar (disiapkan) dari jauh-jauh hari banget bahkan sebelum syuting udah diskusi. Biasanya scoring dikerjain setelah syuting beres” ucapnya.

Bersama Ifa, Ernest melewati serangkaian tahapan dalam mengemas scoring filmnya. Dari mulai menyamakan visi, mengumpulkan referensi, hingga menyatukan ide mereka masing-masing.

“Baca skenario, terus diskusi soal menyamakan selera. Lalu, kita menyamakan plan, menyamakan visi. Kayak gini kira-kira warna musiknya. Menyamakan juga proses kreatifnya, jadi step by step-nya begini,” ucap Ernest.

Dia menyebutkan proses menabung referensi sebagai mendengarkan semua scoring film yang dirasa dapat menjadi kiblat, sekalipun bukan untuk dijiplak juga.

"Jadi kita saling bertukar referensi aja. (Misal), gue suka filmnya Robert de Niro terus ada Secret Life of Walter Mitty terus ada The Holiday. Dia (Ifa) ngasih gua references balik. Jadi prosesnya kayak gitu sampai kita ketemu kurang lebih ranges-nya di mana,” ungkap dia.

Sutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).
KOMPAS.com / DINO OKTAVIANO
Sutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

Sementara itu, Garin Nugroho punya buku panduan khusus yang menjadi konsumsi pribadinya dalam setiap menggarap film. Kata Garin, buku yang ia sebut buku putih itu juga mengatur tata cara menjaga konsep film dan scoring bisa saling bersinergi. 

“Ya kalau saya biasanya sudah punya buku, semacam buku putih, buku panduan dari jenis film itu, genre film itu, karakter film itu, karakter warnanya, bahkan kemudian cara tuturnya dan bahkan reference-reference-nya, sangat lengkap saya panduannya,” ucap Garin. 

Dengan buku itu, Garin merasa lebih mudah memberi brainstorming kepada komposer musik agar bisa membuat scoring yang mumpuni dan menjadi jembatan penghubung antara narasi, deskripsi, dan ekspresi lewat resonansi yang digaungkan oleh scoring itu.

“Panduan itu tinggal diberikan kepada pemusik. Jadi, panduan itu mengandung banyak reference dan sebagainya, pemusik bisa ambil dari situ, lalu langkah berikutnya melakukan diskusi,” tambah Garin.

Sadar tiap film butuh sentuhan yang berbeda dalam hal scoring, Garin mengumpulkan referensi sebanyak-banyaknya. Terlebih lagi, setiap film juga punya gaya bertutur yang berbeda.

Meski tak banyak membumbui setiap adegan, scoring untuk film Kucumbu Tubuh Indahku bisa dibilang mampu menghidupkan memori penonton terhadap sejarah. 

Contohnya, film Kucumbu Tumbuh Indahku yang mewakili Indonesia di Piala Oscar 2020 untuk kategori feature film, Garin menggali relasi memori dan zaman lewat scoring yang disajikan dalam film itu. 

Meski tak banyak membumbui setiap adegan, scoring untuk film Kucumbu Tubuh Indahku bisa dibilang mampu menghidupkan memori penonton terhadap sejarah. 

“Sehari-hari tapi juga puitis ya. Musiknya menjadi simpel tapi efisien dan efektif. dan sangat terseleksi. Yang paling penting, seluruh instrumen dan lagunya membawa memori sejarah," ungkap Garin.

Di film ini, dia menggandeng Mondo Gascaro untuk menggarap music score-nya. Garin memuji kepiawaian Gascaro dalam membawa memori orang kepada peristiwa tertentu.

Untuk menyiasati kebuntuan yang bisa saja menyambangi komposer, Garin mengaku menggunakan cara terus menggaungkan tujuan film itu dibuat.

Garin mengibaratkan, proses memperkuat lagi tujuan pembuatan film tersebut ibarat membaca peta.

"Oh, tujuannya ke A. (Ketika) batasannya roboh, ya berarti kita harus pakai cara lain. Dalam editingnya disebut rewriting, penulisan kembali. Music score juga menghidupkan kembali sebetulnya, menghidupkan kembali si naskah itu,” ucap Garin.

Dari pengalaman selama ini, Garin menyebut scoring paling rumit yang pernah dia temui adalah dalam penggarapan film Setan Jawa.

Garin menyebutkan lagi, scoring punya kemampuan bertutur (story telling), dramaturgi, tempo, rythm, dan karakterisasi. 

Dari pengalaman selama ini, Garin menyebut scoring paling rumit yang pernah dia temui adalah dalam penggarapan film Setan Jawa.

Film bisu yang diiringi orkestra musik gamelan secara live garapan Rahayu Supanggah ini memberi tantangan dalam merangkum tutur nada gamelan menjadi lebih singkat.

“(Paling rumit) karena menggabungkan orkestra dari berbagai negara, dari Berlin, Melbourne, lalu Belanda. Tahun depan dengan Paris Orchestra," tutur Garin.

Kerumitan semakin menjadi karena alat musik yang digunakan adalah gamelan. Bila rata-rata minimal waktu pertunjukan musik gamelan adalah 10-15 menit, scoring film ini mengharuskannya menjadi penampilan berdurasi 1-2 menit saja. 

Kata para komposer

Musisi Anto Hoed menjadikan diskusi sebagai cara utama untuk memecah kebuntuan yang ada saat proses scoring. Dengan cara itu, kata dia, tantangan yang ada niscaya bisa dituntaskan.

“Ngobrol sama director (sutradara) sih, design production maunya kayak apa. Mau buat ini kira-kira cocok enggak. Diskusi panjang, enggak sekali jadi. Bisa aja sih sekali ngobrol, cuma saya kurang puas,” ucap Anto Hoed.

Agar sentuhan tangan komposer bisa pas mengena pada visual, Anto Hoed akan mempelajari film yang akan ia garap scoring-nya. 

Anto melanjutkan, pada tahap awal, konsep scoring dibuat tidak per adegan. Musik itu disusun dulu dari hulu ke hilir secara komprehensif.

“Kita harus tahu film ini apa, berapa scene yang harus diberi musik, apakah musiknya harus selebar itu, apakah kita perlu memakai sebuah orkestra di sebuah adegan," ujar Anto tentang apa saja yang dia pelajari sebelum membuat scoring.

Anto melanjutkan, pada tahap awal, konsep scoring dibuat tidak per adegan. Musik itu disusun dulu dari hulu ke hilir secara komprehensif.

"Jangan sampai di belakang malah kempes," ujar dia.

Film Heart garapan sutradara Hani Saputra, disebut Anto sebagai film yang paling menantang dalam pembuatan scoring yang pernah dia lakukan. Dia pun mengaku banyak berdiskusi dengan Hani dan Mira Lesmana dalam penggarapannya.

Sementara itu, para komposer musik film yang tergabung dalam Rooftopsound menyebut bahwa setiap film punya tantangan berbeda. Karenanya, masing-masing scoring juga punya tingkat kerumitan yang relatif sama.

“Semua sulit, tergantung kebutuhan film itu. Ada penyesuaian alur dan semacamnya. Kita juga baca script, diskusi sama sutradara, agar tahu betul musik yang mau kita buat sepeti apa. Jangan sampai musik itu mengalahkan karakter filmnya,” ucap Bemby Gusti.

Oleh sebab itu, diskusi dengan sutradara sebagai dalang utama dalam sebuah film menjadi begitu krusial untuk dilakukan.

Proses penyampaian tujuan, pesan dan keinginan sutradara saat membuat film harus bisa diserap dengan baik oleh komposer musik sebelum mengerjakan scoring.

“Musik dalam film justru harus memberi nyawa pada film itu sehingga scoring musik bisa semakin menghidupkan audio dan visual dalam film,” tambah Bemby. 

Tony Merle menegaskan, film adalah kerja kolektif dan scoring dibuat untuk film. 

"(Karenanya), semua harus berjalan sesuai porsi masing-masing, enggak bisa kita saling mendahului. Itu yang membuat scoring film menjadi berbeda,” ujar Tony Merle.

Proses revisi juga bukan hal yang tak mungkin terjadi dalam scoring. Terlebih lagi bila proses saling bertukar pikiran dan ide tak berjalan baik di antara sutradara dan komposer. 

Scoring bisa dirombak lagi kalau masih ada yang kurang pas. Bisa saja durasi scoring untuk adegan tertentu yang dituju enggak sesuai, bisa kelebihan atau kurang 1 detik dan itu harus diantisipasi,” ucap Tony Merle.

Menurut para komposer rumah produksi musik Rooftopsound, Sutradara Joko Anwar adalah orang yang paling detail sejauh ini yang pernah mereka temui selama menggarap puluhan film.

Bagi para komposer ini, semakin detail seorang sutradara maka akan makin mudah mereka tahu apa yang harus dilakukan. 

“Kerja sama dengan sutradara dalam membuat scoring itu mutlak. Karena scoring dalam film enggak bisa berjalan sendiri,” tegas Aghi Narottama. 

Video di bawah ini, misalnya, dibuka dengan obrolan antara Joko Anwar dan para komposer music scoring untuk film Gundala.

 

 =========
  M E N U   
=========
Kembali ke awal 
Pengantar cerita tentang scoring
Apa itu scoring?
Dari salah kaprah soundtrack sampai detail tentang scoring
Apa pentingnya scoring?
Para sutradara dan komposer bicara
Cara kerja scoring
Buat yang mau tahu teknis produksi
Resonansi music scoring 
Bagian paling seru yang para pecinta film kudu tahu, mengupas scoring dari film Pengabdi Setan sampai Joker.

RESONANSI MUSIC SCORING

RASA cemas, ceria, senang, tak nyaman, atau terungkitnya memori dalam kepala sangat mungkin tergali berkat alunan scoring yang ada di dalam film. 

Dari film horor dalam negeri sampai Joker yang kontroversial punya sederet sajian scoring yang bikin merinding saking bagusnya. Poinnya, rasa pemirsa terbawa.

Film horor Pengabdi Setan (2017) garapan sutradara Joko Anwar, misalnya. Menyabet berbagai penghargaan, film ini harus diakui memiliki music scoring yang apik

Piala Citra 2017 untuk kategori Penata Musik Terbaik pun disabet film ini.

Nama-nama seperti Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle adalah orang yang berada di belakang scoring tersebut. 

Kepada Kompas.com, mereka mengaku banyak melakukan eksperimen selama menggarap scoring untuk Pengabdi Setan.

Nada rendah itu dimasukkan untuk menghadirkan rasa tidak nyaman dan was-was kepada penonton.

Tony Merle mengatakan, ia dan teman-teman dari Rooftopsound memberikan beberapa lapis musik dalam scoring-nya. 

Salah satunya, kata Tony, adalah dengan memasukkan nada rendah yang tak bisa didengar secara gamblang oleh telinga manusia tetapi memberi dampak.

Nada rendah itu dimasukkan untuk menghadirkan rasa tidak nyaman dan was-was kepada penonton. Tujuannya tentu adalah untuk membangun atmosfer horor yang kuat.

Lalu, eksperimen lainnya dalam film Pengabdi Setan adalah original song berjudul Kelam Malam yang sempat menjadi perbincangan hangat penikmat film Tanah Air. 

Tony Merle dan istrinya Aimee Saras adalah orang yang berada di balik proses pembuatan lagu itu melalui band mereka yang bernama The Spouse. 

Tony mengatakan lirik lagu itu ditulis oleh Joko Anwar. Tony mengaku lagu Kelam Malam sedianya dibuat sebagai lagu romantis.

“Tapi entah kenapa setelah kita sandingkan ke dalam film Pengabdi Setan jsutru menjadi begitu creepy,” ucap Tony Merle. 

Bahkan, lanjut Tony, sang istri sempat tak mau lagi menyanyikan lagu karyanya sendiri itu karena nuansa yang terasa berubah setelah menjadi original song di film Pengabdi Setan.

Eksperimen serupa, ungkap Tony, juga dia lakukan pada scoring di film Perempuan Tanah Jahanam yang baru saja tayang di bioskop-bioskop Indonesia. 

Tata musik Perempuan Tanah Jahanam juga memiliki beberapa lapis scoring dalam banyak adegan di film yang diperankan oleh Tara Basro tersebut.

Tiap layer scoring-nya terdengar punya kesan dan impact yang berbeda bagi psikologis penonton. 

Lagi-lagi, original song di film Perempuan Tanah Jahanam pun menyodorkan suasana seram, seperti dapat disimak di video di bawah ini:  

Distorsi yang sayup-sayup dengan lantunan suara Aimee Saras yang redup juga membuat lagu romantis ini menguatkan jalannya cerita film Perempuan Tanah Jahaman.

Memori penonton seolah tergali lewat lagu yang sarat dengan nuansa jadul ini. 

Scoring yang bikin merinding

Lalu film Indonesia mana lagikah yang punya karakter scoring berkualitas?

Para komposer seperti Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Tony Merle punya jawaban yang sama, yaitu film Pengkhianatan G 30 S PKI besutan sutradara Arifin C Noer.

Film yang dirilis pada 1984 ini memang sangat menempel di ingatan terutama bagi mereka yang tumbuh besar di era 80-an hingga 90-an.

Scoring dalam film G 30 S PKI mampu membuat orang tetap bertahan dengan rasa cemas selama 271 menit durasi pemutarannya.  

Music score film ini pun sangat memorable. Scoring dalam film G 30 S PKI mampu membuat orang tetap bertahan dengan rasa cemas selama 271 menit durasi pemutarannya.  

Embie C Noer adalah sosok bertangan dingin di balik music scoring film tersebut. Ia adalah orang yang meramu berbagai scoring untuk mengisi tiap adegan narasi sejarah yang masih abu-abu dalam film itu. 

“Dari Indonesia saya suka scoring film G 30 S PKI. Itu salah satu musik yang enggak pernah lepas dari kepala saya dan menghantui,” ujar Aghi Narottama. 

Scoring film Pengkhianatan G 30 S PKI memang punya karakter yang begitu kuat.

Bayangkan saja, gara-gara film ini banyak orang percaya bila memasuki ruang interogasi akan disuguhi ruangan berisi mesin ketik dan pencahayaan dari lampu gantung.

Meski terasa anomali, suara seruling ini memang memberi kesan mencekam.

Dramatisasi tersebut begitu nyata di kepala mereka yang telah menonton film lawas dan kontroversial tersebut ya karena scoring yang kuat. 

Embie C Noer menyisipkan pula sentuhan lain berupa suara instrumen seruling di film tersebut. Meski terasa anomali, suara seruling ini memang memberi kesan mencekam.

Tony Merle pun mengungkapkan pendapat senada. Menurut dia karya ini juga membuat dia menggemari Embie C Noer sebagai komposer musik film dari Indonesia. 

“Terlepas dari film ini dipakai sebagai propaganda atau tidak oleh pemerintah saat itu, kalau kita melihat dalam konteks film dan scoring-nya, film ini the best,” ucap Tony Merle. 

Terbukti juga, scoring film ini pun masuk nominasi Piala Citra 1984 kategori Tata Musik Terbaik.

Music scoring tak hanya memperkuat atmosfer film, tetapi juga memperkuat karakter tokoh di dalam film. 

Misalnya, karakter Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger dalam film Batman: The Dark Knight (2008).

Dalam film garapan Christopher Nolan itu, sosok Joker lekat dengan theme song “Why So Serious” yang digubah oleh komposer musik Hans Zimmer.

Tiap kali sosok Joker muncul dalam film The Dark Knight, lagu selalu mengiringi sosok Joker sebagai backsound-nya.

Permainan string section dengan grafik yang terus naik begitu kuat terasa, ditambah dengan komposisi tabuhan drum serta perkusi di dalamnya.

Kesan penjahat kelas kakap dengan pemikiran rumit dan culas semakin sempurna terbentuk pada karakter Joker di film itu.

Teranyar, film Joker garapan sutradara Todd Phillips yang baru saja tayang pada 2 Oktober 2019 juga memantik perbincangan para komposer musik. 

Di tengah berbagai kontroversi yang ditimbulkannya, film Joker membungkam para pengritik dengan menjadi film terlaris selama Oktober.

Baca juga: Bercermin dari Joker, John Nash, dan 13 Reasons Why soal Kita dan Gangguan Kesehatan Jiwa

Di luar akting Joaquin Phoenix sebagai Joker yang luar biasa serta penggarapan ciamik oleh Todd Phillips, elemen tata musik Joker juga memiliki peran besar untuk membangun sihir film itu.

Namun, elemen tata musik dianggap turut membangun sihir film ini. Sosok komposer musik asal Islandia, Hildur Ingveldardóttir Guðnadóttir adalah orang yang berjasa di balik semua ini.

Permainan string section cello yang dimainkan Hildur menyulap berbagai pengalaman kelam Arthur Fleck menjadi begitu nyata. Harus diakui, alunan nada ini merasuki alam pikiran para penonton untuk turut merasakannya. 

Salah satu contoh nyatanya adalah ketika Joker menari dengan ekspresif dan penuh penghayatan di kamar mandi.

Tarian kontemporer penuh lekuk unik yang dilakukan Joaquin Phoenix tak akan bisa terdeskripsikan dengan baik tanpa setuhan scoring Hildur Guðnadóttir.

Resonansi gesekan cello Hildur membawa kesan bahwa tarian itu adalah curahan dari dalam jiwa Joker yang begitu dingin dan gelap.

Dalam lagu tema berjudul Bathroom Dance itu, suara cello yang dimainkan Hildur seolah memberi nyawa pada tarian Joker.

Resonansi gesekan cello Hildur membawa kesan bahwa tarian itu adalah curahan dari dalam jiwa Joker yang begitu dingin dan gelap.

Atau salah satu bagian scoring lainnya dalam film Joker adalah adegan ketika Arthur Fleck menari kegirangan di antara ratusan anak tangga. 

Dalam adegan itu, Arthur Fleck telah mengenakan setelan jas merah lengkap dengan rias badut khas Joker dan cat rambut berwarna hijau yang menjadi ciri khasnya. 

Irama musik yang penuh denyut ceria sangat memberi nyawa gerakan ekspresif Joker.

Pemilihan lagu “Hey Song - Rock N Roll part 2” milik Gary Glitter terasa amat pas untuk mengiringinya. 

Lagu “Hey Song” yang hanya terdapat lirik kata “Hey” membuat tarian ceria sang badut Joker terlihat seutuhnya tanpa terganggu lirik dari lagu pengiringnya. 

Dalam adegan ini, perpaduan antara adegan dan musik pengiring menjadi titik krusial ketika Arthur Fleck untuk pertama kalinya merasakan kebahagiaan dengan karakter dan sifat Joker.

Seolah, tanpa kata, tak malu-malu lagi Arthur Fleck meneriakkan, “Inilah aku, Joker!”

Sudah lebih paham apa itu scoring dan daya magisnya bagi setiap film yang diiringinya? Semoga....

 

 =========
  M E N U   
=========
Kembali ke awal 
Pengantar cerita tentang scoring
Apa itu scoring?
Dari salah kaprah soundtrack sampai detail tentang scoring
Apa pentingnya scoring?
Para sutradara dan komposer bicara
Cara kerja scoring
Buat yang mau tahu teknis produksi
Agar scoring sesuai rencana...
Tips dan trik dari para sutradara dan komposer

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.