Adegan Bugil, Andi Soraya Dibayar Mahal

Kompas.com - 28/01/2010, 15:56 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis Andi Soraya kembali beradegan panas di film terbarunya, Hantu Puncak Datang Bulan. Untuk bisa melakoni adegan itu, dia mengaku memang butuh keberanian. 

"Memang di sini (film tersebut) banyak adegan syur, tapi saya kan pilih karena melihat jalan ceritanya juga yang sangat berbeda. Butuh keberanian," ucap Andi Soraya saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta, Kamis (28/1/2010)

Artis yang pernah berseteru dengan Catherine Wilson itu mengaku merasakan ada sesuatu yang berbeda di film ini ketimbang film-film yang dibintangi sebelumnya. "Bisa dibilang, ini film pertama saya yang beda, yang cukup kontroversial."

Maksudnya? "Sebelumnya saya enggak pernah buka baju, tapi itulah totalitas yang saya berikan dalam berakting," katanya. "Apa yang telah saya lakukan itu sebenarnya hal yang biasa sehari-hari, tapi saya ingin penonton melihat dari segi aktingnya," lanjut perempuan yang akrab disapa Aya ini.

Hmm.... Apa tak khawatir aksi beraninya itu akan mendapatkan teguran dari MUI? "Mudah-mudahan artisnya enggak dicekal. Ini filmnya untuk orang dewasa, 17 tahun ke atas. Ada badan sensor yang sangat teliti, jadi enggak perlu ada yang dikhawatirkan," terangnya.

Omong-omong, berapa sih bayaran sampai rela memperlihatkan lekuk tubuh indahmu? "Ya memang harus dibayar mahal, Andi Soraya!" jawab Aya sambil menyebut namanya dengan bangga, tanpa mau menyebut nilai nominal bayarannya. (C9-09)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X