Alangkah Lucunya FFI Ini

Kompas.com - 05/12/2010, 03:27 WIB
Editor

Apakah ”Sang Pencerah” layak masuk nominasi Festival Film Indonesia 2010 atau tidak? Inilah festival dengan dua versi juri dan hasil ”ganda”.

Film Sang Pencerah arahan sutradara Hanung Bramantyo yang mengisahkan kehidupan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, tak masuk pilihan Komite Seleksi FFI. Komite Seleksi diketuai Viva Westi dengan anggota Abduh Azis, German G Mitapradja, Totot Indrarto, dan Dedi Setiadi.

Viva Westi menjelaskan, Sang Pencerah baru sampai pada penggambaran peristiwa-peristiwa penting yang dialami sang tokoh, tanpa upaya lebih untuk menghadirkan visi dan tafsir yang lebih terbuka mengenai kompleksitas karakter yang diangkat terkait dengan semangat zaman ketika sang tokoh hidup, serta benang merahnya dengan kekinian. Biografi orang besar yang difilmkan, kata Westi, juga punya tingkat kesulitan tinggi, terutama mengenai detail dan fakta-fakta historis yang tidak dapat ditawar-tawar.

”Kesalahan fakta-fakta historis yang ditampilkan otomatis mengurangi kredibilitas film tersebut,” kata Westi, saat jumpa pers, Jumat (12/11).

Koordinator Bidang Festival Komite Festival Film Indonesia (KFFI) Labbes Widar, Selasa (16/11), mengumumkan, total jumlah film pilihan Komite Seleksi menjadi 10 film. Alasannya, buku Pedoman Pelaksanaan FFI 2010 mengatur, jumlah film pilihan semestinya minimal 10 dan maksimal 15 film. Sang Pencerah tetap tidak masuk pilihan.

Selanjutnya, film-film pilihan itu dinilai Dewan Juri Film Cerita Panjang FFI 2010. Mereka terdiri atas Jujur Prananto sebagai ketua, dengan anggota Seno Gumira Ajidarma, Anto Hoed, Nur Hidayat, Marselli Sumarno, Salim Said, dan Rima Melati. Pengumuman nomine sedianya diumumkan di Batam, 28 November. Akan tetapi, dalam proses penilaian, dewan juri merasa perlu untuk menambahkan Sang Pencerah. Film ini dikenal luas, banyak dapat pujian, dan dua anggota juri pernah menontonnya. Mereka kemudian menonton bersama film itu, dan kemudian sepakat, karya itu layak masuk nominasi.

Film itu dinilai jelas-jelas punya keunggulan dalam berbagai unsurnya. ”Terlalu jelas, bagaikan tiada yang lebih jelas lagi,” kata Seno Gumira Ajidarma.

Melihat situasi ini, KFFI meminta dewan juri untuk hanya menilai dari film-film pilihan komite seleksi. Namun, juri berkukuh pendapat. Apalagi, buku pedoman tidak secara jelas mengatur soal ini. Rencana pembacaan nominasi di Batam batal.

KFFI kemudian memberhentikan dewan juri pimpinan Jujur dan menggantinya dengan dewan juri baru yang terdiri atas tujuh orang. Lima orang di antaranya adalah anggota Komite Seleksi FFI 2010 serta dua orang tambahan, yaitu Alex Komang dan Areng Widodo.

Sebagaimana pilihan awal, dewan juri baru kemudian mengumumkan nominasi, tanpa menyertakan Sang Pencerah. Film Alangkah Lucunya Negeri Ini garapan sutradara Deddy Mizwar memperoleh 11 nominasi dari total 12 unsur yang dinilai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X