Spiritual Bali dalam "Eat, Pray, Love"

Kompas.com - 04/10/2010, 23:02 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Sisi spiritual Bali dalam film "Eat, Pray, Love" yang diputar perdana di Indonesia, Senin (4/10) malam, membuat penonton terkesima. Penonton sangat terkesan dengan film yang dibintangi Julia Roberts dengan penggambaran Bali yang sangat indah. Sukses "Eat, Pray, Love" diharapkan semakin meningkatkan popularitas Bali di dunia, termasuk Amerika Serikat.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan hal itu, Senin (4/10) malam sebelum menyaksikan pemutaran perdana di Epicentrum Studio 2 Kuningan, Jakarta Selatan. Saya menyaksikan pertama kali waktu pemutaran perdana di Jepang. S ambutan penonton sangat luar biasa dan terkesima dengan keindahan dan sisi spiritual Bali, katanya.

Jero Wacik berharap, popularitas film yang digarap Sony Pictures Entertainment ini, sudah diputar di Amerika, Jepang, dan Eropa, dan kini di Indonesia, diharapkan berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, yang tahun 2010 ini ditargetkan 7 juta wisatawan mancanegara.

Menurut dia, film dan pariwisata ibarat dua sisi mata uang. Agar garapan film menjadi berkualitas, membutuhkan lokasi pengambilan gambar yang indah, menarik, dan unik. Dengan ditayangkannya film Eat, Pray, Love yang berlatar belakang obyek wisata, akan menjadi sarana promosi yang efektif untuk menggugah masyarakat penonton agar di kemudian hari datang ke lokasi pengambilan gambar film atau ke Bali, tandas Jero Wacik.

Sebuah film yang berlatar belakang keindahan bawah laut Indonesia, di Kepulauan Raja Ampat, Papua, juga menarik produser film asing. Menurut rencana, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, tahun depan Tim Adventure Line Production (Perancis) akan membuat film permainan petualangan (survivor) berjudul Kohlanta , dengan mengambil latar belakang keindahan alam dan budaya di Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Jero Wacik menjelaskan, setiap tahun permohonan untuk memanfaatkan lokasi pengambilan gambar film di Indonesia mencapai lebih dari 100 judul film dokumenter. Pembuatan film tersebut dilakukan sejumlah televisi dan perusahaan film internasional, di antaranya dari Perancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Berdasarkan izin pengambilan gambar yang dikeluarkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah tim yang terdaftar merekam potensi alam dan budaya Indonesia selama tahun 2009 sebanyak 115 tim. Sedangkan hingga bulan September 2010 ini tim yang telah melakukan pengambilan gambar di Indonesia tercatat sebanyak 86 tim. Di antaranya dari BBC, TV France, NHK Jepang, TV NDR Jerman, Invinity Vision Inggris, Chann el 9 Australia, TV Espana Spanyol, dan Discovery, serta National Geographic Channel.

Melihat potensi besarnya minat pembuat film asing ini, selama lima tahun terakhir, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI melakukan promosi lokasi pengambilan gambar di Indonesia secara intensif. Bersama masyarakat perfilman, promosi dilakukan di berbagai festival film, pameran dan pasar film, antara lain Hongkong Film Mart, March du Film Cannes, Berlin Film Festival, dan Asian Film Market di Fusan, Korea Selatan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.