Kusye D'Bodors Kehilangan Dua Sahabat - Kompas.com

Kusye D'Bodors Kehilangan Dua Sahabat

Kompas.com - 08/05/2010, 19:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kusye, anggota kelompok lawak D'Bodors, menjadi personel terakhir yang masih tersisa, setelah rekannya Raden Achmad Yusuf Wargapranata (70) alias Abah Us Us wafat pada Sabtu (8/5/2010) setelah divonis menderita darah tinggi dan jantung.   

Saat mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman keluarga di Cirengot, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cinambo, Ujung Berung, Bandung Timur, pada Sabtu (8/5/2010) siang, Kusye tak kuasa menahan tangis.

Berkali-kali ia menyeka air matanya. Bahkan, Kang Ibing, teman sesama pelawak, sempat mengingatkan kerabat dan teman dekat untuk tidak menangisi kepergian orang yang dicintai. "Tolong jangan tangisi Abah. Nanti kasihan Abah," serunya memecah suasana penuh haru.

Bagi Kusye, bukan perkara mudah untuk begitu saja melepaskannya. Baru 40 hari lalu, tepatnya 29 Maret 2010, rekannya di D'Bodors, Uyan Suryana atau yang lebih populer dengan panggilan Yan Asmi 'pergi' terlebih dahulu di usia 51 tahun.  Yan, diketahui terkena stroke dan menderita penyakit liver.

Kepergian dua sahabatnya dalam waktu yang begitu cepat membuat Kusye berduka. "Kemarin kita sempat akan ngisi acara talkshow tapi batal karena Yan meninggal, terus kemarin kita juga sempat diundang acara Zona Memori sekalian mengenang Yan Asmi, tapi enggak kesampaian juga karena Abah sekarang meninggal," katanya.

Di mata Kusye, tak hanya sebagai teman bobodoran (melawak), Abah Us Us juga sudah dianggap sebagai orang tuannya sendiri.   "Beliau sudah saya anggap guru dan bapak saya sendiri," kata Kusye.

D'Bodors dengan formasi Kusye, Abah Us Us dan Yan Asmi terbentuk pada tahun 1983. Sebelumnya, D'Bodors terbentuk di tahun 70an dan digawangi Abah Us Us, Yus Yusuf dan Rudi Jamil.   

Dengan formasi Kusye, Abah Us Us dan Yan Asmi, gaya lawakan mereka cukuplah berbeda. Tak hanya menghadirkan guyonan jenaka lewat kata-kata tapi juga lewat lagu dan gerak. Ambil contoh lagu, 'Gadis Manis Bau Jengkol" dan "Cinta Siku-siku', dari judul saja orang sudah bisa mengira bahwa lagu yang dibawakan pastinya mengandung humor yang cerdas.  

Sebagai personel yang paling sepuh, gaya lawakan Abah memang sudah teruji. Jejak pengalaman yang panjang, membuatnya cukup mencolok. Terlebih di setiap aksinya, Abah selalu tampil dengan memasang peniti berukuran besar, yang kemudian menjadi ciri khasnya.  "Abah itu, orang tak pelit berbagi," katanya.

Di tengah kesedihan lantaran kepergian Abah Us Us, terselip perasaan bahagia di hati Kusye. "Kemarin Abah baru mendapat penghargaan dari FFB (Forum Film Bandung). Itu penghargaan terbesar dalam karier Abah sebagai seniman," ujar Kusye bangga.

Bersama aktris senior Nani Wijaya, Abah Us Us diganjar penghargaan "Lifetime Achievement" dari FFB pada ajang Festival Film Bandung yang dilangsungkan pada 23 April lalu. (EH)


Editor

Close Ads X