Jubing Ber-"Fantasy" Lagi Lewat Gitar

Kompas.com - 25/06/2008, 22:48 WIB
Editor

JAKARTA, RABU - Gitaris papan atas Jubing Kristianto dalam waktu dekat akan meluncurkan album gitar keduanya, Hujan Fantasy, Exploring Solo Acoustic Guitar Music II. Album Hujan Fantasy, dalam bentuk CD (compact disc), ini hadir setelah sukses Becak Fantasy, yang dilansir Mei 2007.

"Peluncuran album Hujan Fantasy akan saya laksanakan 16 Juli 2008 mendatang di Bentara Budaya Jakarta. Di acara itu ada keterangan pers dan konser solo gitar saya," kata Jubing, Rabu (25/6).

Pada album kedua ini, Jubing, gitaris kelahiran Semarang 42 tahun lalu, memperkenalkan permainan gitar akustik yang mengalir, lincah, dan tak terduga. Tidak terduga karena Jubing dengan mudah beralih dari nada mayor ke minor atau mengalihkan permainan gitar petik menjadi gitar kocok dan dinamis dengan tetap memelihara melodi.
 
Jubing membuka album tersebut dengan lagu Aku Cinta Dia (Adjie Soetama), yang beken dinyanyikan almarhum Chrisye. Ia kemudian meloncat ke lagu kedua, Bengong Jeumpa, lagu rakyat Aceh yang sangat terkenal se-Nusantara, bahkan sampai ke semenanjung Malaysia. Jubing membuat intro maupun koda Bengong Jeumpa dengan irama padang pasir. Alunan gitarnya menjadi persis seperti gambus. Lagu inipun sebenarnya layak diunggulkan dari album tersebut.

Dalam Bengong Jeumpa, suami dari penulis cerita anak-anak Reny Yaniar ini menampilkan teknik "gitar betot". Bahkan, nada harmonik yang dihasilkan dengan tidak memetik senar seutuhnya itu dipadu dengan teknik memukul-mukulkan ibu jari ke bas sehingga menimbulkan efek khusus. Pelan nyaris hilang, tetapi kemudian bergelegak lagi. Belum lagi, Jubing memukul badan gitar sambil mengocok gitar sehingga menghasilkan suara tabla dan meningkahinya dengan petikan tremolo yang bergetar.
 
Tidak pelak lagi, sesuai judul albumnya, Hujan Fantasy, Jubing mengunggulkan komposisi Hujan, lagu anak karya mendiang Ibu Soed. Anak-anak Indonesia mungkin sudah sangat akrab dengan lirik, "Tik tik tik bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira….” Lagu sederhana itulah yang diunggulkannya, lebih di atas lagu-lagu lain seperti Every Breath You Take (ciptaan Sting), I Wanna Hold Your Hand (John Lennon/Paul McCartney), dan bahkan Bohemian Rhapsody (Freddie Mercury).

Dalam Hujan Fantasy, Jubing mengaransemen sekaligus memainkan lagu tersebut menjadi sebuah keajaiban sekaligus fantasi. Persisnya, keajaiban bunyi alat musik berdawai bernama gitar dan fantasi yang mengajak kita masuk ke dunia masa silam. Lagu itu menjadi indah, tetapi dengan teknik permainan yang amat rumit. Jubing mengeksplorasi enam dawai gitar dari nada tertinggi sampai nada terendah sedemikian cepat, tetapi nada-nada yang dihasilkannya tetap mengalir bening.

Pada Hujan Fantasy ada teknik harmonik. Bahkan, lagu yang bernada mayor tersebut tiba-tiba saja tergelincir menjadi bernada minor. Melankolik sekali jadinya. Dengan gaya komponis Fernando Sor, yang biasa disajikan oleh duo John William dan Julian Bream, Jubing mengakhiri Hujan Fantasy dengan meremas-remas gitar akustiknya sampai kemudian fade away atau mengilang dari pendengaran.

Kalau ingin mengagumi permainan gitar akustik sesunggunhnya dengan aransemen menawan, dengarlah lagu Bohemian Rhapsody, yang kondang dinyanyikan oleh Freddie Mercury dari Queen. Telah banyak pemusik mengaransemen lagu itu dan memanggungkannya dalam festival dan resital gitar. Untuk yang satu ini, Jubing boleh dibilang mempertontonkan kehebatannya yang paling tinggi dalam teknik bermain akustik.

Masih banyak lagu lainnya, seperti Madu dan Racun, sebuah lagu yang meledak pada pertengahan 1980-an lewat vokal Arie Wibowo. Jubing memainkannya dengan irama sedikit ndangdut, meski tentu saja irama dangdut paling santer terdengar pada lagu Pengalaman Pertama, lagu dangdut yang dibawakan penyanyi A Rafiq.

Pada lagu Gundul-gundul Pacul, yang direkam secara live saat konsernya di sebuah mal di Yogyakarta, Jubing ditemani perkusionis Suryadi Plenthe. Lagu anak-anak gubahan RC Hardjasoebrata itu disulap menjadi sebuah komposisi asyik yang banyak mengundang tepuk tangan para penonton.

Di bawah ini 15 lagu dalam album Hujan Fantasy, yang direkam oleh Indo Music:
1. Aku Cinta Dia
2. Bengong Jeumpa
3. Once Upon A Rainy Day
4. Hujan Fantasy
5. Bohemian Rhapsody
6. Madu dan Racun
7. Astaga
8. Every Breath You Take
9. Moonrise
10. Windbells
11. Rickshaw
12. Gundul-gundul Pacul
13. Ye Liang Tai Wo Tie Sien
14. I Wanna Hold Your Hand
15. Pengalaman Pertama



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X