Bermula dari Rasa Bersalah Bimbim

Kompas.com - 04/01/2009, 01:18 WIB
Editor

Lembaga swadaya yang bernama Recovering Slankers di Gang Potlot III/14, Duren Tiga, Jakarta Selatan, ini bermula pada tahun 2002 dari rasa bersalah Bimbim—penabuh drum grup musik Slank, setelah dirinya sembuh dari ketergantungan pada narkoba jenis putau.

”Sebagai idola para Slankers, Bimbim yang dulu pemakai narkoba, ditiru penggemarnya. Banyak penggemar yang jadi pemakai, sehingga ketika Bimbim sembuh, ia merasa bersalah pada mereka,” tutur Bunda Iffet.

”Bimbim bertanya, bisa enggak Ma, mengobati mereka tanpa bayar?” ujar Bunda Iffet, menirukan Bimbim. Maka dibikinlah upaya rehabilitasi untuk para Slankers yang terkena jerat narkoba, mengetes mereka, serta membawa mereka ke kesembuhan.

”Dari tahun 2002 sampai sekarang, sudah ratusan Slankers kita rehab dari ketergantungan obat. Tahun 2007 ada 100 orang yang minta direhab, dan tahun 2008 lebih dari 100 orang,” tutur sang Bunda pula.

Setelah berhasil sembuh, mereka pun tak dibiarkan begitu saja. ”Kita bentuk kegiatan untuk teater, musik, juga kursus audio- visual dari Pemda DKI sehingga mereka akhirnya malah bisa menghasilkan film dokumentasi tentang ODHA (Orang dengan HIV/AIDS),” tutur Bunda.

Dan kisah nyata tentang diri mereka yang sudah difilmkan itu, kata Bunda Iffet, sudah diputar di studio Blitz, Jakarta.

Pengobatan gratis tentu butuh biaya besar. Dari sumbangan pemerintah kah? Ternyata tidak demikian. Semua biaya diambil dari penghasilan Slankers.

”Swadaya, setiap kali kita sisihkan 2,5 persen dari total fee Slank. Setelah dipotong 2,5 persen, baru dibagi untuk penghasilan Slank,” tutur Bunda Iffet pula.

Kegiatan Recovering Slankers ini juga melibatkan seorang dokter yang gigih menyembuhkan mereka yang terjerat narkoba, dokter Aisah Dahlan, dokter di Rehabilitasi Bhayangkara, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

”Dia sungguh gigih lantaran anaknya juga pernah kena,” tutur Bunda pula. Slankers yang sudah sembuh dari kecanduan narkoba sering dibawa keliling oleh dokter Aisah dalam kampanye antinarkoba. Mereka tampil di depan umum sebagai ”role model” orang yang sudah sembuh dari narkoba, di dalam berbagai acara penyuluhan. Bravo. (sha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.