Pesan Apa dari Film Tentang Bos Facebook

Kompas.com - 11/10/2010, 07:19 WIB
EditorJodhi Yudono

Muda, cerdas dan menjadi super kaya lewat ide-idenya. Dalam film "The Social Network" ,  tergambar sosok bos  situs web jejaring sosial Facebook,  Mark Zuckerberg.  

Nama Facebook pastinya jadi magnet untuk penonton, dan Hollywood segera mengambil kesempatan membuat film tentang awal berdirinya jejaring sosial yang kini anggotanya sudah lebih dari 500 juta itu.

"The Social Network"  sejak dua pekan lalu menduduki tempat teratas di box office Amerika Utara (box office dihitung berdasarkan pemasukan karcis bioskop pada akhir pekan di AS dan Kanada).  

Film yang  diangkat dari buku "The Accidental Billionaires" karangan Ben Mezrich itu dibahas para  kritisi dari segi akting,  naskah dan sinematografi,  tapi  Kolumnis The New York Times, David Carr, melihat hal lain.  Setelah menonton  film tersebut, katanya,  para penonton akan pulang dengan dua kesan; memuja atau kasihan pada Zuckerberg.

"Ffilm itu bisa untuk membagi generasi tua ataupun muda berdasarkan anggapan mereka tentang ambisi dan caplok-mencaplok dalam bisnis.” kata Carr meski mengakui film itu banyak bumbu-bumbu fiksi.

Menurut Carr, orang yang lebih tua akan prihatin terhadap Mark Zuckerberg (diperankan Jesse Eisenberg),  anak muda yang mengkhianati teman-temannya, para mitranya, bahkan prinsipnya sendiri demi harta dan ketenaran.

Sebaliknya, generasi muda yang dibesarkan pada era Facebook, akan melihat Zuckerberg  (26) sebagai orang yang jeli mengambil kesempatan dan meraihnya dengan upaya keras, cukup lewat papan ketik dan meng-"coding" hal yang belum pernah dilakukan orang lain.

Kolumnis New York Times itu menulis bahwa kalangan muda segenerasi dengan Zuckerberg berpikiran bahwa, untuk menghasilkan karya besar,  wajar jika ada yang dikorbankan. (Sesuai dengan tagline film tersebut “You don’t get to 500 million friends without making a few enemies along the way.”)

Soal dua persepsi dari film tersebut diakui oleh Scott Rudin, salah satu produser "The Social Network".  Menurut dia, penonton "tua" akan menilai Zuckerberg sebagai sosok tragis yang mengawali sesuatu dengan baik tapi selanjutnya menyedihkan.

"Kalangan muda akan melihat Zuckerberg sebagai sosok yang benar-benar maju, selebritis, dan bertekad bulat melindungi sesuatu yang telah dia buat."

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.